alexametrics

Pemanfaatan Google Form dalam Pembelajaran PJOK

Oleh : Catur Sri Nugroho, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Negara Indonesia saat ini sedang berduka dengan adanya Covid-19. Menghadapi kondisi seperti ini, kita harus mampu melakukan suatu perubahan kebiasaan yaitu dari kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang menyesuaikan dengan kondisi di era pandemi Covid-19.

Perubahan ini dilakukan dalam berbagai lini termasuk di dunia pendidikan. Perubahan tersebut termasuk dalam metode pembelajaran di antaranya adalah perubahan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

Pembelajaran PJOK adalah suatu pembelajaran yang dilakukan dengan memaksimalkan aktivitas gerak dan dilakukan baik secara indoor maupun outdoor. Menurut (Mustofa, dkk, 2019:153) pembelajaran daring adalah salah satu metode pembelajaran online atau dilakukan melalui jaringan internet. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pembelajaran PJOK harus beradaptasi dengan keadaan yang ada.

Baca juga:  Memotivasi Siswa Menyukai Olahraga dengan Permainan Tradisional

Pemerintah mendorong sekolah yang berada di wilayah PPKM level 1 sampai dengan level 3 untuk memulai pertemuan tatap muka terbatas yang tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Dikti Kemendikbud-Ristek Nomor 4/2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka. Hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri baik bagi guru maupun bagi peserta didik.

Pola pembelajaran di rumah dan di sekolah saat pandemi memiliki tantangan tersendiri terutama bagi guru mata pelajaran PJOK. Banyak sekali kendala–kendala dalam pembelajaran PJOK yang dilaksanakan melalui proses pembelajaran jarak jauh. Kendala tersebut di antaranya fasilitas media mengajar, tidak semua siswa mampu mengakses internet. Akses internet yang terbatas itu adalah beberapa kendala yang ditemui.

Untuk itu, sebagai guru PJOK harus dapat dengan cepat beradaptasi. Dalam menjawab tantangan tersebut, harus dipahami bahwa cakupan pendidikan PJOK sangat luas. Pendidikan PJOK dapat dilakukan di mana saja, tidak terbatas baik tempat maupun sarana prasarana.

Baca juga:  Menjadikan Kulit Jeruk Media yang Murah, Sederhana dan Efisien

Siapa saja bisa membantu terlibat, demikian halnya dengan orang tua di rumah bisa membantu memberikan petunjuk misalnya cara bermain olahraga tradisional seperti bola kasti maupun olahraga lainnya seperti bola voli dan lain sebagainya. Demikian halnya dengan pembelajaran PJOK yang diterapkan di SDN Cokrowati, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Meskipun pembelajaran PJOK dilaksanakan dengan jarak jauh pembelajaran tetap dilaksanakan dengan kreatif meskipun peserta didik berada di rumah masing–masing. Dalam setiap proses pembelajarannya, guru melakukan pembahasan mengenai kebugaran dan kesehatan.

Maka guru mewajibkan peserta didiknya untuk melakukan latihan fisik sederhana selama 30 menit diawali dengan peregangan. Latihan fisik ini dilakukan guna menjaga daya tahan tubuh. Tak hanya itu pengambilan nilai seperti penilaian harian dilakukan dengan melalui media google form.

Baca juga:  Asyiknya Kolaborasi Menulis Dialog Sederhana dengan Google Slides

Sedangkan materi pembelajaran dilakukan melalui WhatsApp dan akan menjadi menarik karena materi yang dibahas atau dipilih materi-materi yang sedang menjadi fenomena di saat ini.

Seperti halnya pembahasan tentang Covid–19 dan bagaimana cara menjaga imun agar tubuh terhindar dari Covid–19. Belajar dari rumah yang di lakukan di SDN Cokrowati, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora telah membantu peserta didik mengeluarkan kreativitasnya secara maksimal. (pm2/lis)

Guru PJOK SDN Cokrowati, Todanan, Kabupaten Blora

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya