alexametrics

Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Adiwiyata sebagai Laboratorium Alam dalam Materi Ekosistem

Oleh : Yuliana Vidi Hapsari, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARASEMARANG.ID, SD Negeri Muntilan 3 merupakan salah satu sekolah adiwiyata di Kabupaten Magelang. Maka, berkomitmen pada penanaman karakter siswa untuk mencintai alam dan lingkungan sekitar.

Mencintai alam dan lingkungan sekitar pada siswa dapat melalui pelajaran di sekolah. Salah satu pelajaran di sekolah yang berhubungan dengan alam sekitar adalah pelajaran IPA.

Dalam muatan pelajaran IPA terdapat materi ekosistem. Dalam materi ini guru dituntut memberikan pembelajaran bermakna. Salah satu usaha untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna adalah menggunakan strategi pembelajaran kontekstual yaitu memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium alam.

Menurut Subiyanto (1988:91) yang dimaksud dengan laboratorium alam adalah alam sekitar yang tidak ada batasannya. Sehingga pada laboratorium alam ini kita dapat melakukan eksperimen atau percobaan yang karena menurut ukuran dan bentuknya tidak dapat kita lakukan di ruang yang dibatasi oleh dinding.

Jadi yang dimaksud laboratorium alam adalah lingkungan sekitar siswa yang digunakan siswa sebagai sumber belajar dengan cara mengamati, mencoba, dan meneliti.
Di sekolah adiwiyata yang memiliki halaman luas dan ditanami berbagai tanaman baik tanaman hias maupun tanaman obat adalah potensi yang baik bagi sarana laboratorium alam bagi siswa untuk mengeksplorasi terutama berkaitan dengan materi ekosistem.

Baca juga:  Tingkatkan Kosa Kata Bahasa Inggris dengan Snakes and Ladders

Interaksi antara siswa dan lingkungannya akan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Anak usia SD adalah usia anak belajar melalui pengalaman secara langsung. Menurut Majid (2014:10) anak SD usia 7 sampai 11 atau 12 tahun termasuk dalam tahap periode operasional konkret.

Konkret mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak-atik. Dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

Barlia (2006:2) mengatakan proses belajar mengajar dengan mengaplikasikan pendekatan lingkungan alam sekitar adalah upaya pengembangan kurikulum sekolah dengan mengikutsertakan segala fasilitas yang ada di lingkungan alam sekitar sebagai sumber belajar.

Mengajar dengan pendekatan alam sekitar dapat didefinisikan sebagai menggunakan atau memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di lingkungan alam sekitar sekolah sebagai laboratorium untuk belajar.

Baca juga:  Memahami Konsep Keseimbangan Harga Lebih Asyik dengan Role Playing

Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat penting bagi siswa. Ada berbagai macam sumber belajar. Seperti guru, buku-buku, labolatorium, tenaga ahli, serta lingkungan alam sekitar.

Lingkungan alam sekitar seperti kebun sekolah, apotek hidup, sungai dan sebagainya merupakan sumber belajar yang tidak habis-habisnya yang memberikan pengetahuan kepada kita.

Materi ekosistem sendiri mempelajari tentang sistem ekologi yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan sekitarnya. Pembelajaran materi ekosistem akan lebih bermakna jika siswa mengalami secara langsung di alam.

Pembelajaran langsung di alam adalah pembelajaran yang dirancang melibatkan peserta didik dalam menggali potensi, informasi dan bertanya, beraktivitas, menemukan, mengumpulkan data dan mampu menganalisis serta membuat kesimpulan sendiri.

Baca juga:  Tingkatkan Kreativitas Siswa dengan Belajar Reklame

Lingkungan alam di sekitar siswa sebagai salah satu kajian dalam IPA dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium alam untuk memberikan pembelajaran yang bermakna dalam materi ekosistem.

Lingkungan sekitar sekolah sebagai laboratorium alam akan membuat siswa lebih antusias. Siswa akan menemukan sendiri konsep belajarnya melalui mengamati menanya, menganalisis serta merumuskan sendiri teori di lingkungan sekolah.

Melalui berpikir kritis dan menghubungkannya dengan teori yang didapat di dalam kelas. Sehingga dapat meningkatkan produk, proses, keterampilan dan meningkatkan kinerja para siswa SD dalam pembelajaran materi ekosistem.

Pengalaman belajar siswa ini akan jauh lebih penting jika dapat bermanfaat bagi siswa untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pembelajaran idealnya mengaitkan dengan lingkungan alam sekitar. (mn2/lis)

Guru SD Negeri Muntilan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya