alexametrics

Memotivasi Siswa Menyukai Olahraga dengan Permainan Tradisional

Oleh : Kristiningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Permainan tradisional merupakan lambang pengetahuan yang diturunkan dari generasi ke generasi, dan memiliki banyak fungsi atau pesan di baliknya sedangkan pada prinsipnya permainan anak-anak tetaplah permainan anak-anak.

Dengan demikian suatu bentuk atau rupa selalu menyenangkan dan menghibur anak-anak karena tujuannya adalah untuk membantu bermain. Di sekolah permainan tradisional dapat diperkenalkan melalui pendidikan jasmani.

Karena pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan dengan memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik berupa kegiatan jasmani permainan dan olahraga yang direncanakan secara sistematis yang merangsang pertumbuhan dan perkembangan keterampilan jasmani jasmani motorik berpikir emosional sosial dan moral.

Sering penulis temui di SDN Kasimpar Kecamatan Petungkriyono, baik dari kelas 1-6, pada setiap pembelajaran PJOK ada siswa yang bermalas-malasan mengikuti olahraga. Banyak penyebab anak tidak suka pelajaran olahraga disekolah, dari kemampuan motorik yang bermasalah, materi pelajaran yang tak menarik. Yang perlu ditanamkan pada anak bahwa di sekolah tidak ada pelajaran “istimewa” atau pelajaran “kelas dua”. Artinya semua mata pelajaran sama pentingnya. Begitupun pelajaran olahraga.

Baca juga:  Manfaat Permainan Bola Besar dalam Melatih Sifat Kegotongroyongan Siswa

Maka dalam pembelajaran materi gerak dasar penulis menjelaskan pada siswa bahwa olahraga selalu identik dengan kegiatan penuh gerakan. Gerak dasar mempunyai peran penting dalam pembelajaran PJOK terutama cabang olahraga yang menuntut perpindahan tempat atau titik berat badan seperti lari cepat, lompat jauh, lompat tinggi dan lainnya. Dan dalam proses pembentukan gerak dasar berkaitan dengan permainan tradisional.

Permainan tradisional dapat membentuk keterampilan motorik dasar bagi siswa sekolah dasar dalam berbagai bentuk salah satunya dalam permainan gobak sodor tradisional. Permainan ini berasal dari sebagian besar provinsi di nusantara. Pada saat itu anak-anak memainkan permainan ini di bawah padang bulan malam hari.

Adapun tujuan dari permainan ini adalah untuk latih gerakan dasar lari, menghindar dan mendarat. Selain itu juga dapa berfungsi untuk mengisi waktu luang bersenang-senang meningkatkan kekompakan seluruh tim atau antar siswa. Sedangkan jumlah pemain “Hadang” yaitu para pemain terdiri dari 2 tim yang terdiri dari 5 orang dan 3 orang cadangan.

Baca juga:  Kekuatan Money Detector dalam Mengamankan Perekonomian

Perlombaan ini untuk beregu putra dan putri. Dan adapun alat yang dibutuhkan adalah : Satu, bendera pavers berukuran 30 x 30 cm, panjang palang 40 cm dan bendera biru dan merah memiliki persegi panjan. Dua, whiteboard/papan nilai untuk mencatat hasil. Tiga, kapur, tepung, cat, kertas bergaris. Kapur atau tepung digunakan jika taman bermain di rumput atau tanah. Cat dan kertas digunakan bila tanahnya semen, jalan, di aspal.

Empat, peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. Lima, stopwatch. Enam, meja dan kursi untuk kesekretariatan. Tujuh, alat tulis kantor. Delapan, formulir pertandingan, susunan pemain dan hasil pertandingan. Sembilan, setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor 1 sampai nomor 8.

Baca juga:  Membentuk Karakter Peserta Didik melalui Pendidikan Spiritual dan Sosial

Kapten regu diberi tanda pada lengan kanan berbentuk pita melingkar. Dan tempat bermain dapat didirikan pada aula tertutup atau di aula terbuka. Lapangan permainan berbentuk segi empat dengan dimensi kotak-kotak: memiliki panjang 15 meter dan lear 9 meter. Dibagi menjadi 6 lot masing-masing 5 x 5 meter. Lapangan permainan diatasi oleh garis selebar 5 cm. Garis yang membagi tanah menjadi 2 bagian secara vertikal disebut garis tengah (Hanief & Sugito, 2015).

Seiring jalannya waktu, siswa yang dari awal tidak menyukai olahraga kini mulai berangsur-angsur bersemangat. Karena penulis sebelum memberikan materi selalu memberikan penjelasan pentingnya manfaat olahraga bagi tubuh. Dan mengajak siswanya untuk bermain terlebih dahulu, misalnya lompat kata, petak umpet dan lain sebagainya. (cd2/ton)

Guru PJOK SDN Kasimpar Kec. Petungkriyono Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya