alexametrics

Bangkitkan Motivasi Belajar dalam Memahami Materi dengan Bergambar

Oleh: Marpu’ah, A.Ma

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR dinilai dengan adanya perubahan tingkah laku (change of behavior). Ini berarti bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dan lain sebagainya. Tanpa pengamatan dari tingkah laku hasil belajar orang tidak mengetahui ada tidaknya hasil belajar. Karena perubahan hasil belajar hendaknya dinyatakan dalam bentuk yang dapat diamati.

Di zaman yang serba cepat ini, kemampuan dalam menyerap informasi sangat penting untuk dimiliki setiap orang agar dapat mengikuti laju perkembangan zaman. Kini berbagai macam informasi dengan mudahnya didapatkan, untuk mengimbanginya setiap orang dituntut memiliki kemampuan membaca pemahaman yang memadai.

Karena dengan membaca, seseorang dapat memahami informasi melalui pemahaman kata-kata yang disampaikan berbagai macam media yang ada saat ini. Semakin baik kemampuan membaca yang dimiliki, maka akan semakin baik pula kemampuan dalam menyerap sebuah informasi.

Baca juga:  Membangun Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial melalui Pengenalan Tokoh Wayang

Tujuan dari membaca adalah agar memhami isi bacaan, maka membaca pemahaman adalah membaca secara kognitif (membaca untuk memahami isi bacaan). Untuk anak kelas rendah bahkan masih ada beberapa anak kelas tinggi pada tingkat SD masih kesulitan dalam memahami bacaan.

Siswa kelas 1 SDN 01 Yosorejo tampak dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia kurang terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan. Karena kurangnya minat anak dalam belajar. Untuk menambah pemahaman bacaan penulis menerapkan media gambar khususnya untuk kelas 1, 2 dan 3. Karena mereka masih menyukai media buku cerita bergambar dapat membantu anak untuk lebih mengembangkan kemampuan minat belajar anak, karena pada media buku cerita bergambar memiliki teks dan gambar yang ukurannya lebih besar dan penuh warna-warni yang sesuai dengan pemikiran secara simbolis.

Baca juga:  Efektivitas Kegiatan Ekonomi dengan Gallery Walk

Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yangsecara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media, yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berfikir, menurut Gagne, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.

Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Untuk anak usia dini, alangkah baiknya jika kita mengenalkan buku bergambar yang sesuai dengan usia mereka, untuk membantu perkembangannya. Buku cerita bergambar adalah buku bergambar tetapi dalam bentuk cerita, bukan buku informasi. Dengan demikian buku cerita bergambar sesuai dengan ciri-ciri buku cerita, mempunyai unsur-unsur cerita (tokoh, plot, alur).

Baca juga:  Penerapan 5R/5S di SMK Permudah Lulusan Beradaptasi Budaya Kerja Industri

Buku cerita bergambar ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, Satu, buku cerita bergambar dengan kata-kata. Dua, buku cerita bergambar tanpa kata-kata. Kedua buku tersebut biasanya untuk prasekolah atau murid sekolah dasar kelas awal.

Belajar memahami suatu bacaan dengan bantuan media gambar sifatnya yang konkrit, dengan gambar/ foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingakan dengan media verbal semata. Dan dengan gambar dapat mengatasi masalah batasan ruang dan waktu. Tidak semua objek bisa dibawa ke kelas. (ct4/zal)

Guru SDN 01 Yosorejo, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya