alexametrics

Pengimajinasian Benda Mempermudah Temukan Ide Cerita Fantasi

Oleh : Nur Indah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setiap orang secara umum sudah memiliki daya imajinasi masing-masing. Hanya saja tidak semua orang mampu mengasah daya imajinasinya. Salah satu cara agar daya imajinasi seseorang semakin terasah adalah dengan menulis cerita fantasi. Cerita fantasi ini biasanya disukai oleh anak-anak karena dijadikan sebagai hiburan untuk dirinya.

Menulis cerita fantasi ini bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk mengasah kemampuan kreatif yang dimiliki seseorang. Menurut Nurgiyantoro (2013 :113) Cerita fantasi adalah cerita yang menampilkan tokoh, alur, latar, yang derajat kebenarannya diragukan, baik menyangkut (hampir) seluruh maupun hanya Sebagian cerita. Semakin tinggi daya imajinasi dan kreativitas pengarang maka akan semakin menarik cerita fantasi yang dihasilkan.

Tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran adalah agar siswa mampu memahami dan mengungkapkan beberapa hal yang merekam gagasan, pendapat, pesan, dan perasaan dalam bentuk tertulis.

Baca juga:  Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 melalui Kartu Huruf

Salah satu kompetensi dasar yang terdapat di dalam kurikulum Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan strukur dan penggunaan Bahasa.

Pembelajaran menulis cerita fantasi yang terjadi di kelas VII SMP Negeri 4 Comal sebagian siswa mengalami kendala dalam menyusun teks cerita fantasi. Hal yang menjadi penyebabnya yaitu siswa beranggapan bahwa menulis cerita merupakan hal yang sangat sulit.

Kesulitan yang dialami siswa di antaranya kesulitan dalam menentukan ide dan mengembangkannya menjadi sebuah cerita yang menarik sehingga mempengaruhi motivasi siswa dalam menulis.

Bagi penulis pemula, menulis cerita bukanlah hal yang mudah. Siswa perlu menggali ide sebanyak-banyaknya tentang objek yang diminati. Berikut disampaikan beberapa langkah menemukan ide cerita fantasi melalui pengamatan langsung terhadap objek.

Langkah awal guru menjelaskan kepada siswa tentang bagaimana cara menemukan ide cerita melalui pengamatan benda yang terdapat di sekitar. Siswa diberi penjelasan bahwa ide cerita dapat diambil dari mereka yang suka berhalusinasi.

Baca juga:  Media Google Form Sebuah Alternatif dalam Penilaian PJJ

Misalnya ketika siswa berada di suatu tempat, amati benda-benda yang ada di sekitar kemudian menentukan salah satu benda maka siswa dapat mengimajinasikan benda tersebut seakan-akan mempunyai kekuatan atau keajaiban. Buatlah hasil imajinasi benda tersebut menjadi sebuah ide cerita fantasi dan kembangkan menjadi sebuah cerita yang menarik dengan tidak melupakan kaidah kebahasaan yang tepat.

Langkah kedua, guru meminta siswa melakukan pengamatan terhadap benda- benda yang berada di sekitarnya. Dari pengamatan tersebut siswa menentukan salah satu benda atau makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Tidak masalah jika ada beberapa siswa yang menentukan benda yang sama karena imajinasi mereka akan berbeda.

Setelah itu, siswa diberikan waktu untuk mengimajinasikan dengan membayangkan bahwa benda atau makhluk hidup tersebut mempunyai kekuatan atau keajaiban. Dengan demikian, siswa sudah menemukan ide cerita dengan mudah dan cepat.

Baca juga:  Permainan Bola Kertas untuk Meningkatkan Kepedulian Siswa pada Lingkungan

Langkah ketiga, siswa mengembangkan ide cerita menjadi paragraf-paragraf dengan memperhatikan kaidah kebahasaan yang tepat. Mereka akan berkreasi menentukan tokoh, latar, dan alur cerita sesuai dengan imajinasi masing-masing menjadi sebuah cerita fantasi yang menarik.

Dengan melakukan pengamatan dan pengimajinasian benda di sekitar, siswa SMP Negeri 4 Comal lebih termotivasi dan tertarik untuk menulis sebuah cerita fantasi. Dalam menemukan ide cerita mengalami peningkatan baik waktu maupun kualitasnya.

Siswa lebih cepat dan mudah menemukan ide cerita dan senang karena mereka merasa mampu menemukan ide cerita sendiri. Pada akhirnya mereka sangat antusias untuk menulis sebuah cerita fantasi. (cd1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 4 Comal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya