alexametrics

Wabah Covid-19 Mengantarkan Perubahan dalam Pendidikan

Oleh : Mukromin Aris

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEPAT pada 16 Maret 2020 silam, pemerintah mulai menerapkan peraturan baru dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan metode tatap muka harus digantikan dengan metode daring (dalam jaringan). Tentu hal ini menimbulkan banyak permasalahan baru, baik bagi guru maupun siswa.

Guru dituntut untuk tetap dapat menyampaikan materi kepada siswa dengan melakukan inovasi baru dalam pembuatan media pembelajaran, sehingga siswa dapat dengan mudah mendapatkan materi secara optimal secara online. Tentunya hal ini membebani sebagian besar pendidik yang pada dasarnya belum menguasai teknologi dan penerapannya pada dunia pendidikan.

Namun dengan semangat dan wujud dedikasi guru dalam dunia pendidikan, para guru justru berpikir ke arah perubahan positif pada peningkatan keterampilan guru dalam mengoperasikan komputer.

Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan kemampuan guru dalam mengoperasionalkan komputer, mulai dari browsing di internet, melihat tutorial pembuatan media pembelajaran digital, hingga melakukan pelatihan administrasi perkantoran dan pembelajaran online seperti yang telah dilaksankan oleh para pendidik MIN 1 Batang beberapa bulan silam. Harapannya, guru dapat membuat sebuah media pembelajaran yang menarik dan mudah tersampaikan pada siswa pada masa pembelajaran daring.

Baca juga:  Dengan Tabel, Belajar Matematika Jadi Enjoy

Namun dalam penyampaian kepada siswa, upaya tersebut masih juga mendapat kendala. Seperti banyaknya siswa yang tidak memiliki HP Android sendiri. Sebagian besar siswa menggunakan HP orang tuanya, dan sebagian lagi tidak memiliki HP Android sama sekali dalam keluarganya. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat belajar siswa, di mana siswa yang tidak memiliki HP sama sekali tetap aktif mencari informasi materi yang disampaikan oleh guru mereka dengan cara bertanya secara langsung dengan teman sekelas mereka yang memiliki HP.

Pada awalnya, siswa belum dapat beradaptasi dengan pembelajaran daring. Sehingga ketika materi selesai disampaikan, banyak siswa yang bertanya secara online kepada guru mereka di grup WhatsApp kelas. Namun seiring dengan berjalannya waktu, siswa mulai pandai mencari jawaban sendiri atas kekurangpahaman mereka dengan cara browsing internet menggunakan HP Android milik orang tua mereka.

Baca juga:  Problematika PJJ Daring Bahasa Indonesia Bagi Guru Kelas 1 SD

Ketika tiba waktunya memasuki evaluasi pembelajaran, guru yang dulunya memberikan soal evaluasi menggunakan selembar kertas, kini harus berubah menjadi soal yang berupa digital agar dapat diakses dan dikerjakan siswa dari rumah.

Berkat pelatihan dan upaya peningkatan keterampilan yang dilakukan guru MIN 1 Batang, kini guru dapat membuat soal digital seperti google form dengan mudah. Google form merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh google yang berfungsi untuk membuat forms berbasis web dan mengumpulkan jawaban secara online.

Google form dapat dimanfaatkan oleh pelajar untuk tugas sekolah. Google form memiliki fitur quiz yang dapat memberi skor pada setiap jawaban dari pertanyaan sehingga skor atau nilai dapat langsung diketahui oleh siswa (Kamal dkk, 2020:39).

Tidak hanya itu, dalam pengisian absensi kelas juga mulai dikenalkan kepada siswa dengan menggunakan google form. Memang tidak dapat dipungkiri pada awalnya banyak siswa yang kebingungan cara mengerjakan absensi maupun soal menggunakan google form. Namun setelah siswa mendapatkan tutorial cara mengerjakannya, semua siswa mulai bisa dan terbiasa dengan google form, dan dapat mengerjakan soal secara mandiri dari rumah masing-masing.

Baca juga:  Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Metode Sosiodrama

Kini kita mulai memasuki tahun 2022 di mana wabah Covid-19 telah berangsur-angsur membaik. Pemerintah mulai memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Siswa tampak begitu senang ketika mereka mulai dapat menginjakkan kakinya di halaman sekolah seperti saat sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia.

Wabah Covid-19 memberikan perubahan pada dunia pendidikan. Mulai dari sistem pembelajaran yang harus menerapkan teknologi dalam menyampaikan materi.

Meningkatnya keterampilan guru dalam penggunaan teknologi dalam pendidikan, hingga meningkatnya pengetahuan siswa dalam menggunakan teknologi dalam pendidikan, di mana hal tersebut sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan pada era abad 21. (min1/ida)

Guru MIN 1 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya