alexametrics

Serunya Belajar Kebugaran Jasmani melalui Metode Problem Based Learning

Oleh : Yun Purwaningrum, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.
Kesengajaan ini tidak sekadar menyampaikan tanpa mempertimbangkan dampak desain pembelajaran yang dilakukan di kelas.

Maka skenario pembelajaran perlu dipikirkan dengan matang dengan menggunakan media, metode, pendekatan yang sesuai sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa.

Di kelas VII di SMP Negeri 02 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan masih terdapat siswa yang tidak paham dan kurang bersemangat dalam menggali pengetahuan di kelas. Maka, penulis menerapkan metode problem based learning (PBL) pada materi kebugaran jasmani kelas VII.

Pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning adalah rentetan kegiatan pembelajaran yang bertumpu suatu masalah yang nantinya akan di pecahkan dengan cara ilmiah. Pengertian tersebut diutarakan oleh Sanjaya (2006: 214).

Baca juga:  Belajar Permainan Olahraga Kasti dengan TGT

PBL menurut J. Duch (1994) adalah instruksi kepada siswa untuk selalu belajar. Menciptakan kolaborasi yang solid dalam suatu grup untuk memecahkan masalah. Pembelajaran berbasis masalah yang didesain dengan serius dan baik akan memberi siswa kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang berkaitan dengan kerja sama dalam grup atau tim.

Berikut adalah penggunaan sintaks dari model pembelajaran problem based learning pada pembelajaran materi kebugaran jasmani mata pelajaran PJOK kelas VII: pertama, guru menyampaikan dasar pengetahuan yang terdiri dari konsep dasar, instruksi, sumber, koneksi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam materi pembelajaran kebugaran jasmani. Ini bermanfaat agar siswa bisa menangkap maksud dari apa yang disampaikan.

Sehingga suasana pembelajaran akan terkoneksi dengan mudah dan visi misi pembelajaran bisa tercapai. Kedua, pada bagian ini guru mengutarakan skenario atau permasalahan, lalu siswa melaksanakan aktivitas brainstorming. Setiap siswa dalam grup harus menyatakan ide dan pendapat.

Baca juga:  Metode Drill Tingkatkan Hasil Belajar Shooting Bola Basket

Langkah ini bisa melahirkan berbagai macam gagasan yang tidak terduga sebelumnya. Ketiga, siswa diharuskan menemukan referensi belajar lain dari banyak sumber agar permasalahan yang ada akan semakin jelas.

Referensi belajar bisa artikel, video, tempat baru, perpustakaan, berita, situs internet, buku dan apapun itu asalkan bahan berasal dari sumber yang relevan.

Pada sesi selanjutnya siswa diminta berdiskusi dalam sebuah grup untuk mematangkan bahan sumber yang ada lalu merumuskan solusi untuk permasalahan grup. Sehingga pertukaran pengetahuan dalam grup diskusi bisa dilaksanakan dengan baik. Terakhir, guru melakukan evaluasi tiga aspek penilaian yang perlu digarisbawahi. Di antaranya sikap, pengetahuan dan keterampilan dan refleksi pembelajaran.

Kelebihan pada metode ini bahwa penemuan solusi adalah metode paling signifikan untuk bisa memahami pengetahuan, problem solving bisa memicu pembelajar untuk lebih haus dengan ilmu pengetahuan. Pemecahan masalah bisa menumbuhkan semangat siswa dalam kegiatan belajar.

Baca juga:  Discovery Learning, BDR menjadi Menarik

Bisa bermanfaat untuk menemukan cara agar menerangkan pengetahuan kepada orang lain, memberikan rasa tanggung jawab dalam belajar.

Selain itu penemuan solusi ini juga bisa mengembangkan kemampuan siswa dalam refleksi diri terhadap proses belajar.

Siswa tidak hanya belajar melalui buku dan guru secara mentah. Dengan metode pemecahan masalah siswa cenderung lebih bersemangat dan menyukai dalam proses pembelajaran serta berguna untuk memicu siswa untuk secara konsisten untuk terus belajar.

Sedangkan jika pembelajar tidak mempunyai inisiatif atau semangat dan permasalahan terlalu sulit dipecahkan, siswa akan merasa jenuh untuk hanya sekadar mencoba ini akan menjadi kelemahan dari metode tersebut. (cd1/lis)

Guru PJOK SMP Negeri 2 Wonopringgo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya