alexametrics

Serunya Belajar Kosakata dengan Metode Bermain Peran

Oleh : Warkumi, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi. Proses ini menjadi berarti ketika tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan mengena. Pembelajaran yang menyenangkan itu mampu memberikan semangat untuk menggali pemahaman secara mendalam. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan itu dibutuhkan desain pembelajaran sesuai. meskipun pada praktik lapangannya tidak selalu mudah.

Seperti halnya dialami penulis pada siswa kelas II (dua) di SD Negeri 01 Siwalan masih terdapat siswa yang tidak serius, bercanda dan bosan di dalam kelas pembelajaran. Penulis menerapkan pembelajaran metode bermain peran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi kosakata. Metode ini disesuaikan dengan tema berkaitan dengan lingkungan.

Yamin (dalam Sutino 2005:76) menyatakan bahwa metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai tokoh yang dilakoni. Siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memerankan sehingga guru dapat menemukan masalah yang mereka hadapi dalam pelaksaannya. Hamalik (dalam Sutino 2011: 28) menyatakan metode bermain peran adalah teknik-teknik simulasi yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antarinsani.

Baca juga:  Mudahnya Identifikasi Pecahan dengan Video Pembelajaran

Para siswa berpartisipasi sebagai pemaindengan peran tertentu atau sebagai pengamat bergantung dari tujuan-tujuan dari penerapan metode tersebut. Metode bermain peran adalah salah satu bemtuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku, dan nilai dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandang, dan cara berpikir orang lain dengan memerankan peran orang lain.

Terdapat lima karakteristik bermain peran diantaranya didasari motivasi yang muncul dari dalam. Jadi anak melakukan kegiatan itu atas kemauannya sendiri, Sifatnya spontan dan sukarela, bukan merupakan kewajiban.

Anak merasa bebas memilih apa saja yang ingin dijadikan alternatif bagi kegiatan bermainnya, Senantiasa melibatkan peran aktif dari anak, baik secara fisik maupun mental, Memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain, seperti kemampuan kreatif, memecahkan masalah, kemampuan berbahasa, kemampuan memperoleh teman sebanyak mungkin dan sebagainya.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar Siswa tentang Pecahan dengan Blok Pecahan

Langkah-langkah Penggunaan Metode Bermain Peran pada materi pembelajaran kosakata kelas II di SD Negeri 01 Siwalan sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi pembelajaran.

Motivasi pembelajaran yang ditunjukan bisa berupa game berperan atau penayangan drama seperti teater anak anak SD atau tanyangan film. Kemudian, guru menyampaikan kompetensi dasar dan materi pembelajaran yang akan disampaikan dalam kelas pembelajaran. Lalu, guru memberikan deskripsi skenario kajadian atau situasi yang dipentaskan bertema lingkungan. Tiap siswa menggunakan papan nama untuk memudahkan peran masing –masing.

Setelah itu, siswa mempelajarai karakteristik peranan yang akan dipentaskan. Kemudian, memilih pemeran dan menugaskan untuk menghayati peran yang harus dibawakan. Lalu, melaksanakan kegiatan bermain peran.

Baca juga:  Pembiasan Karakter pada Pendidikan Anak Usia Dini melalui Bermain Peran

Secara bergantian berdasarkan kelompok yang dibuat oleh guru. Sebaiknya tiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Dengan tema lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat. lalu, kegiatan mendiskusikan hasil bermain peran. Di tahap ini menjadi pembahasan tentang kosakata yang diucapkan dalam berperan pada tema lingkungan. Terakhir, guru melakukan refleksi pembelajaran untuk memastikan bahwa siswa mempunyai pemahaman tuntas.

Manfaat metode bermain peran pada materi pembelajaran kosakata ini siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengenali dan memperhitungkan perasaannya sendiri serta perasaan orang lain, siswa bisa memiliki perilaku baru dalam menghadapi situasi sulit yang tengah dihadapi dan siswa meningkatkan skill memecahkan masalah serta bermain peran bisa merangsang timbulnya beberapa aktivitas. Siswa menikmati tindakan atau peranannnya. (cd1/ton)

Guru Kelas II SDN 01 Siwalan Kec Siwalan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya