alexametrics

Bimbingan Klasikal Pencegahan Anemia untuk Mengatasi Masalah Belajar

Oleh : Yuli Anatawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah anak usia remaja yang tidak bisa dipisahkan dari gadget. Mereka akan menggunakan gadget berjam-jam dan tidak pernah merasa lelah. Mereka menggunakan gadget untuk bermedsos, mengerjakan tugas-tugas, mencari penghasilan maupun untuk kegiatan lain yang seru bagi mereka tanpa mengenal waktu. Mereka tidak menyadari bahwa hal ini dapat membahayakan kesehatan khususnya serangan anemia.

Selain karena terlalu banyak waktu untuk serselancar dengan gadget, anemia juga disebabkan oleh beberapa alasan antara lain adalah kehilangan zat besi pada saat pendarahan menstruasi sebulan sekali, faktor genetik (misalnya Thalasemia ). Dan juga banyak remaja putri yang kurang menyadari pentingnya asupan gizi untuk pencegahan anemia. Gejala anemia biasanya lelah, letih, lesu, lalai, sakit kepala dan sulit berkonsetrasi. Dampak dari anemia adalah daya konsentrasi, kebugaran, daya tahan tubuh menurun dan berrisiko tinggi nanti mengandung dan melahirkan (pendarahan, bayi prematur).

Baca juga:  Literasi Game Bagi Siswa melalui Bimbingan Lintas Kelas

Remaja adalah salah satu kelompok yang rawan terhadap masalah gizi, salah satunya adalah defisiensi zat besi. Zat besi adalah mineral penting yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan salah satu komponen sel darah merah, yaitu hemoglobin. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia. Menurut Nursalam (2010) anemia adalah berkurangnya kadar eritrosit (sel darah merah) dan kadar hemoglobin (Hb) dalam setiap milimeter kubik darah dalam manusia.

Sedangkan menurut Ahmad Juntika Nurihsan dkk (2013:34) bimbingan klasikal merupakan layanan dasar bimbingan untuk membantu seluruh peserta didik mengembangkan perilaku efektif dan keterampilan hidupnya yang mengacu kepada tugas perkembangan peserta didik. Layanan ini ditujukan untuk seluruh peserta didik.

Santoso (2011:139) mengemukakan bimbingan kelas (klasikal) adalah program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat).

Baca juga:  Pengaruh Iptek terhadap Sikap Prokrastinasi Siswa

Peran guru BK di SMK Negeri 1 Jambu, dalam menanggulangi anemia gizi pada remaja putri adalah dengan memberikan pengetahuan secara langsung (layanan informasi) melalui bimbingan klasikal mengenai pencegahan anemia dan mengobati anemia sedini mungkin. Terutama untuk peserta didik perempuan. Tidak semua peserta didik menyadari pentingnya asupan gizi untuk pencegahan anemia. Mereka kurang menyadari dampak yang timbul akibat dari anemia. Anemia dapat menyebabkan daya konsentrasi yang rendah berakibat kemampuan belajar menurun, dan akan mempengaruhi prestasi peserta didik.

Peserta didik perlu diberikan informasi mengenai pencegahan anemia dengan konsumsi makanan sumber zat besi (daging merah, ayam, ikan dan telur). Karena masih banyak peserta didik yang pengetahuannya terbatas tentang makanan bergizi, pengaruh preferensi dan persepsi tentang makanan siap saji dianggap lebih keren dan mengikuti tren, keterbatasan ketersediaan pilihan makanan sehat di rumah atau sekolah.

Baca juga:  Perlu Positive Thinking untuk Memahami Permasalahan Siswa

Pencegahan anemia juga dapat dilakukan dengan minum tablet tambah darah (TTD) dengan dosis 1 tablet seminggu sekali sepanjang tahun, untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan asam folat remaja sebagai upaya penanggulangan anemia. Minum TTD tidak diperbolehkan bersamaan dengan teh, susu, kopi. Sebaiknya dengan air putih atau buah sumber vitamin C.

Beberapa peserta didik mengaku enggan mengonsumsi tablet tambah darah karena setelah minum TTD mengalami mual, pusing. Untuk itu disarankan minum TTD setelah makan atau sebelum tidur supaya efek itu tidak begitu berasa.
Dari layanan yang diberikan guru BK pada peserta didik, untuk mengatasi masalah belajar dapat menjadi solusi untuk mencegah anemia. Khususnya remaja putri sehingga dapat mengatasi masalah belajarnya dan dapat meningkatkan prestasi belajar. (fkp2/lis)

Guru BK SMK Negeri 1 Jambu, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya