alexametrics

Meningkatkan Kebugaran Jasmani dengan Latihan Kebugaran Aerobik

Oleh: Solichin, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu materi pembelajaran PJOK di sekolah dasar adalah aktivitas kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani adalah suatu keadaan di mana seseorang melakukan tugas atau pekerjaan fisik dan tidak merasakan kelelahan di saat melakukan pekerjaan atau tugas tersebut. Jadi bugar tidak sama dengan sehat.

Seseorang yang merasa sehat belum tentu bugar. Untuk melakukan suatu pekerjaan seseorang tidak hanya dituntut sehat tetapi juga mempunyai kebugaran, karena seseorang akan dapat melakukan pekerjaan dengan baik apabila tidak dalam keadaan lelah.

Siswa sekolah dasar identik dengan masa akhir kanak-kanak atau late childhood yang berada pada usia sekitar 6-12 tahun. Pada periode ini terjadi perubahan fisik yang menonjol dan hal ini dapat menimbulkan perubahan sikap, nilai, dan perilaku. Pada akhir masa ini terjadi perubahan bentuk fisik yang tampak. Ada yang berbentuk ektomorf, endomorf, dan mesomorf.

Ektomorf adalah bentuk tubuh yang kurus, tinggi dan panjang, endomorf mempunyai bentuk pendek dan gemuk, sedangkan mesomorf mempunyai bentuk yang proporsional atau ideal. Menurut W. Rob dan E.J Leertouwer dalam buku Sukintaka, dkk (1979:91) tingkat umur pendidikan sekolah dasar dibagi menjadi tiga, yaitu: kelompok umur pendidikan pertama antara 6 sampai 8 tahun, kelompok umur pendidikan kedua antara 8 sampai 10 tahun, dan kelompok umur pendidikan ketiga antara 10 sampai 12 tahun.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Praktik Salat melalui Video Interaktif

Latihan kebugaran adalah proses sistematis melalui rangsang gerak, bertujuan tubuh, yang meliputi kualitas daya tahan paru jantung, kekuatan, dan daya tahan otot, kelentukan dan komposisi tubuh (Djoko P 2000:10). Sedangkan kebugaran aerobik adalah ukuran kemampuan jantung untuk memompa darah yang kaya oksigen ke bagian tubuh lainnya dan kemampuan untuk menyesuaikan serta memulihkan dari aktivitas jasmani (Rusli Lutan, 2002:40).

Latihan kebugaran aerobik adalah aktivitas jasmani yang terencana, terstruktur, dan dilaksanakan berupa pengulangan gerakan tubuh dengan maksud untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas fungsional kemampuan jantung untuk memompa darah yang kaya oksigen ke bagian tubuh lainnya dan kemampuan untuk menyesuaikan serta memulihkan dari aktivitas jasmani. Jadi untuk mendapatkan tingkat kebugaran jasmani yang optimal harus menyusun latihan yang sistematis, terukur, dan teratur agar latihan kebugaran aerobik tersebut lebih efektif.

Baca juga:  Quizz, Media Pembelajaran yang Menyenangkan di Tengah Pandemi

Metode latihan kebugaran aerobik pada prinsipnya bertujuan melatih kemampuan paru dan jantung untuk lebih baik dalam menyuplai oksigen. Metode tersebut meliputi: pertama, interval yaitu suatu bentuk latihan kebugaran aerobik dengan menggabungkan pelaksanaan beban latihan dengan waktu istirahat.

Misalnya seorang anak lari 2 menit kemudian istirahat 15 detik dan seterusnya sesuai dengan beban latihan yang diberikan. Kedua, Fartlek yaitu suatu bentuk latihan kebugaran aerobik dengan lari menggunakan kecepatan yang berubah-ubah.

Misalnya seorang anak lari cepat atau sprint 15 detik kemudian lari pelan atau jogging 15 detik dan seterusnya sesuai dengan beban latihan yang diberikan.Ketiga, sirkuit yaitu suatu bentuk latihan yang terdiri dari beberapa pos di mana bentuk gerakan di tiap-tiap pos berbeda.

Baca juga:  Komitmen Bersama Wujudkan Madrasah Hebat Bermartabat

Latihan kebugaran aerobik akan dapat merangsang otot-otot jantung. Dengan bertambah kuatnya otot jantung maka darah yang terpompa dari jantung akan lebih banyak sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh akan lebih banyak pula. Untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa SD Negeri 01 Krasak Sragi Pekalongan, penulis cukup menerapkan pada tujuan kebugaran tingkat dasar yaitu untuk mencapai derajat kesehatan dinamis.

Latihan kebugaran aerobik merupakan metode untuk meningkatkan kebugaran jasmani anak, yang diberikan secara teratur dan berkesinambungan, serta memperhatikan aturan dalam memberikan beban latihan agar tidak terjadi overload atau beban berlebih sehingga latihan dapat efektif dan efisien.

Peserta didik yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik akan siap untuk melakukan segala aktivitas fisik maupun berfikir sehingga diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. Seperti di SDN 01 Krasak, Kabupaten Pekalongan. (cd1/zal)

Guru SDN 01 Krasak, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya