alexametrics

Belajar Klasifikasi Tumbuhan dengan Kartum

Oleh : Ika Rakhmawati,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau praktek yang diperkuat. Belajar merupakan hasil interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dapat menunjukkan perubahan perilaku. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah bentuk input dan output dari stimulus dalam bentuk tanggapan.

Guru memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Melalui proses pembelajaran siswa dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Untuk itu, guru harus mampu membuat agar proses pembelajaran berlangsung secara aktif, efektif, menarik dan menyenangkan. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif di kelas adalah model pembelajaran inkuiri berbantuan media kartu.

Pembelajaran materi klasifiksi pada tumbuhan menggunakan media kartu yang dinamakan kartu tumbuhan (kartum). Dengan model ini diharapkan dapat mengkonkritkan konsep yang abstrak dalam materi Klasifikasi Makhluk hidup. Utamanya pada bagian pengelompokan.

Baca juga:  Belajar Tekanan Melalui Media Sosial

Inkuiri 5E yang dimaksud disini adalah pembelajaran IPA yang merangsang, mengajarkan, dan mengajak siswa berpikir kritis, analitis dan sistematis. Dalam rangka menemukan jawaban secara mandiri dari berbagai permasalahan yang diutarakan dengan lima langkah engange, explore, explain, elaborate dan evaluate.

Media kartu tumbuhan (Kartum) adalah modifikasi media kartu yang bertuliskan nama tumbuhan beserta beberapa cirinya yang akan digunakan dalam pembelajaran. Selanjutnya dinamakan kartu tumbuhan. Kartu tumbuhan berupa kertas berbentuk persegi berwarna warni, terdiri dari kartu tumbuhan jantan dan kartu tumbuhan betina yang masing-masing kartu berisi nama – nama tumbuhan. Ini untuk mempermudah pembelajaran peserta didik terhadap materi Klasifikasi tumbuhan pada Bab Klasifikasi Makhluk hidup, pada semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 di kelas VII SMPN 2 Bobotsari diterapkan model pembelajaran Inkuiri 5E Media Kartum.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Kombinasi Blog dan G-Form untuk Pembelajaran PJOK

Adapun langkah pembelajaran yang dilakukan sebagai berikut. Pertama, fase engage (keterlibatan), guru melibatkan peserta didik pada konsep baru tentang Klasifikasi Makhluk hidup. Kedua, fase explore (menjelajah), guru mengajak peserta didik terlibat dalam penggunaan kartu tumbuhan untuk melakukan percobaan. Peserta didik membuat kartu tumbuhan sesuai dengan petunjuk yang disampaikan guru melalui google form. Pengelompokan tumbuhan berdasarkan nama tumbuhan dan ciri ciri yang tertulis dalam kartu tumbuhan tersebut serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan tanya jawab melalui wa group.

Ketiga, fase explain (menjelaskan). Peserta didik diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka yang telah dibuat pada kertas manila dengan kalimat mereka sendiri. Hal ini untuk mengukur penguasaan materi dari mereka dengan video. Hasil pekerjaan diserahkan ketika ada kegiatan pembelajaran tatap muka.

Keempat, fase elaborate (mengelaborasikan). Guru memfasilitasi peserta didik supaya mencoba ulang pengelompokan tumbuhan untuk menguatkan konsep yang dipahami mereka. Kelima, fase evaluate (mengevaluasi). Guru memberi berbagai soal lisan atau tertulis terkait materi klasifikasi Makhluk hidup, istilah-istilah dalam Klasifikasi Makhluk hidup terutama klasifikasi tumbuhan.

Baca juga:  Meningkat Semangat Belajar dari Rumah dengan Google Meet

Keunggulan model pembelajaran dengan media kartu tumbuhan adalah pada penekanan pentingnya peserta didik membangun sendiri pengetahuan mereka. Lewat keterlibatan proses belajar mengajar. Dengan kata lain, pembelajaran menggunakan model Inkuiri 5E media Kartum berpusat pada peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator.

Penerapan model pembelajaran Inkuiri 5E dengan berbantuan media kartu tumbuhan dapat meningkatkan hasil belajar. Dari aspek afektif, psikomotor dan kognitif materi Klasifikasi Makhluk hidup. Meningkatkan aktivitas peserta didik dan guru dalam pembelajaran IPA dan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, efektif dan efisien. (pb1/fth)

Guru IPA SMPN 2 Bobotsari, Kab. Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya