Penerapan Metode Variasi Bangkitkan Dampak Positif bagi Aktivitas Siswa

Oleh: Mundakir, S.Pd.SD

85
Mundakir, S.Pd.SD
Mundakir, S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi muda dalam menyambut dan menghadapi perkembangan jaman di era global. Maka pendidikan harus dilaksanakan sebaik mungkin sehingga menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia.

Perkembangan teknologi berdampak pada bidang pendidikan. Proses pembelajaran tidak terlepas dari media, metode, dan hasil belajar. Media dapat digunakan sebagai sarana dalam memberikan materi pendidikan yang disampaikan oleh guru kepada siswa. Sedangkan metode belajar mengatur pada pengorganisasian bahan ajar dan strategi penyampaiannya.

Selanjutnya hasil belajar diukur dengan efektif dan efisien untuk mengetahui kemampuan dan minat siswa terhadap mata pelajaran.

Peserta didik SDN 01 Mejasem Siwalan kelas 6 dalam mengikuti muatan pelajaran IPS kurang tertarik dikarenakan, guru kurang memahami materi di luar bidang ilmunya serta metode pembelajaran yang kurang variatif. Siswa yang teridentifikasi adalah berkeliaran dan bermain-main ketika pembelajaran berlangsung, susah diatur, tidak mengerjakan tugas yang diberikan, membuat keributan di dalam kelas, tidak memperhatikan, dan mengantuk. Akibatnya proses kegiatan belajar mengajar tidak berhasil tercapai.

Baca juga:  PJJ Materi Alat Optik dengan GC di Tengah Pandemi Covid-19

Penulis dalam menyampaikan pembelajaran menggunakan metode variasi yaitu, ceramah, tanya jawab dan problem solving. Adapun tujuan variasi pembelajaran adalah untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar-mengajar yang relevan, untuk memberikan kesempatan bagi berkembangnya bakat ingin mengetahui dan menyelidiki tentang hal-hal yang baru, untuk memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.

Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. ini antara lain: Tujuan yang akan dicapai dari metode tanya jawab. Untuk mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa.

Baca juga:  Melatih Gerak Dasar Lompat dengan Permainan Engklek

Metode problem solving adalah metode yang menstimulasi siswa untuk berfikir dan menggunakan wawasannya tanpa melihat kualitas anggapan yang dikenalkan oleh siswa. Sistem ini dapat dipergunakan pada tiap-tiap tingkat pengetahuan dari yang simpel hingga pada tingkat yang paling kompleks.

Tahapan yang dilakukan penulis antara lain: Pertama, Guru menyiapkan materi dengan cara menjelaskan pada siswa yang berupa metode ceramah. cara penyampaian materi pembelajaran dengan mengutamakan interaksi antara guru dan siswa. Di mana seorang guru menyamapaikan materi pembelajarannya melalui proses penerangan dan penuturan secara lisan kepada siswanya.

Kedua Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru.

Ketiga, Adanya interaksiyang baik antar siswa dan interaksi antara guru dan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Keempat, Adanya dialog matematis dan konsensus antar siswa dan antar siswa dan guru dalam menyelesaikan suatu masalah.

Baca juga:  Belajar Asyik tentang Manfaat Tumbuhan melalui Praktik Obat Herbal

Kelima, Guru menyediakan sebuat informasi yang cukup untuk siswa mengenai masalah yang belum terpecahkan, dan siswa mengklarifikasi, menginterpretasi, dan mencoba mengkonstruksi penyelesaian masalah tersebut.

Keenam, Guru menerima jawaban “ya” atau “tidak” dan tujuannya bukan untuk mengevaluasi. Ketujuh, Guru membimbing, melatih dan menanyakan dengan pertanyaan-pertanyaan berwawasan dan berbagi solusi dalam proses pemecahan suatu masalah.

Walapun metode ceramah dianggap metode tradisional, tetapi jika diterapkan secara bervariasi, artinya ditambah dengan metode tanya jawab, dan penugasan, maka suasana belajar siswa menjadi aktif. Penggunaan variasi metode dalam melaksanakan proses pembelajaran menimbulkan dampak positif bagi aktivitas siswa. (cd2/zal)

Guru SDN 01 Mejasem, Kab. Pekalongan