alexametrics

Menumbuhkan Nasionalisme Generasi Milenial dengan Pemutaran Film Perjuangan

Oleh: Dra. Istanti Wahyuningsih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Nasionalisme merupakan suatu paham atau ideologi yang muncul pertama kali di daratan Amerika dan Eropa kisaran tahun 1776-1830. Kemudian berkembang di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia.

Pengertian nasionalisme menurut Sadikin (2008) adalah suatu sikap cinta tanah air atau bangsa dan negara. Sebagai wujud dari cita-cita dan tujuan yang diikat sikap-sikap politik, ekonomi, sosial dan budaya. Sebagai wujud persatuan atau kemerdekaan nasional dengan prinsip kebebasan dan kesamarataan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Mengingat pentingnya nasionalisme, maka perlu ditumbuhkembangkan pada warga negara, terutama pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa. Jiwa nasionalisme yang sudah ditumbuhkembangkan oleh tokoh–tokoh pejuang bangsa, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dan Ahmad Subarjo. Juga tokoh pejuang muda, seperti Chaerul Saleh, BM.Diah, Singgih, Latif Hendraningrat dan sederet pejuang di Tanah Air tempo dulu lainnya. Mereka mampu menghantarkan Indonesia mencapai kemerdekaan sangat perlu untuk dijaga dan dipupuk agar makin menggelora saat ini.

Baca juga:  Layanan Google sebagai Solusi dalam Pembelajaran Praktik di TKJ

Betapa pentingnya jiwa nasionalisme bagi pelajar sebagai generasi muda zaman now. Sehingga masuk kurikulum pendidikan pada materi pelajaran kelas XI Sejarah Peminatan di jenjang SMA. Yakni, masuk KD 3.8. Menganalisis akar-akar nasionalisme Indonesia dan pengaruhnya.

Pembelajaran sejarah sebagai pelajaran yang dicap membosankan dan tidak menarik harus diubah dengan media pembelajaran yang lebih menarik. Salah satunya dengan menggunakan media pemutaran film perjuangan. Terutama materi nasionalisme.

Hal ini penulis terapkan di SMA Negeri 8 Purworejo. Dengan menggunakan media ini, pelajar sebagai generasi muda akan bisa menyaksikan kegigihan para tokoh pejuang dalam berjuang melawan penjajahan sampai titik darah penghabisan. Dari sini diharapkan pelajar mampu meneladani dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Taufik Abdullah (1974) pemuda atau generasi muda adalah generasi baru dalam sebuah komunitas masyarakat untuk melakukan pembaharuan ke arah lebih baik. Untuk melakukan pembaharuan membutuhkan generasi muda yang mempunyai karakter kuat untuk membangun bangsa dan negara. Memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme yang kuat, dan mampu memahami pengetahuan dan teknologi guna bersaing secara global.

Baca juga:  Pengamatan di Lapangan Mengasyikkan untuk Materi Struktur Ruang Desa

Peranan generasi muda dalam membentuk karakter bangsa sangat penting. Seperti diungkapkan Bung Karno ”Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.” Baik buruknya suatu negara terlihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara.

Media pemutaran film perjuangan dalam pembelajaran sejarah sebagai upaya untuk membentuk jiwa nasionalisme pelajar sebagai generasi muda yang tangguh dan berkepribadian. Menurut Ratu Husmiati, dosen jurusan Sejarah FIS UNJ (2010) dari hasil penelitian sejumlah mahasiswanya, media pembelajaran ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Adapun kelebihan pembelajaran dengan media film perjuangan adalah: pertama, membuat kegiatan pembelajaran menarik dan bervariasi. Kedua, merangsang imajinasi peserta didik untuk berkembang dan kritis dalam memahami peristiwa sejarah. Ketiga, mempermudah untuk menjelaskan peristiwa. Keempat, mengkonkritkan yang abstrak. Kelima, cepat mengingat dan memahami peristiwa sejarah. Keenam, meningkatkan hasil belajar.

Baca juga:  Replika dari Botol Plastik Pelajari Respirasi Jadi Menarik

Sedangkan kelemahan pembelajaran dengan media pemutaran film perjuangan, yakni: pertama, memerlukan tempat dan waktu tersendiri. Kedua, memerlukan biaya mahal dan waktu yang lama dalam pembuatannya. Ketiga, tidak menggambarkan realitas sebenarnya. Keempat, tidak bisa mengukur pengetahuan secara maksimal dan mengontrol apa yang dipikirkan siswa.

Dengan media pemutaran film perjuangan, pembelajaran sejarah dengan materi nasionalisme akan lebih menarik. Tidak membosankan dan dapat meningkatkan minat belajar serta prestasi siswa di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu, akan menumbuhkan pribadi yang tangguh, berkarakter, dan cinta Tanah Air. Menuju kemajuan bangsa dan negara tercinta. (p8/fth)

Guru SMA Negeri 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya