alexametrics

Tingkatkan Motivasi Belajar Kimia melalui STEAM

Oleh : Retno Setianingsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Seorang siswa yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal. Motivasi sangat penting artinya dalam kegiatan belajar. Sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar; seorang siswa yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal (Suharini dkk, 2018).

Menumbuhkan motivasi belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan kemampuan dan kemauan belajar. Sebagai guru atau calon guru sebisa mungkin kita harus selalu berupaya untuk dapat meningkatkan motivasi belajar terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dengan menggunakan berbagai upaya yang dapat dilakukan.
Ilmu kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang memiliki peran sejajar dengan cabang-cabang IPA lainnya, seperti fisika, biologi, geologi, dan astronomi.

Baca juga:  Meningkatkan Prestasi Belajar IPA dengan Picture And Picture

Realita, menunjukkan minat siswa terhadap pelajaran kimia pada umumnya rendah. Rendahnya minat siswa terhadap pelajaran kimia disebabkan oleh banyak faktor. Antara lain cara penyajian ilmu kimia dalam buku-buku teks, cara pembelajaran kimia yang dilakukan oleh guru, informasi publik yang diterima siswa, dan tujuan atau sasaran siswa belajar kimia.

Peserta didik menganggap mata pelajaran kimia tidak penting, tidak menarik, sulit, dan membahayan. Cara berpikir yang keliru terhadap pelajaran kimia berdampak pada rendahnya peminatan juga motivasi belajar peserta didik terhadap pelajaran kimia. Sehingga perlu menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk tiap-tiap materi.
Meskipun konsep kimia bersifat abstrak, kimia sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain pembelajaran kimia bersifat aplikatif. Hal ini mendorong kegiatan pembelajaran kimia harus mengembangkan kemampuan peserta didik untuk melakukan penyelidikan dan pemecahan masalah serta harus mampu memperluas wawasan peserta didik mengenai dampak sosial dan lingkungan yang terkait pada aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Efektivitas Bimbingan TIK dengan Metode Rekam Layar

Menurut Guy A. Boy dan Yakman, STEAM (Science Technology Engineering Art and Mathematics) merupakan pendekatan yang terintegrasi untuk dapat mendorong kreativitas. Mengintegrasikan unsur-unsur pada STEAM dalam pembelajaran dapat mendorong siswa untuk mencari keterkaitan dari satu dengan yang lain. Masuknya unsur seni pada STEAM akan dapat mengembangkan kemampuan siswa secara estetik.

Penerapan pendekatan STEAM pada pembelajaran kimia akan membuat siswa memahami konsep dengan kreativitasnya masing-masing. Kimia sebagai science ternyata dekat dengan diri siswa sehingga siswa mengetahui manfaatnya dalam kehidupan sehari hari. Penggunaan IT dalam menyalurkan kreativitas siswa sebagai media untuk menyalurkan kegemaran siswa terhadap komputasi atau smartphone dapat digunakan sebagai implementasi teknologi.

Kerja sama selama proses pembelajaran dari awal 21 hingga terbentuknya produk merupakan proses inkuiri, memunculkan kreativitas berupa musik, cerita atau poster dan juga foto merupakan bagian dari seni. Adanya perhitungan numerik pada materi yang diajarkan adalah bagian dari matematika pada STEAM.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Intelektual Matematika dengan Pendekatan Saintifik

STEAM pada pembelajaran kimia yaitu siswa akan diajak memahami fenomena-fenomena yang terjadi yang dekat dengan dirinya. Dengan pembelajaran seperti ini, siswa akan merasa ingin lebih tahu, ingin belajar dan memahami apa yang sedang terjadi, penyebab-penyebabnya, dan dampak yang ditimbulkan serta berusaha untuk mengatasinya. Hal ini terjadi karena siswa dapat langsung mengaitkan, menghubungkan dan bahkan bisa mencari solusi pada permasalahan yang muncul. Keaktifan siswa dalam STEAM ini mengatasi kejenuhan dalam belajar yang pada akhirnya akan dapat menumbuhkan minat, motivasi belajar siswa.

STEAM dalam pembelajaran kimia merupakan muatan pembelajaran kolaboratif yang mengarah pada pemberian motivasi, inovasi yang dapat melahirkan insan-insan kreatif menuju masyarakat berprestasi. (nov1/lis)

Guru Kimia SMAN 2 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya