alexametrics

Peningkatan Minat Baca Siswa Menggunakan Aplikasi WahatsApp Auto Respon

Oleh: Muhamad Khanif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MEMBACA bukanlah barang baru bagi seorang siswa, mulai di bangku PAUD atau TK seorang siswa sudah bersentuhan dengan buku (buku bacaan, bergambar dan buku tulis) termasuk juga alat-alat tulis artinya mereka sejak usia dini sudah dikenalkan dengan dunia menulis dan membaca.

Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan. Banyak orang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan, memperluas ilmu pengetahuan, menghindari diri dari kebodohan, dan dapat meningkatkan prestasi.

Namun pada kenyataannya, minat baca dikalangan siswa-siswi kelas V SD Negeri Sodong 02 saat ini sangat rendah. Buku siswa yang dibagikan guru tidak menjadi bahan bacaan bagi mereka. Setiap kali memulai kegiatan pembelajaran guru menanyakan siapakah yang sudah membaca materi pada hari itu, tidak lebih dari 30 % yang sudah membacanya. Padahal semenjak awal memasuki kelas V guru sudah mengingatkan baik kepada orang tua maupun siswa agar buku materi yang diterima menjadi bacaan wajib minimal satu hari satu halaman.

Baca juga:  Pembiasaan Kelompokan Usai Sekolah

Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca mereka yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri, seperti pembawaan, kebiasaan dan ekspresi diri. Sementara faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal ini mempengaruhi adanya motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca. Selain dari faktor tersebut, masih ada faktor yang mempengaruhi menurunnya minat baca, yaitu: Teknologi Informasi.

Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fiturnya menjadikan para siswa lebih gemar membuka sosial media dan bermain game baik offline maupun online daripada membaca buku. Dari sini penulis mencoba memanfaatkan sisi positif pesatnya perkembangan teknologi dengan memberikan tugas-tugas siswa menggunakan Aplikasi WahatsApp Auto Respon.
untuk meningkatkan minat baca mereka.

Baca juga:  Terkoyaknya Sopan Santun di Lingkungan Pendidikan

Menumbuhkan minat baca pada siswa diperlukan sebuah terobosan atau cara-cara yang efektif, agar mereka tertarik untuk melakukannya salah satunya adalah menggunakan media digital. Banyak sekali aplikasi Learning Management System (LMS) untuk pembelajaran online (daring) atau Pembelajaran Jarak Jauh, namun penulis lebih memilih menggunakan Aplikasi WahatsApp Auto Respon dalam memberikan tugas membaca kepada siswa. Selain cara pengoperasiannya mudah, penggunaan aplikasi ini dapat dijangkau oleh siswa yang berada di pelosok sekalipun. Selain itu jawaban menggunakan aplikasi ini dapat Berjalan secara otomatis sehingga membuat siswa lebih tertarik mengerjakannya karena mereka dapat bermain sambil membaca. (fkp2/zal)

Guru SDN Sodong 02

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya