alexametrics

Penerapan SAVI dalam Pembelajaran Matematika

Oleh : Nur Hidayanti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada umumnya hasil pembelajaran matematika di SD Negeri 3 Ujungbatu masih jauh dari memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari nilai ujian sekolah yang termasuk kategori “rendah”.

Lingkungan pantai dengan kehidupan yang sangat kompleks membuat mereka kurang mampu dalam menerapkan matematika. Pendidikan orang tua juga mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami pembelajaran matematika.

Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Karakter siswa mempengaruhi kemampuannya. Secara tidak langsung, karakter tertentu akan menyebabkan kemampuan belajar tertentu juga. Karakter terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang.

Penerapan pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual dan Intektual) menjadi pilihan untuk memperbaiki hasil pembelajaran dan membiasakan siswa menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran SAVI bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, proses belajar yang menyenangkan, dan membantu mempercepat dalam pembelajaran.

Baca juga:  Media Pembelajaran Online selama Pandemi Bagi Siswa SD Kelas V

Menurut Meier (2002: 91), model pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indera yang dapat berpengaruh besar pada pembelajaran.

Langkah pertama dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran SAVI, yakni membangkitkan minat siswa dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, memotivasi siswa untuk lebih berani ke depan, menjadikan siswa aktif di dalam kelas, suasana belajar yang kondusif, menyajikan materi, membicarakan apa yang sedang mereka pelajari.

Pemahaman materi, menerjemahkan pengalaman siswa dengan suara, mengajak mereka berbicara ketika memecahkan masalah, menggunakan model matematika sebagai visualisasi, melihat contoh dari dunia nyata, diagram, peta, gagasan, ikon dan sebagainya ketika belajar, dan evaluasi hasil belajar.

Baca juga:  PJJ Mapel IPA dengan Aplikasi Moodle dan WA Lebih Kreatif

Somatis (belajar dengan berbuat), misalnya siswa diminta menggambarkan lingkaran dan unsur-unsurnya. Auditori (belajar dengan mendengarkan), siswa diminta mengungkapkan pendapat atas informasi yang telah didengarkan dari penjelasan guru maupun siswa lainnya, misalnya siswa diminta membedakan juring dan tembereng.

Visual (belajar dengan mengamati dan menggambarkan), misalnya siswa mengamati lingkaran dan unsur-unsurnya kemudian menggambarkannya. Intelektual (belajar dengan memecahkan masalah dan merenungkan), misalnya siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan dari materi lingkaran.

Respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran SAVI dalam kegiatan pembelajaran sangat baik. Hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran SAVI meningkat. Dengan melihat contoh dari dunia nyata, diagram, peta gagasan, ikon dan sebagainya ketika belajar.

Baca juga:  Meningkatkan Keselamatan di Jalan Raya melalui Daring Asingkron PJOK

Bagi siswa, pembelajaran ini menjadi penegasan bahwa kegagalan dalam belajar bukan merupakan tantangan. Keyakinan untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Dan setiap keberhasilan perlu diakhiri dengan kegembiraan dan tepukan. (fkp/lis)

Guru SD Negeri 3 Ujungbatu, Jepara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya