alexametrics

Plotagon Atasi Kebosanan Siswa Belajar di Masa Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini secara tidak langsung mengubah paradigma pendidikan. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya dengan tetap melaksanakan pembelajaran walaupun dengan sistem online.

Pasalnya, pembelajaran online yang kemudian disebut daring (dalam jaringan) menuai problematika pembelajaran yang berdampak pada siswa. Di antaranya siswa merasa implementasi media pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik. Sehingga menjadikan siswa bosan untuk mengikuti proses belajar mengajar (KBM) secara online.

Kondisi ini yang dialami oleh siswa kelas III SDN Surodadi 1 Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Indikasi tersebut jika didiamkan memungkinkan siswa enggan belajar dan berdampak pada hasil belajar siswa. Selain itu, mutu dan kualitas pendidikan secara berangsur akan menurun.

Dalam hal ini, guru yang berperan sebagai fasilitator pembelajaran dituntut untuk mendesain pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan agar meningkatkan motivasi belajar siswa.

Selain itu, di era pembelajaran revolusi industri 4.0 yang identik dengan integrasi teknologi ke dalam pembelajaran atau yang disebut ICT in Education menjadi tantangan guru untuk mendesain materi pembelajaran berbasis teknologi.

Hal ini dimaksudkan agar siswa tertarik untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar secara mandiri walaupun dilakukan secara online. Implikasinya adalah jika siswa senang dalam mengikuti pembelajaran, motivasi belajar siswa dapat meningkat sehingga hasil belajar siswa menjadi optimal.

Salah satu aplikasi yang digunakan untuk mendesain pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan adalah “Plotagon”. Plotagon merupakan aplikasi animasi 3D yang dapat digunakan guru dalam mendesain pembelajaran. Output yang dihasilkan animasi 3D dengan menggunakan aplikasi plotagon yaitu format video.

Pasalnya, anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar sangat senang untuk melihat video-video yang bergenre anime/kartun. Sehingga, pemanfaatan media pembelajaran berbasis animasi ini dapat memberikan stimulus kepada siswa dalam proses pembelajaran.

Plotagon memungkinkan user untuk memilih karakter kartun yang akan digunakan yang biasa disebut avatar sesuai karakteristik tokoh yang ingin digunakan. Selanjutnya, latar belakang/tempat yang digunakan bisa disesuaikan, pakaian, aksesori, dan gerakan yang diinginkan bisa diatur. Animator dalam hal ini guru dapat mengisi suara (dubbing) di anime tersebut sehingga akan memberikan kesan menarik kepada user dalam hal ini yaitu siswa.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam implementasi media pembelajaran berbasis anime dengan bantuan plotagon, di antaranya media pembelajaran dapat menarik perhatian siswa.

Meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, dan memberikan pengalaman baru bagi siswa maupun guru dalam mendesain media pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, animasi juga dapat menjelaskan hal yang sifatnya kompleks atau sulit dijelaskan dengan hanya gambar atau kata- kata saja (Suheri, 2006: 29).

Langkah-langkah dalam mendesain pembelajaran berbasis animasi plotagon yaitu pertama, guru menginstal aplikasi plotagon yang dapat didownload di playstore/appstore. Kedua klik icon clip yang terdapat pada bagian kiri atas kemudian akan muncul blank space.

Guru dapat menentukan karakter avatar yang akan digunakan, background atau latar tempat, shoot kamera yang mengatur sudut pandang tokoh dalam berbicara, gerakan tangan serta ekspresi kartunnya. Ketiga, menentukan berapa scene yang akan digunakan. Keempat, mengisi suara/dubbing pada tokoh kartun yang digunakan. Langkah terakhir setelah semuanya selesai yaitu export dalam format mp4.

Penggunaan media pembelajaran berbasis animasi dengan plotagon dinilai sangat efektif dan memberikan dampak signifikan terhadap siswa kelas III SDN Surodadi 1 Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Data menunjukkan siswa yang awalnya hanya 69 persen lulus KKM, sekarang meningkat menjadi 93 persen. Dapat disimpulkan implementasi media pembelajaran berbasis animasi 3D ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga output/hasil belajar siswa dapat meningkat secara signifikan. (mn1/lis)

Guru Kelas III SDN Surodadi 1, Candimulyo, Kabupaten Magelang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

2.000 KK MBR Terima Sambungan Air Bersih

Langkah Sederhana Selamatkan Lingkungan

Pola Tanam Salah, Sedimentasi Tinggi

Populer

Artikel Menarik Lainnya