alexametrics

Peningkatan Kompetensi Guru melalui Kegiatan In House Treining

Oleh: Eko Susilo, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DAPAT dirasakan sendiri bahwa saat ini kualitas pendidikan belum bisa dikatakan baik, apalagi kondisi pandemi yang mengubah kebiasaan dari belajar tatap muka menjadi belajar secara jarak jauh tidak dipungkiri hal ini menjadi salah satu penyebab kualitas pendidikan di Indonesia makin menurun.

Rendahnya kualitas pendidikan ini berdampak buruk bagi kehidupan bangsa, sebab salah satu faktor majunya suatu negara disebabkan oleh pendidikan yang maju. Kualitas pendidikan yang kurang baik dapat mengasilkan generasi muda yang sulit beradaptasi dengan perkembangan zaman karena pendidikan yang ditempuh kurang efektif. Sebaliknya pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang baik, inovasi-inovasi baru secara otomatis juga akan bermunculan.

Rendahnya kualitas pendidikan dapat dirasakan juga oleh sekolah yang saya pimpin yaitu SD Negeri Podosari di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan membawa dampak yang tidak baik. Salah satu dampak buruk pembelajaran jarak jauh adalah peserta didik menjadi kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Ini bisa dirasakan saat pembelajaran tatap muka terbatas sudah diijinkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal.

Baca juga:  Eksistensi Kepala Sekolah dalam Menciptakan Karakter dan Budaya Sekolah

Akhirnya kami mencari solusi untuk menghadapi masalah ini, yaitu dengan cara meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan In House Treining (IHT). Salah satu kompetensi guru yang ingin ditingkatkan adalah Kompetensi Pedagogik, yaitu ketrampilan guru dalam mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar megajar dengan peserta didik. Dengan harapan jika kompetensi pedagogik yang baik maka guru mampu menyajikan materi pembelajaran yang menyenangkan dan mudah diterima secara jelas oleh peserta didik. Guru dapat berkreasi mengemas mengunanakan metode, strategi yang kreatif dan inovatif sehingga mampu untuk meningkatakan keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas sehingga pada akhir nya hasil belajar peserta didik dapat meningkat.

In House Training ini adalah suatu pelatihan, dimana materi pelatihan, waktu serta tempat pelatihan ditentukan sesuai permintaan peserta, berdasarkan pemikiran bahwa sebagian upaya peningkatan kompetensi guru tidak harus dilakukan secara eksternal, namun bisa dilakukan secara internal. Dimana pelatihan bisa dilakasanakan di sekolah sendiri, dengan peserta guru di sekolah itu dan trainer merupakan salah satu guru di sekolah itu juga yang memliki kemampuan yang belum dimiliki oleh guru lain.

Baca juga:  Pemanfaatan Barang Bekas dalam Pembelajaran Hukum III Newton

IHT yang pernah kami lakukan adalah membuat Media belajar Power Point Animasi. Kegiatan ini dilaksanakan secara internal, dilaksanakan di ruang kelas SD Negeri Podosari dengan trainer guru kelas VI. Peserta IHT adalah semua guru kelas dan guru mapel. Kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu setelah kegiatan pembelajaran selesai. Dengan biaya diambilkan dari anggaran sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama 2 jam. Kegiatan IHT dihadiri juga oleh ketua komite dan pengawas sekolah.

Alasan mengangkat materi membuat Media belajar dengan Power Point Animasi adalah agar guru dapat mengikuti perkembangan zaman, dimana zamannya adalah guru harus melek digital. Guru dapat menerapkan metode pembelajaran secara digital agar lebih efisien. Guru tidak lagi hanya ceramah di depan peserta didik dengan sumber materi buku atau hanya catatan di papan tulis yang membuat peserta didik jenuh tidak semangat mengikuti kegitan belajar.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Pola Bilangan lewat Tayangan YouTube

Ternyata kegiatan IHT yang telah kami lakukan sangat bermanfaat, terlihat para guru bersemangat berkreasi mengemas bahan ajar dalam power point yang bagus dengan dilengkapi gambar animasi yang menarik. Mereka sering menggunakan waktu luang setelah kegiatan pembelajaran dengan duduk di depan laptop, menyiapkan materi belajar untuk disajikan kepada peserta didik. Mereka terlihat sangat asyik mengemas materi pembelajaran menggunakan power point animasi. Kondisi lain yang kami temukan di SD Negeri Podosari setelah adanya kegiatan IHT dampak dari guru menyajikan materi belajar mengunakan power point animasi adalah kondisi kelas lebih hidup, karena banyak peserta didik yang tertarik menyaksikan tayangan power point yang indah dan menarik karena ada animasi-animasi yang disajikan. Sehingga hasil belajar peserta didikpun dapat meningkat. (fkp2/zal)

Kepala SDN Podosari, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya