alexametrics

Mudah, Menyampaikan Materi dengan Video

Oleh: Inggrit Prasilia D, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi, proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Pembelajaran daring membatasi pertemuan antara guru dan peserta didik. Sehingga penjelasan tentang materi pelajaran tidak selalu dapat dilakukan secara langsung.

Seperti saat pembelajaran tatap muka. Hal tersebut menjadi tantangan bagi guru. Agar penyampaian materi pelajaran selama pembelajaran daring tetap dapat dilaksanakan dengan baik.

Salah satu cara agar penyampaian materi pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran perlu menggunakan media pembelajaran. Guru harus dapat memilih media pembelajaran yang dapat digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran secara daring dan bisa diunggah di LMS Moodle.

Penulis sebagai guru mata pelajaran IPS di SMP Negeri 6 Salatiga harus memilih media pembelajaran sesuai dengan karakteristik IPS. Dimana bahan pelajarannya akan lebih banyak memperhatikan minat peserta didik, masalah-masalah sosial, keterampilan berpikir serta pemeliharaan atau pemanfaatan lingkungan alam.

Baca juga:  Usai PTM, Siswa dan Guru Rapid Antigen

Pemilihan media yang tepat dapat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Sehingga peserta didik mampu memahami materi yang disampaikan terutama selama proses pembelajaran secara daring.

Menurut H. Malik (1994) media belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran). Sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan pembelajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Rudy Sumarsono, Hisbiyatul Hasanah, Dedy Ariyanto, 2017:10).

Media pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran harus dapat diakses seluruh peserta didik terutama selama pembelajaran daring.

Penulis memilih menggunakan video sebagai media dalam menyampaikan materi pelajaran IPS. Menurut Munir (2013) video adalah teknologi penangkapan, perekaman, pengolahan, penyimpanan, pemindahan, dan perekonstruksian urutan gambar diam dengan menyajikan adegan-adegan dalam gerak secara elektronik.

Sehingga tayangan video tampak seperti gambar yang bergerak. Istilah video pembelajaran merujuk video yang dirancang atau digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Video Pembelajaran Solusi KBM di Masa Pandemi Covid-19

Seperti merangsang sikap, menayangkan suatu tempat secara virtual dan realistik, meningkatkan pengetahuan, melatih keterampilan, dan sebagainya. Dengan demikian, video dapat dikatakan mampu membelajarkan berbagai topik pelajaran. Baik yang bersifat kognitif, afektif, dan psikomotorik (Hamdan Husein Batubara, 2020:161-162).

Video pembelajaran yang dibuat penulis berasal dari file powerpoint yang telah diberi rekaman suara penjelasan materi pelajaran dengan memanfaatkan software filmora. File powerpoint dibuat semenarik mungkin dengan melampirkan gambar-gambar.

Sehingga ketika diubah menjadi video akan menjadi media pembelajaran yang dapat merangsang minat belajar peserta didik. Video pembelajaran kemudian diunggah ke akun youtube yang dimiliki penulis. Tautan youtube kemudian diunggah di LMS Moodle. Peserta didik dapat dengan mudah mengakses video pembelajaran tersebut berulang-ulang, kapan saja, dan dimana saja.

Baca juga:  Kirim Tugas lewat WA Hari ini, Baru Dibalas Besok

Penggunaan media pembelajaran berupa video sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru dapat dengan mudah menjelaskan hal-hal yang ingin diajarkan kepada peserta didik.

Tanpa dibatasi ruang dan waktu. Seluruh peserta didik mendapatkan informasi secara serempak. Sehingga menghindari miskonsepsi. Selain itu, video pembelajaran juga dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik yang mulai merasa jenuh dengan pembelajaran daring.

Pembelajaran daring bukan menjadi alasan bagi guru untuk tidak dapat menyampaikan materi pelajaran. Video pembelajaran berupa penjelasan materi pelajaran menjadi jembatan penghubung antara guru dan peserta didik selama pembelajaran daring.

Meski hanya dengan sebuah video, peserta didik tetap dapat mendapatkan pengajaran yang maksimal. Mereka tetap dapat memahami materi pelajaran meski tanpa bertemu secara langsung dengan guru. (pr2/fth)

Guru SMP Negeri 6 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya