alexametrics

Model Flipped Classroom Solusi PTM Terbatas

Oleh: Endah Wiyarti, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBERLAKUAN pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang salah satu kebijakannya adalah mengharuskan pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan moda daring. Guru harus mempersiapkan model pembelajaran yang memungkinkan untuk diterapkan.

Hal itu karena PTM terbatas belum boleh menghadirkan 100% siswa melaksanakan pembelajaran di dalam kelas. Selebihnya harus melaksanakan pembelajaran dengan moda daring atau luring.

Guru harus bisa memilih model pembelajaran yang dapat merangsang daya cipta siswa. Salah satu model pembelajaran yang bisa membuat siswa kreatif adalah Flipped Classroom. Flipped classroom merupakan salah satu model yang meminimalkan pembelajaran langsung dari guru.

Dalam prosesnya, siswa mempelajari materi pelajaran terlebih dahulu di rumah, sedangkan kegiatan pembelajaran di kelas hanya berupa pengerjaan tugas, berdiskusi tentang materi pelajaran, atau pemecahan masalah yang belum dipahami saat belajar di rumah.

Model belajar flipped classroom pada dasarnya adalah pembalikan aktivitas pembelajaran. Aktivitas yang biasa dilakukan di kelas pada pembelajaran konvensional dilaksanakan di rumah, sedangkan aktivitas yang biasa dilaksanakan di rumah pada pembelajaran konvensional dilaksanakan di kelas.

Baca juga:  Optimalisasi Hasil Belajar IPA melalui “Learning Cycle”

Model flippe classroom pertama kali diperkenalkan oleh J. Wesley Baker pada tahun 2000. Model pembelajaran ini mengkombinasikan pembelajaran di dalam kelas dan pembelajaran di luar kelas dengan tujuan untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran.

Dalam penerapannya, guru berposisi sebagai fasilitator yang mengemas materi pembelajaran dalam bentuk digital berupa video untuk dipelajari siswa di rumah sehingga siswa sudah lebih siap belajar ketika pelaksanaan PTM.

Menurut Johnson (2013), flipped classroom merupakan model pembelajaran yang meminimalkan pengajaran langsung dari guru. Tetapi memaksimalkan pengajaran tidak langsung dengan dukungan materi yang dapat diakses secara daring oleh siswa.

Menurut beberapa peneliti, flipped classroom benar-benar efektif. Hsieh, Wu, & Marek (2017) menyatakan bahwa dengan menggunakan flipped classroom, siswa dapat berpartisipasi aktif di dalam kelas sekaligus meningkatkan motivasi belajarnya. Bergfjord & Heggernes (2016) juga mengasumsikan bahwa siswa lebih puas untuk belajar dengan flipped classroom meskipun peneliti mencatat bahwa hanya ada sedikit peningkatan dalam penilaian secara keseluruhan.

Baca juga:  Wordwall Gameshow Quiz untuk Penilaian Harian yang Lebih Asyik

Melalui penerapan model flipped classroom, pelaksanaan PTM terbatas akan mengarah pada pelaksanaan pembelajaran yang benar-benar esensial dalam upaya membangun pengetahuan siswa. Aktivitas yang dilakukan siswa saat pelaksanaan PTM lebih diarahkan pada pendekatan student center dengan guru sebagai fasilitatornya.

Adapun langkah dari model pembelajaran flipped classroom adalah guru memberikan bahan ajar untuk digunakan belajar mandiri oleh siswa di rumah sebelum pelaksanaan pertemuan selanjutnya. Jadi, siswa lebih mempersiapkan materi sebelum masuk kelas, sedangkan pembelajaran di kelas yaitu untuk penguatan dan latihan soal serta diskusi dan presentasi.

Selanjutnya peserta didik ditugaskan untuk membuat video dengan mencari referensi sebanyak-banyaknya. Guru memberikan reward untuk pekerjaan hasil karya peserta didik dengan menampilkan video terbaik, di sinilah kreativitas peserta didik terbentuk. Mereka juga merasa senang mengerjakannya.

Baca juga:  Peran Pendidikan dalam Pembentukan Karakter

Kelebihan flipped classroom adalah membuat siswa lebih leluasa untuk belajar secara mandiri di rumah dan dapat mengulang materi hingga siswa paham dan siswa lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah dipelajari. Dengan demikian, siswa sudah siap saat masuk kelas. Artinya, siswa sudah punya pengetahuan awal sebelum masuk kelas dan bisa bertanya pada guru saat ada materi yang belum dipahami.

Dari kegiatan pembelajaran yang penulis terapkan di kelas VI SD Negeri 01 Sumublor Sragi Pekalongan bahwa pembelajaran dengan model flipped classroom dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Sehingga nilai yang diperoleh siswa makin meningkat dan siswa juga menjadi lebih kreatif. (cd1/zal)

Guru SDN 01 Sumublor Sragi, Kab Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya