alexametrics

Pendekatan CPS Mudahkan Siswa Hadapi Masalah Menulis

Oleh: Elinah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia, dalam rangka mencapai tujuan ini para pakar pendidikan telah berusaha merumuskan, mempelajari, memperbaiki sistem pembelajaran, salah satu diantaranya menyusun langkah-langkah untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran menurut Sudjana, merupakan setiap upaya yang dilakukan oleh pendidik dan memberikan dampak bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar.

Dalam proses belajar pada semester 2 di kelas 1 SDN 01 Gembong, setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada siswa yang dapat mencapainya tanpa kesulitan, namun tidak sedikit siswa mengalami banyak kesulitan. Kita sering menemukan beberapa masalah pada siswa, seperti malas, mudah putus asa.

Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan. Terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan melalui karangan, baik fiksi maupun nonfiksi.

Baca juga:  Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab Siswa melalui Penjas

Oleh karena itu, keterampilan menulis kelas 1 harus diajarkan dengan baik kepada siswa. Para siswa di sekolah harus dibina, dibekali, dan ditempa keterampilan menulisnya sehingga mereka mampu menuangkan ide, pikiran, perasaan dan gagasan dalam berbagai jenis.

Model pembelajaran pemecahan masalah kreatif (creative problem solving) sangat sesuai diterapkan oleh penulis sebab berkaitan dengan keterampilan menulis siswa yang belum baik. adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran pemecahan masalah dan keterampilan memecahkan masalah, yang diikuti dengan penguatan ketrampilan memecahkan masalah tersebut (Pepkin, 2004).

Adapun proses dari model pembelajaran pemecahan masalah kreatif (creative problem solving), terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, Klarifikasi masalah meliputi pemberian penjelasan kepada siswa tentang masalah yang diajukan, agar siswa dapat memahami tentang penyelesaian seperti apa yang diharapkan. Kedua, Pengungkapan Pendapat.

Baca juga:  Belajar Sistem Tata Surya Menyenangkan melalui Bermain Peran

Guru mengarahkan agar siswa berdiskusi di dalam kelompoknya dan setiap anggota kelompok bebas mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai macam strategi penyelesaian masalah.

Setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat yang cocok untuk menyelesaikan masalah. Siswa meninjau kembali pendapatnya dengan memberikan penjelasan dari setiap pendapat yang diungkapkan dengan demikian dapat dicoret strategi/cara/penyelesaian yang kurang relevan.

Ketiga, Evaluasi dan Pemilihan. Keempat, Pada tahap evaluasi dan pemilihan ini, setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat atau solusi mana yang cocok untuk menyelesaikan masalah.

Siswa meninjau kembali pendapatnya dengan memberikan penjelasan dari setiap pendapat yang diungkapkan, dengan demikian dapat dicoret strategi/cara/penyelesaian yang kurang relevan.

Kelima, Memberikan penjelasan kepada siswa apabila mengalami kesulitan tentang masalah yang diajukan. Keenam, Siswa mengklarifikasi masalah dan merumuskan masalah dalam kalimat sederhana. Ketujuh, Guru membantu memberikan penjelasan kepada siswa apabila mengalami kesulitan tentang masalah yang diajukan agar siswa dapat memahami tentang penyelesaian seperti apa yang diharapkan.

Baca juga:  Praktik Mandiri Tingkatkan Keterampilan Belajar IPA

Pendekatan CPS dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran, dapat lebih mengembangkan kemampuan berfikir siswa karena disajikan masalah pada awal pembelajaran dan memberi keleluasaan kepada siswa untuk mencari arah-arah penyelesaiannya sendiri. Dengan pendekatan CPS hasilnya siswa bertambah terampil menulis, proses pembelajaran aktif di sekolahpun tercapai. (cd2/zal)

Guru SDN 01 Gembong, Kab Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya