alexametrics

Scramble Menyenangkan Diterapkan Matematika Kelas Rendah

Oleh:Maziyah,S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan salah satu ilmu yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa disadari, matematika digunakan dalam aktifitas sehari- hari. Meski begitu, sebagian besar peserta didik tidak menyukai pelajaran matematika.

Itulah kenyataan yang harus dihadapi guru matematika. Sehingga mereka pasif, tidak bersemangat bahkan terkadang tidak memperhatikan materi yang disampaikan guru.
Guru matematika harus berupaya agar peserta didik menyukai matematika. Hal ini agar mereka termotivasi mengikuti pembelajaran.

Matematika itu terasa sulit karena pemilihan metode belajar matematika yang kurang tepat. Dengan motivasi yang tinggi dan aktif dalam kegiatan belajar mengajar tentu akan meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Pembelajaran kelas 1 MI Karanganyar 02 Kecamatan Tirto misalnya, sebagian peserta didik menggambar, dan mengobrol. Kondisi ini membuat pembelajaran menjadi kurang semangat dan menjadikan siswa tidak tuntas di atas KKM. Dalam ulangan harian penjumlahan dari 85% kurang tercapai.

Baca juga:  Mudah Pahami Menulis Proposal dengan Jigsaw

Matematika seringkali dianggap membosankan karena murid tidak dapat menemukan relevansi antara matematika dengan hal-hal nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jika guru tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap suatu mata pelajaran, maka akan kesulitan untuk mengajar orang lain.

Minimnya minat dan keterbatasan dalam komunikasi juga dapat menyebabkan murid kesulitan belajar matematika.

Di sinilah peran guru sangat penting. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan. Sehingga anak-anak lebih bersemangat dalam proses pembelajaran ataupun mempersiapkan sebelumnya.

Penulis melihat peserta didik masih rendah dan kurang lancar dalam berhitung pada materi pengenalan bilangan. Maka penulis menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan Metode Scramble modifikasi dengan angka dan huruf. Metode Scramble seperti halnya model pembelajaran Word Square. Menggunakan kata-kata sebagai media pembelajaran.

Baca juga:  Peningkatan Kemampuan Bercerita Anak dengan Sikopin

Bedanya jawaban pertanyaan tidak disusun dalam bentuk kotak jawaban. Tetapi jawaban sudah tertulis dalam susunan huruf dan angka yang acak. Shoimin (2014: 166) mengatakan, model pembelajaran scramble merupakan metode yang berbentuk permainan acak kata/angka, kalimat, atau paragraf.

Adapun langkah yang harus dilakukan adalah Pertama, guru menyajikan materi sesuai dengan topic pembelajaran. Kedua, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-5 anak. Ketiga, guru keluarkan kalimat-kalimat beserta angka yang terdapat dalam wacana tersebut ke dalam kartu-kartu kalimat.

Keempat, guru membuat kartu soal beserta kartu jawaban yang diacak nomornya sesuai materi bahan ajar teks yang telah dibagikan sebelumnya dan membagikan kartu soal. Kelima, siswa dalam kelompok masing-masing mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok, sebelumnya jawaban telah diacak sedemikian rupa. Keenam, siswa diharuskan dapat menyusun kata jawaban yang telah tersedia dalam waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai mengerjakan soal, hasil pekerjaan siswa dikumpulkan dan dilakukan pemeriksaan.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berbicara dengan Role Playing

Banyak murid kesulitan belajar matematika karena kehilangan motivasi. Dengan menerapkan model pembelajaran scramble dapat menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan. Tidak membosankan. Sehingga hasil belajar siswa kelas 1 dapat meningkat secara signifikan. (cd1/fth)

Guru Kelas 1 MI Karanganyar 02 Tirto Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya