alexametrics

Siswa akan Lebih Terhargai dengan Pembelajaran STAD

Oleh : Linatul Fitriyah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM proses belajar mengajar seorang guru seharusnya memperhatikan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa dan proses adaptasinya dengan lingkungan serta pengalamannya. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang dipandang akomodatif bagi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa maupun aktivitas belajar, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Tipe-tipe pembelajaran kooperatif diantaranya adalah Metode STAD (Student Teams- Achievement Divisions).

Pembelajaran STAD sering disebut model pembelajaran generik yaitu model pembelajaran kooperatif yang aplikatif terhadap skala tingkat kelas, mata pelajaran, serta karakteristik sekolah dan kelas yang luas. Model pembelajaran STAD adalah unik karena melibatkan persaingan antar kelompok untuk mendapatkan penghargaan kelompok,

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dalam pembelajaran kooperatif, dengan menempatkan siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan 4-5 orang yang heterogen menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan materi pelajaran (penyajian materi dapat dilakukan baik dengan ceramah, demonstrasi, atau bahan bacaan), dan kemudian siswa bekerja di dalam tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai materi tersebut.

Baca juga:  PhET Simulation Mempermudah PJJ Rangkaian Arus Searah

Pada akhir pembelajaran seluruh siswa diberi tes tentang materi tersebut, dengan ketentuan pada saat tes siswa tidak boleh saling membantu atau bekerja sama antara teman-teman baik dari teman satu tim maupun dengan tim yang lainnya. Skor siswa yang diperoleh dibandingkan dengan rata-rata skor yang lalu dari siswa yang bersangkutan dan poin diberikan berdasarkan seberapa jauh siswa menyamai kinerja yang lalu pula. Poin tiap anggota ini dijumlah untuk mendapatkan skor tim, dan tim yang mencapai kriteria tertentu diberi sertifikat atau penghargaan.

Langkah-langkah Pembelajaran STAD yang diterapkqan di SDN Margosono, Batang, ada empat tahapan, yaitu, Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, masing- masing terdiri atas 4 atau 5 anggota. Tiap kelompok memiliki anggota yang heterogen. Tiap anggota kelompok menggunakan lembar kerja dan kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui Tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota kelompok. Secara individual atau kelompok tiap minggu atau tiap dua minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap bahan akademik yang telah dipelajari. Tiap siswa dan tiap kelompok diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar, dan kepada siswa secara individu atau kelompok yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.

Baca juga:  Peningkatan Belajar Siswa Kelas I melalui Pembelajaran Tematik

Keunggulan dari metode pembelajaran STAD dapat dijabarkan sebagai berikut : Siswa berperan aktif dalam membantu dan memberikan motivasi semangat untuk keberhasilan bersama dalam kelompok, Interaksi yang terjadi antara siswa seiring dengan peningkatan kemampuan siswa dalam menyampaikan suatu pendapat, Membantu siswa dalam memudahkan untuk melakukan penyesuaian, Mampu meningkatkan perasaan saling percaya di antara anggota kelompok dan lebih luas, di antara sesama manusia,

Membantu siswa menghilangkan sifat yang suka mementingkan diri sendiri dan egois terhadap orang lain, Mampu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sosial dan kesetiakawanan dalam lingkungan social, Siswa dapat berperan aktif sebagai seorang tutor sebaya. Sehingga kelompok menjadi lebih berhasil untuk mencapai prestasi, Siswa dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok, dengan cara menjunjung tinggi norma – norma yang hidup dalam kelompok.

Baca juga:  Model Pembelajaran Make A Match Solusi saat PTM Terbatas

Dalam pembelajaran kooperatif ini menekankan peran aktif dari siswa. Sehingga siswa yang terbiasa bergatung dengan temannya akan berusaha memahami materi belajarnya dengan cara aktif bekerjasama dengan teman yang lain. Dengan model pembelajaran STAD siswa cenderung lebih serius untuk berfikir dan berdiskusi. Diharapkan dengan model pembelajaran ini ketergantungan siswa kurang mampu terhadap siswa yang lebih pandai akan berkurang, sehingga akan tercipta kemandirian siswa dalam belajar. (fkp2/zal)

Guru SDN Margosono, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya