alexametrics

Sinergitas Keluarga dan Sekolah dalam Pendidikan Spiritualitas saat Pandemi

Oleh: Agustina Dyah Wiji Utami, S.Th

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KELUARGA merupakan tempat belajar pertama bagi seorang anak, tempat mengenal dunia dengan segala peradabannya dan tempat belajar mengenal sang pencipta pula. Dimulai sejak bayi dalam kandungan dilahirkan tumbuh dan berkembang menjadi kanak-kanak hingga dewasa, dari belajar hal-hal yang sederhana hingga hal-hal yang rumit, dari belajar mengenal diri hingga mengenal sesama dan mengenal sang pencipta. Dari belajar hal-hal yang bersifat kebutuhan fisik hingga metafisik.

Seorang anak mulai belajar melihat dan mencontoh meneladani orang tuanya dalam segala hal termasuk perilaku dan perkataan, maka tak salah jika dikatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya, anak belajar tidak hanya mendengar nasehat ataupun teori-teori yang disampaikan orang tuanya tetapi meneladani, mencontoh, meniru apa yang dilakukan orang tuanya termasuk juga hal-hal yang bersifat rohani. Dengan demikian hendaknya keluarga dapat menjadi agen teladan hidup harmonis yang mewariskan nilai-nilai hidup bagi setiap anak. Jadi bisa dikatakan keluarga adalah agen pendidikan pertama di dunia.

Baca juga:  Belajar Pengukuran Makin Asyik dengan Quizizz

Ketika anak-anak mulai memasuki usia sekolah dan harus mengenyam pendidikan formal, anak-anak mulai mengenal pendidikan dan pengajaran di sekolah termasuk pendidikan agama. Mengapa anak perlu mendapatkan pendidikan di sekolah? karena pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses untuk pendewasaan untuk menjadi manusia seutuhnya dimana didalamnya mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia meliputi fisik, psikis, mental, moral, spiritual dan religius, dan pendidikan agama disekolah dilaksanakan sebagai salah satu upaya pendewasaan manusia pada dimensi spiritual dan religius. Pendidikan agama di sekolah menjadi salah satu penguat yang dapat memotivasi dan menjadi booster bagi peserta didik untuk tetap tabah, kuat dan berpengharapan hanya pada Tuhan sang pemilik kehidupan.

Anak tidak hanya butuh teori tetapi juga praktik teladan hidup yang perlu mereka jumpai dalam dunia nyata. maka dari itu sekolah dan keluarga perlu bersinergi untuk mewujudnyatakan tujuan pendidikan khususnya penanaman nilai-nilai iman spiritualitas di masa pandemi, pelajaran agama bukan disajikan secara formalisme agama, lebih dari itu merupakan usaha untuk membangun sikap keterbukaan dan tanggung jawab etis, terlebih di masa pademi saat ini.

Baca juga:  Vidio Call dalam Pembelajaran IPS Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik

Banyak waktu yang harus diluangkan untuk mendampingi anak-anak belajar, di tengah-tengah kesibukan pekerjaan orang tua, orang tua atau keluarga berperan ganda tidak hanya sebagai ayah atau ibu tetapi juga guru, orang tua tidak hanya sekedar mendampingi putra-putrinya dalam pembelajaran secara daring lebih dari itu harus memperhatikan kehidupan rohani anak, sosialisasi dan juga afeksi.

Terdengar sederhana tapi butuh usaha yang keras untuk bisa mewujudkannya. Maka dari itu di tengah semua keterbatasan yang ada dibutuhkan sinergi antar guru dalam hal ini pihak sekolah dan juga orang tua dalam hal ini pihak keluarga untuk bersama -sama bersinergi bahu membahu, menciptakan komunikasi yang harmonis demi pendidikan anak-anak generasi penerus bangsa yang harapannya tetap semangat dalam belajar menjadi anak-anak tangguh paripurna di masa depan.

Baca juga:  Meningkatkan Minat Menulis dalam Bahasa Inggris melalui Gambar dan Vocabularies

Di masa pandemi ini SMP Negeri 6 Salatiga membangun sinergitas keluarga dan sekolah melalui kegiatan-kegiatan webinar yang melibatkan komite sekolah, alumni dan orang/ tua wali murid. Pertemuan virtual dipilih untuk melantunkan doa, menjalin komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua/wali murid untuk menjembatani kesenjangan dan persoalan-persoalan yang muncul di tengah-tengah sistem pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas.

Orang tua diharap menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai sosok teladan iman di rumah atau keluarga untuk generasi tanggung di masa depan. Guru sebagai pendidik di sekolah terus berinovasi untuk mendesain model pembelajaran yang tepat guna bagi kemajuan pendidikan untuk generasi emas yang diidamkan.

Perhatian, kasih sayang, bimbingan, pengajaran dari guru dan orangtua akan membentuk sinergitas sekolah dan keluarga yang akan memberikan hasil lebih baik. (pr2/zal)

Guru SMPN 6 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya