alexametrics

Belajar Narrative Text Asyik dengan NHT

Oleh : Sumiati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan dasar yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa Inggris ada empat. Yaitu reading (membaca), listening (mendengar), speaking (berbicara), dan writing (menulis). Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan satu sama lain. Berdasarkan data di SMKN 1 Karanganyar terdapat banyak siswa yang kurang tertarik untuk belajar bahasa Inggris terutama dalam keterampilan reading (membaca).

Hal itu disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Antara lain jenis teks yang tidak menarik, membosankan, dan dipenuhi kata-kata yang sulit dimengerti serta tidak dapat dipahami artinya. Kondisi semacam ini dapat mengakibatkan proses pembelajaran yang cenderung pasif dan memengaruhi hasil pembelajaran yang kurang maksimal.

Kondisi ini juga terjadi pada kelas X TKJ 3 SMKN 1 Karanganyar, Purbalingga tahun pelajaran 2021-2022 saat belajar tentang narrative text. Salah satu cara untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar narrative text yaitu dengan model Numbered Head Together atau yang biasa disingkat menjadi NHT.

Baca juga:  Asyik Belajar Benua di Dunia melalui Interpretasi Peta

NHT (Numbered Head Together) adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas (Rahayu, 2006).

Dengan pemilihan model ini, diharapkan pembelajaran yang terjadi dapat lebih bermakna dan memberi kesan yang kuat kepada siswa dalam belajar bahasa Inggris. Hal ini seperti pendapat Jumanta Hamdayana (2014:175) bahwa pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik.

Hasan Fauzi Maufur (2009) model kepala bernomor merupakan model mengajar yang memanfaatkan media kartu bernomor untuk memanggil siswa dalam setiap kelompok secara acak. Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran NHT. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan empat sampai lima siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dengan nama kelompok yang berbeda.

Baca juga:  NHT Tingkatkan Motivasi Pembelajaran IPA

Dalam model pembelajaran NHT memiliki langkah-langkah yang dikembangkan oleh Ibrahim (2000: 29) menjadi enam langkah sebagai berikut : Pertama persiapan. Dalam tahap ini, guru mempersiapkan rancangan pembelajaran dengan membuat skenario pembelajaran (SP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran NHT. Kedua, pembentukan kelompok.

Penomoran adalah hal yang utama dalan NHT, di sini guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan empat sampai lima orang, menamainya. Kemudian memberi siswa nomor yang berbeda-beda sesuai jumlah siswa di dalam kelompok tersebut. Kelompok dibentuk berdasarkan latar belakang sosial, jenis kelamin, dan kemampuan belajar (bisa dengan tes awal/pre-test).

Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan, agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan guru. Ketiga diskusi masalah. Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Keempat, memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban.

Baca juga:  Keluarga Merupakan Fondasi Pertama dan Utama Pendidikan Anak

Di sini guru menyebutkan satu nomor kemudian siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban mereka kepada siswa di kelas.

Kelima, memberi kesimpulan. Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan terkait dengan materi yang disajikan.

Dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas menggunakan model NHT memiliki manfaat dari pembelajaran kooperatif bagi siswa yaitu dapat menjadikan penerimanaan terhadap perbedaan individu lebih besar. Perselisihan antarpribadi berkurang, sikap apatis berkurang, pemahaman lebih mendalam, motivasi lebih besar, hasil belajar lebih baik, dan dapat meningkatkan budi pekerti, kepekaan serta toleransi terhadap banyak hal. (pb1/lis)

Guru SMK Negeri 1 Karanganyar, Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya