alexametrics

Meningkatkan Disiplin Siswa Masuk Sekolah melalui Layanan Bimbingan Kelompok

Oleh : Drs. Mujiyanto

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan di sekolah tidak sekadar menyampaikan bahan ajar (hardskill) kepada siswa, akan tetapi lebih dari itu merupakan upaya menanamkan nilai-nilai yang berharga bagi kepentingan hidup bersama.

Salah satu nilai yang harus ditanamkan lewat aktivitas pendidikan tersebut adalah disiplin (softskill). Sifat disiplin dapat ditanamkan lewat pembiasaan, dan kebiasaan yang terlatih yang dapat ditransfer ke area tindakan atau aktivitas lain. Khususnya di dunia pendidikan.

Keberhasilan pendidikan dalam suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya kedisiplinan. Dimana kedisiplinan itu harus ditegakkan oleh semua warga disekolah tersebut, salah satunya adalah siswa.

Kehadiran siswa di sekolah sangat penting, karena kalau siswa sering tidak ikut atau terlambat dalam pembelajaran akan ketinggalan materi yang diajarkan. Atau terkena aturan yang menyatakan siswa harus ikut dalam proses belajar mengajar tujuh puluh lima persen kehadiran atau masuk sekolah. Dan melaksanakan apa yang ditugaskan oleh guru bidang studi masing-masing. Misalnya mengerjakan tugas individu, tugas kelompok, pekerjaan rumah, mengerjakan ulangan yang diberikan maupun yang lainnya.

Baca juga:  Bermain Sains Mengenal Rasa pada Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Daring

Data atau catatan dari guru piket, bahwa ada beberapa siswa pernah datang terlambat masuk sekolah dengan berbagai alasan seperti: bangun kesiangan, tidak ada yang membangunkan, tidur terlalu malam, menunggu teman untuk berangkat bersama ke sekolah, sepeda motor/sepeda ontel dan angkutan sulit.

Dengan alasan yang dikemukan oleh siswa di atas menunjukkan bahwa siswa tidak disiplin dalam menaati tata tertib sekolah, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dimungkinkan akan mempengaruhi siswa yang lain yang tidak pernah terlambat.

Untuk mengurangi atau mengatasi masalah keterlambatan siswa masuk sekolah diperlukan kerja sama dari pihak-pihak terkait. Di antaranya waka kesiswaan dan STP2K (Satuan Tugas Pembantu Pelaksana Ketertiban), guru piket, wali kelas dan orang tua siswa serta tak lepas dari peran guru bimbingan konseling (BK) untuk membantu membimbing, mengarahkan siswa agar menjadi disiplin dan berhasil sesuai dengan apa yang di cita-citakan.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris melalui Pembiasaan

Menurut Gie (1972), pengertian disiplin adalah suatu keadaan tertib dimana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang.

Dengan demikian dalam menegakkan kedisiplinan siswa maka sagatlah perlu dari guru BK melaksanakan layanan bimbingan kelompok untuk memecahkan masalah yang dihadapi siswa di SMAN 8 Purworejo. Dengan bimbingan kelompok diharapkan dapat membantu membahas pecahan masalah individu melalui dinamika kelompok.

Menurut Prayitno (2004: 1) bimbingan kelompok merupakan suatu kegiatan yang mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna untuk pengembangan pribadi, atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.

Dalam bimbingan kelompok dibahas topik-topik umum yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok melalui suasana dinamika kelompok yang inten dan kontensif. Kesuksesan layanan bimbingan kelompok sangat dipengaruhi sejauh mana tujuan yang akan dicapai dalam layanan kelompok yang diselenggarakan.

Baca juga:  Membangun Mental Positif Siswa Dalam Belajar

Adapun tujuan bimbingan kelompok yang dikemukakan Prayitno (2004: 2.3) yakni pertama tujuan umum yaitu berkembangnya sosialisasi siswa, khususnya kemampuan berkomunikasi anggota kelompok.

Kedua, tujuan khusus yaitu melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topik-topik itu mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif.

Oleh karena itu guru bimbingan konseling yang profesional selalu memanfaatkan bimbingan kelompok membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswanya, baik masalah pribadi, sosial, belajar maupun karir. (p8/lis)

Guru Bimbingan Konseling SMAN 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya