alexametrics

Belajar Seleksi Alam Menyenangkan dengan Metode Praktikum Menggunakan Biji-Bijian

Oleh : Uri Sumiyati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Saat ini pembelajaran tatap muka sudah mulai terlaksana serentak di Indonesia meskipun belum 100 persen. Ini saat yang ditunggu-tunggu baik oleh peserta didik maupun para guru. Transfer of knowledge, transfer informasi maupun kegiatan-kegiatan dalam rangka memahami suatu konsep dalam suatu pembelajaran sudah mulai dapat dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan.

Salah satu kegiatan yang dapat dilaksanakan adalah dengan melakukan praktikum suatu permasalahan yang dianggap sulit oleh peserta didik tetapi akan mudah dipahami ketika peserta didik sudah selesai melakukan suatu percobaan.

Salah satu kompetensi dasar dalam K13 pada kelas IX adalah menerapkan konsep pewarisan sifat dalam pemuliaan dan kelangsungan makhluk hidup. Dalam KD ini dapat dirumuskan salah satu indikator yaitu mengumpulkan informasi yang terkait dengan adaptasi dan seleksi alam. Seperti bunglon yang beradaptasi dengan mengubah warna tubuhnya, pohon jati yang menggugurkan daunnya, atau fenomena lain.

Dalam indikator ini peserta didik dapat lebih mudah memahami seleksi alam dengan melakukan praktikum dengan memanfaatkan biji-bijian yang ada di sekitarnya atau yang mudah ditemukan. Biji-bijian yang dapat digunakan misalnya kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai coklat, kacang kedelai hitam.

Metode praktikum adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan memberikan kesempatan berlatih kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan sebagai penerapan bahan/pengetahuan yang telah mereka pelajari sebelumnya mencapai tujuan pengajaran.

Menurut Hegarty-Hazel seperti dikutip Lazarowitz & Tamir (1994) praktikum adalah suatu bentuk kerja praktik yang bertempat dalam lingkungan yang disesuaikan dengan tujuan agar siswa terlibat dalam pengalaman belajar yang terencana dan berinteraksi dengan peralatan untuk mengobservasi serta memahami fenomena. Praktikum juga disebut metode laboratori.

Dalam kegiatan pembelajaran di SMP N 1 Srumbung di kelas IX dilakukan metode praktikum tentang pemanfaatan biji-bijian untuk memahami seleksi alam. Pada awal kegiatan siswa dibuat kelompok yang terdiri atas 4 anak.

Masing-masing kelompok diminta membawa 4 macam biji-bijian. Misalnya kacang hijau, kacang tanah, kedelai kuning dan kedelai hitam, atau komposisi biji-bijian lain yang mudah didapatkan peserta didik dengan minimal 4 macam biji-bijian.

Masih berada di meja peserta didik, masing-masing kelompok menghitung sejumlah 50 untuk masing-masing biji-bijian dan dimasukkan dalam satu wadah sambil diaduk-aduk sehingga bercampur.

Setelah itu masing-masing kelompok menuju tempat yang terdiri atas rerumputan. Peserta didik membuat kapling seluas 1 m2 dengan menggunakan tali rafia sebagai pembatasnya. Setelah siap tempatnya maka biji-bijian yang sudah disiapkan sebelumnya ditaburkan di atas kaplingan secara acak.

Salah satu siswa memutar tubuhnya di tempat selama 60 detik kemudian secara langsung memungut satu per satu biji yang terlihat olehnya dan menempatkannya dalam satu wadah tertentu.

Waktu yang digunakan untuk memungut biji sekitar 2 menit. Peserta lain membuat tabel perolehan masing-masing biji yang terambil. Setelah selesai satu peserta didik, percobaan ini diulangi sampai semua peserta didik melakukannya. Tabel hasil percobaan yang dihasilkan kemudian dianalisis biji warna apakah yang paling banyak terambil sampai biji yang paling sedikit terambil.

Dari hasil percobaan yang dilakukan siswa kelas IX SMPN 1 Srumbung diperoleh hasil dari yang terbanyak adalah kedelai hitam, kacang tanah, kedelai kuning, dan yang paling sedikit kacang hijau. Dapat diambil kesimpulan misalnya peserta didik adalah sebagai predator dalam suatu ekosistem sawah, maka organisme yang tetap dapat bertahan keberadaannya adalah yang menyerupai warna habitatnya.

Organisme yang mempunyai warna mencolok dari habitatnya, dia akan mudah terlihat predator dan cepat punah. Dengan menggunakan model praktikum ini peserta didik lebih gampang memahami materi tentang kelangsungan hidup melalui seleksi alam. (ms1/lis)

Guru IPA SMPN 1 Srumbung, Kabupaten Magelang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya