alexametrics

Melalui DL, Belajar Tetap Aktif dan Bermakna di Masa Pandemi

Oleh: Rasdi, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, RUMITNYA penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang sangat ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 social distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan, untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Kebijakan social distancing berakibat fatal terhadap roda kehidupan manusia,tak terkecuali bidang pendidikan ikut juga terdampak kebijakan ini, keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran dari sekolah atau madrasah menjadi di rumah, membuat banyak harus beradaptasi pihak termasuk pendidik (guru).

Peralihan cara belajar ini memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur yang sekiranya bisa ditempuh dengan pembelajaran langsung sehinga berubah menjadi pembelajaran daring dengan pemanfaatan penggunaan teknologi, dan pembelajaran luring dengan pemberian tugas.

Baca juga:  Dongeng Upaya Mengefektifkan KBM di Sekolah Dasar

Adapun kendala dalam pembelajaran daring di SDN Bodas terutama kelas 4 seperti: lokasi rumah tidak terjangkau jaringan internet, termasuk quota internet murid minimalis, sehingga siswa kesulitan memahami materi yang diajarkan secara daring, media pembelajaran yang digunakan para guru dominan monoton dan membuat para murid merasa jenuh atau bosan.

Sebagai seorang guru, harus mencari berbagai solusi dalam mengatasi kendala tersebut. Adapun alternatif solusi yang dapat ditempuh yaitu: lokasi di dekat lingkungan rumah yang sulit terjangkau jaringan internet untuk sementara pindah lokasi yang terjangkau jaringan internet. Apabila minimalis quota internetnya diatasi bergabung dengan temannya yang punya wifi di rumah, maksimum 3 siswa dan mematuhi protokol kesehatan.

Penulis juga mengaplikasikannya kedalam metode DL (Discovery Learning) untuk merubah pembelajaran yang baik. Hosnan (2014:282). Pengertian discovery learning ialah model pengembangan cara belajar aktif dengan mendapatkan dan mengkaji sendiri, maka hasil yang didapatkan bisa terus diingat. Dengan menggunakan metode belajar ini, siswa juga dapat belajar berpikir menganalisa dan memecahkan masalahnya.

Baca juga:  Metode Cerdik Tingkatkan Pembelajaran Matematika Pecahan Biasa Menjadi Persen

Mengenai langkah-langkah model DL di kelas sebagai berikut: Pertama, Menentukan tujuan pembelajaran, melakukan identifikasi karakteristik siswa, memilih materi pelajaran, menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif, mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik, melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa, pemberian Rangsangan (Stimulation).

Identifikasi Masalah (Setelah melakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran,), pengumpulan Data yang berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis, dengan memberi kesempatan siswa mengumpulkan berbagai informasi.

Baca juga:  Metode Demonstrasi melalui Video Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan, pembuktian, menarik kesimpulan.

Metode pembelajaran ini berpengaruh pada peserta didik untuk berkesempatan aktif pada proses belajar mengajar. Memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas maupun kelulusan. (cd2/zal)

Guru SDN Bodas, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya