alexametrics

Cara Menarik Minat Belajar Matematika dengan Media UPAH

Oleh: Sustiana Wati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA memang suatu pelajaran yang cukup sulit dan sering membuat pusing jika tidak mempunyai minat pada hal tersebut. Padahal, setiap orang wajib untuk memahami pelajaran tersebut selama kurang lebih 12 tahun di sekolah.

Banyak orang yang menganggap pelajaran matematika menjadi hal yang sangat sulit untuk dikuasai. Sikap negatif tersebut membuatnya tidak pernah fokus pada masalah yang ditanganinya.

Hal tersebut menyebabkan rasa gugup tepat sebelum ujian dilakukan yang berakhir tidak dapat mengerjakannya. Hal ini sama terjadi pada peserta didik kelas 6 SDN 02 Menjangan sehingga berpengaruh besar pada hasil belajar. Setiap hari ada pelajaran matematika ada beberapa siswa yang tidak berangkat sekolah dengan berbagai alasan.

Melihat keadaan seperti ini penulis berupaya mengajak siswa untuk belajar yang santai yaitu dengan bermain. Bermain merupakan sifat naluriah seorang anak. Ketika anak telah memasuki usia yang aktif, aktivitas yang paling mengasyikan untuk mereka adalah bermain. Dan tetap penulis harus menyesuaikan bentuk permainan dengan materi yang akan dipelajari. Kali ini materi yang dibahas adalah tentang Bilangan Bulat perlu pengulangan materi dikarenakan nilai ulangan harian siswa masih dibawah rata-rata.

Baca juga:  Google Classroom Solusi di Masa Pandemi

Melalui kegiatan bermain, anak belajar banyak hal, bermain merupakan bagian yang amat penting dalam tumbuh kembang anak untuk menjadi manusia seutuhnya (Dwi Sunar, 2007: 5). Kita dapat membuat papan permainan ular panah sendiri dengan mudah.

Gunakan bagian dalam kotak sereal atau karton lainnya sebagai papan. Gambarlah 40 hingga 100 buah petak yang cukup luas untuk pion kecil (koin kecil ideal untuk menjadi pion). Gambarlah 6 buah tangga dan 6 ekor ular pada petak-petak tertentu, dengan setiap panah atau ular menghubungkan satu petak dengan petak yang berbeda. Selalu letakkan ekor ular pada petak yang kita inginkan orang-orang untuk turun (satu petak di dekat petak terakhir dapat menjadi pilihan yang menarik). Lihatlah papan permainan ular panah yang ada di internet untuk mendapatkan ide.

Baca juga:  Menarik Minat Belajar Siswa Kelas Rendah dengan Alat Peraga Kartu Huruf

Langkah-langkah dan metode dalam permainan ular dan panah (Upah) : Pertama, Guru membagi beberapa kelompok untuk bermain dalam 1 lembar papan “Upah”, kemudian guru mempersiapkan papan permainan ular tangga beserta dadunya. Kedua, Guru menempelkan kertas yang berisi pertanyaan pada setiap kotak papan permainan ular tangga.

Ketiga, Pertanyaan tersebut berupa materi yang sesuai dengan indikator pembelajaran atau RPH. Keempat, Guru membagi siswa untuk berpasangan menjadi kelompok, tiap kelompok ada 2 siswa. Kelima, Setelah terbentuk kelompok guru memberikan petunjuk kepada siswa tentang tata cara bermainnya.

Cara bermain ular dan panah (Upah) atau tekniknya adalah: Guru menyiapkan soal dalam bentuk lembaran kertas yang telah dipotong-potong. Tiap anggota kelompok bergantian melempar dadu jika telah menjawab pertanyaan dengan benar, dadu yang mempunyai mata enam. Jika dadu yang jatuh menunjukkan mata dadu 5, maka siswa harus berjalan 5 kotak pada papan permainan ular tangga tersebut.

Baca juga:  Alat Bantu Bilbul dengan Manik-Manik Lebih Bersemangat Belajar Matematika

Jika sudah dijalankan, kotak yang berisi pertanyaan dijawab oleh siswa, jika benar siswa tersebut mendapat poin/bintang. Permainan berlanjut hingga ke kelompok~kelompok berikutnya. Selanjutnya guru memberikan evaluasi hasil metode dan teknik pembelajaran menggunakan permainan ular tangga. Guru menentukan kesimpulan konsep pembelajaran.

Dilihat dari segi aspek sosial emosional, melalui kegiatan bermain anak dilatih untuk memahami adanya aturan main dan dituntut untuk mentaatinya selain itu, anak dilatih untuk bersikap kooperatif dan menunjukkan antusiasme dalam melakukan permainan kompetitif secara positif. Anak dibiasakan untuk mengembangkan sikap gigih untuk mencapai kemenangan dan memiliki sportif. (ct4/zal)

Guru SDN 02 Menjangan, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya