alexametrics

Blended Learning Tingkatkan Semangat Belajar Matematika di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Dini Harwidi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Aktivitas belajar mengajar tatap muka sudah mulai dijalankan walau masih terbatas. Seiring keputusan pemerintah untuk menurunkan level PPKM dari level 4 ke level 3. Bagi orangtua, keputusan ini bisa jadi angin segar, tapi juga bisa menjadi keputusan yang riskan.

Banyak orangtua merasa khawatir anaknya tak terproteksi dengan baik saat sekolah tatap muka, walau prokes telah dilaksanakan dengan ketat karena bagaimanapun juga yang namanya anak terkadang lupa dan abai dengan pesan. Hingga berisiko terinfeksi virus korona jenis baru.

Apalagi bagi mereka yang pernah merasakan Covid itu sendiri, trauma berkepanjangan sangat menghantui. Semua kebijakan yang telah diambil pemerintah adalah keputusan yang terbaik, apalagi dalam dunia pendidikan yang tidak mungkin harus selamanya belajar secara online, maka solusinya adalah blended learning.

Blended learning adalah perpaduan metode belajar tatap muka namun materi yang diberikan dapat diakses secara online (Bibi & Jati, 2015). Blended learning merupakan salah satu model pembelajaran yang di dalamnya memadukan antara pembelajaran daring (online) dan pembelajaran tatap muka (offline) dengan membatasi peserta didik yang hadir dan membagi ke beberapa sesi pembelajaran, yang diyakini dapat mengurangi pengumpulan massa sebagai salah satu protokol kesehatan menghindari Covid-19.

Baca juga:  Motivasi Belajar Matematika dengan Belajar Pengalaman

Pembelajaran selama pandemi membuat banyak anak merasa bosan atau jenuh sehingga menurunkan semangat belajar. Bahkan tak jarang siswa menganggap belajar daring sebagai beban yang dapat mengganggu mental mereka. Mengingat tugas yang harus mereka kerjakan menumpuk. Banyak siswa yang beranggapan matematika merupakan pelajaran yang sangat sulit dipelajari.

Padahal sebenarnya matematika itu terasa sulit karena pemilihan metode belajar yang kurang tepat pada saat pembelajaran daring. Kesulitan belajar matematika secara online yang semakin dirasa oleh sebagian besar siswa SMK Negeri 2 Godean mulai teratasi sejak diterapkan model pembelajaran blended learning.

Siswa melaksanakan pembelajaran campuran antara online dan offline. Melalui blended learning mampu mengembalikan semangat belajar matematika di SMK Negeri 2 Godean.

Baca juga:  Pengaruh Internet Terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar

Blended learning memiliki definisi sesuai dengan bagaimana pengaplikasiaannya. Misalnya, pembelajaran model campuran dengan melakukan pembelajaran secara jarak jauh dan pembelajaran secara tatap muka. Di dalam pembelajaran model campuran ini tidak ada batasan terkait metode pembelajaran yang ingin dikombinasikan dalam kegiatan pembelajaran. Tidak ada batasan dalam pembelajaran campuran ini.

Terpenting adalah ada lebih dari satu elemen pembelajaran. Keuntungan blended learning adalah sangat efisien dan efektif sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ini dapat menghemat sumber daya, waktu, dan juga biaya yang dikeluarkan.

Peserta didik dapat mengakses pembelajaran di mana saja dan kapan saja. Adapun salah satu kekurangan model blended learning adalah ketergantungan terhadap internet dan media elektronik karena belum tentu bisa melakukan pembelajaran tatap muka setiap saat karena sedang diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat.

Baca juga:  Belajar Matematika Semakin Menyenangkan dengan Aplikasi Math Games

Sintaks atau tahapan kegiatan pembelajaran blended learning (Marlina, 2020) adalah pembelajaran dimulai dengan tatap muka ataupun sepenuhnya daring, guru memberikan instruksi ataupun arahan kepada siswa untuk mengeksplorasi informasi dari berbagai sumber belajar di internet.

Siswa dapat memahami dan menerapkan, mengkomunikasikan pengetahuan serta membuat kesimpulan suatu gagasann dari sumber yang telah mereka temukan dengan menggunakan teknologi internet.

Penerapan model pembelajaran blended learning di kelas XII SMK Negeri 2 Godean mampu menghilangkan rasa jenuh siswa dalam belajar matematika secara online. Dengan mengkombinasikan metode take and give dalam mempelajari Limit Fungsi Aljabar siswa bersemangat untuk saling memberi dan menerima apa yang mereka dapatkan dalam mengeksplorasi informasi dari berbagai sumber selama online yang selanjutnya didiskusikan dalam pembelajaran offline dengan bimbingan guru. (mn1/lis)

Guru Matematika SMK Negeri 2 Godean, Sleman, DIY

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya