alexametrics

Pembelajaran IPS SD Masa Pandemi Covid-19 Berorientasi pada Era Industri

Oleh: Nurkhasani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ERA revolusi industri 4.0 menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan di dunia, eksistensi keberadaannya terus bertransformasi di berbagai bidang kehidupan seperti dalam bidang ekonomi, politik, teknologi, sosial, budaya, dan termasuk di bidang pendidikan.

Revolusi industri 4.0 dikemukakan oleh Schwab (2016), dalam bukunya “The Fourth Industrial Revolution” dipaparkan bahwa pada tahun 1760 terjadi revolusi industri pertama ditandai dengan penemuan rel kereta api dan mesin uap, pada akhir abad 19 revolusi industri kedua ditandai dengan munculnya listrik, pada tahun 1960 terjadi revolusi ketiga ditandai dengan lahirnya komputer atau disebut revolusi digital, sedangkan pada abad 21 disebut sebagai Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan mobile dan internet, Dalam pelaksanaan pembelajaran terkendala dengan terjadinya pandemi Civid 19 dimulai bulan maret 2020.

Penyebaran Covid-19 sangat cepat dan tak terkendali, sehingga dalam waktu singkat sudah menyebar dan melanda lebih dari 200 negara di dunia. Pemerintah membuat kebijakan stay at home dengan bekerja di rumah (work from home), belajar di rumah, dan melakukan kegiatan agama di rumah, dan menghindari pertemuan massal. Lalu bagaimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran dimasa Pandemi menyongsong era industry 5.0

Baca juga:  Temanja, Permudah Siswa Belajar Bahasa Jawa

Dengan artikel ini diperoleh informasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran IPS SD diwilayah kajen sebagai implementasi era industry 4.0 dengan model tematik terpadu yang dalam pelaksanaannya mengacu pada kurikulum darurat covid 19 sebagai upaya menyongsong era industry 5.0.

Tujuan akhir pendidikan dasar adalah diperolehnya pengembangan pribadi anak yang dapat membangun dirinya sendiri dan ikut serta bertanggung‐jawab terhadap pembangunan bangsa, mampu melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan mampu hidup di masyarakat dan mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat. Tujuan Pendidikan IPS dalam Permen No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dirumuskan secara jelas bahwa tujuan mata pelajaran IPS pada tingkat satuan pendidikan SD/MI adalah: Mengenal konsep‐konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.

Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inquiri, memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan sosial. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai‐nilai sosial dan kemanusiaan. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, tingkat lokal, nasional dan global.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Teks Eksplanasi dengan Metode Jigsaw

Pendekatan pembelajaran yang tepat adalah tematik. Model ini dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. Model pembelajaran tematik pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemuka konsep serta prinsip‐prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud, 1996:3).

Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar. Melalui pembelajaran termatik peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan‐kesan tentang hal‐hal yang dipelajarinya.

Berdasarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID, pembelajaran dilaksanakan di rumah melalui daring/jarak jauh Adapun media daring yang digunakan dalam pembelajaran IPS diantaranya sebagai berikut: Whatshap, You tube, Zoom/ google meet, Microsoft Teams, Quizizz dll.

Baca juga:  Belajar Menyenangkan dengan Model Pembelajaran STAD

Seiring masuknya kita diera industry 4.0 , disisi lain merebaknya virus covid 19 dan telah menjadi pandemic, maka SD di Kecamatan Kajen menyusun bersama kurikulum darurat covid 19 sebagai acuan dalam kegiatan belajar mengajar di masa Pandemi dengan menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (Daring) dan menyarankan siswa untuk belajar dari rumah masing-masing.

Dengan tetap menerapkam model tematik yaitu pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

Hal tersebut membuktikan bahwa kita menyongsong era masyarakat 5.0 (society 5.0). Masyarakat 5.0 merupakan konsep teknologi masyarakat yang berpusat pada manusia yang berkolaborasi dengan system teknologi (Artificial Intelligent dan Internet of Things) untuk menyelesaikan masalah sosial yang terintegrasi dalam dunia maya dan dunia nyata. Seperti di SDN 02 Gajlig, Kab. Pekalongan. (pr2/zal)

Guru SDN 02 Gejlig Kab.Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya