alexametrics

Senang Belajar Bakwan melalui Discovery Learning Berbasis Multimedia

Oleh: Eni Astuti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATERI perkembangbiakan hewan merupakan materi yang menuntut siswa untuk memahami secara mendalam. Tuntutan pada materi tersebut agar siswa bereksplorasi sehingga lebih bermakna. Untuk mewujudkan, guru diharapakan menyajikan pembelajaran yang mampu menggali potensi siswa agar lebih aktif dan kreatif serta menyenangkan (Alfitry, 2020).

Dalam memahami materi perkembangbiakan hewan (Bakwan) siswa harus mampu menggali segala informasi. Informasi perkembangbiakan hewan yang harus dipahami siswa antara lain ciri-ciri, persamaan, serta perbedaan pada setiap hewan. Informasi yang diperoleh digunakan sebagai data untuk menarik kesimpulan terhadap cara perekembangbiakan hewan tertentu. Dengan beragamnya konsep yang harus dipahami sangat dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengeksplor potensi siswa. Sadar akan hal itu, penulis berusaha menggunakan model discovery learning berbasis multimedia.

Discovery Learning menurut Brunner dalam Susana (2019) adalah model efektif dan menyenangkan yang menuntut patisipasi aktif siswa, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian. Sementara itu, multimedia merupakan kombinasi dari teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen-elemen video yang manipulatif secara digital. Model discovery learning berbasis multimedia diterapkan mengingat proses pembelajaran masih dilakukan secara daring. Melalui media digital siswa dapat menemukan dan mengekplorasi berbagai informasi terkait dengan materi.

Baca juga:  Tingkatkan Partisipasi Siswa melalui Small Group Discussion

Kelebihan discovery learning antara lain pengetahuan yang diperoleh relatif mudah diingat, peroses pembelajaran menimbulkan rasa senang, berpusat pada siswa, memungkinka siswa berkembang lebih cepat sesuai dengan kecepatan belajarnya sendiri. Sementara itu, langkah-langkah discovery learning pemberian rangsangan, identifikasi masalah pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, serta menarik kesimpulan. Langkah-langkah tersebut diterapkan dengan bantuan media digital.

Pada pembelajaran penulis menerapkan model discovery learning berbasis multimedia mulai dari tahap pemberian rangsangan (stimulasi). Mengirim berbagai gambar dan video hewan melalui whatsapp. Memberikan tantangan pada siswa untuk menyebutkan beberapa nama hewan dan tempat hidupnya melalui whatsapp group. Setelah semua siswa aktif dan senang penulis mulai mengidentifikasi masalah dan tujuan pembelajaran sesuai dengan pokok materi. Penulis memberikan informasi singkat mengenai materi dan petunjuk dalam mencari informasi.

Baca juga:  Cara Menarik Minat Belajar Matematika dengan Media UPAH

Salah satu petunjuk yaitu cara belajar siswa yang dapat dilakukan secara kelompok maupun individu. Hal itu sebagai antisipasi terhadap siswa yang tidak memiliki media digital baik laptop maupun smartphone. Selanjutnya penulis membuat rubrik “Discovery” yang digunakan siswa sebagai panduan untuk mengidentifikasi informasi. Melalui media digital siswa dapat menemukan berbagai informasi dalam bentuk multimedia.

Fasilitas tersebut dapat diperoleh melalui google dan youtube. Informasi yang diperoleh akan diisikan pada rubrik yang tersedia sebagai data. Data yang telah terkumpul oleh siswa diidentifikasi berdasarkan petunjuk. Petunjuk yang tersedia antara lain tentang ciri-ciri fisik, tempat hidup, jenis makanan, serta cara berkembangbiak. Data yang diperoleh nantinya diolah sebagai bahan untuk membuktikan fakta. Langkah terakhir yaitu semua siswa menyimpulkan sendiri berdasarkan fakta-fakta yang diperkuat dengan data.

Baca juga:  Kurangnya Waktu Pembelajaran IPA SD di Masa Pandemi

Menggunakan media digital informasi yang diperoleh siswa semakin lengkap dengan fasilitas multimedia. Siswa mampu memperoleh berbagai informasi melalui media digital. Informasi yang diperleh siswa disajikan dalam bentuk teks maupun video baik video animasi maupun pembelajaran.

Proses pembelajaran yang dilakukan secara daring semakin menyenangkan dengan multimedia. Hal ini karena siswa memiliki kesempatan untuk bereksplorasi untuk mengambil kesimpulan sebuah fakta secara mandiri. Siswa tidak hanya menghafal materi yang diberikan oleh guru melainkan membangun pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Menggunakan model discovery learning berbasis multimedia terbukti mampu mengubah pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa. Seperti di SDN 2 Bobotsari, Purbalingga. (pb1/zal)

Guru SDN 2 Bobotsari, Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya