alexametrics

Pemahaman Karakter Lakon Drama Melalui Tugas Projek Video Monolog

Oleh : Yuli Mardiana, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Era pandemi Covid-19 memaksa dunia pendidikan menyesuaikan kondisi. Guru juga dituntut berkreasi menggunakan metode maupun media yang dapat mendorong pencapaian aspek-aspek pembelajaran yang ingin dicapai.

Guru bahasa Indonesia secara khusus mempunyai tanggung jawab agar materi yang dibahas mampu mendorong peserta didik memahami dan menghayati terhadap materi yang dibahas.

Pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI terdapat KD yang berbunyi Mendemontrasikan naskah drama sesuai isi dan kebahasaan. Berdasar KD tersebut peserta didik selain dituntut menguasai secara konten atau isinya, juga harus menguasai karakter lakon drama yang dimainkan. Kondisi demikian dirasakan sulit oleh guru dalam pembelajaran daring. Guru tidak bisa melihat ekspresi (mimik) dari peran yang ditampilkan. Maka, penulis mencoba menerapkan video monolog sebagai tugas projek. Langkah tersebut untuk meningkatkan pemahaman karakter lakon drama yang diperankan oleh peserta didik.

Drama menurut KBBI merupakan komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting ) atau dialog yang dipentaskan. Dengan memelajari drama siswa akan memahami karakter manusia. Selain itu, seseorang menjadi lebih percaya diri dan dapat mengontrol emosi, serta meningkatkan nilai sosial bagi para pelaku drama. Menurut Budianta dkk (2002) drama adalah genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog atau percakapan antara tokoh-tokoh yang ada.

Baca juga:  Dengan Inquiry Discovery Pembelajaran Deskripsi Lebih Mengena

Dalam pembelajaran drama secara daring, langkah pertama guru adalah menampilkan video sebuah cerita drama kemudian siswa melihat dengan cermat dan mengapresiasi isi drama. Jika kita menerapkan video drama maka siswa akan lebih cepat mengapresiasi isi drama tersebut. Sebaliknya, guru sangat sulit menilai akting siswa ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring. Karena tidak bisa bertatap muka dengan siwa secara langsung dalam waktu dua kali 40 menit, sesuai jadwal pembelajaran daring.

Selain itu untuk melakonkan sebuah drama biasanya harus dilakukan lebih dari satu orang (dialog) padahal pada masa pandemi ini harus tetap menjaga protokol kesehatan. Tidak boleh berkerumun dalam melakonkan drama. Untuk itu video monolog adalah salah satu pilihan untuk menilai materi drama sesuai KD 4.19. yaitu mendemonstrasikan naskah drama sesuai isi dan kebahasaan.

Selanjutnya bagaimana upaya guru bahasa Indonesia dalam meningkatkan pemahaman siswa mendemonstrasikan naskah drama sesuai isi dan kebahasaan?

Baca juga:  Berajang Lingkungan, Menulis Cerpen Jadi Menyenangkan

Projek adalah tugas kompleks berdasarkan tema yang menantang dan melibatkan siswa dalam mendesain, memecahkan masalah, mengambil keputusan, atau kegiatan investigasi.

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dalam periode waktu yang telah dijadwalkan dalam menghasilkan produk (Thomas, Mergendoller, and Michaelson, 1999).

Menurut Stoller (2006) projek dibagi menjadi tiga jenis yaitu projek terstruktur, projek tidak terstruktur, dan projek semi terstruktur. Dalam hal ini guru memilih projek semi terstruktur yang berarti tugas itu sebagian diatur waktunya oleh guru dan selebihnya diserahkan pada kreativitas siswa.

Individu artinya seorang/pribadi (KBBI). Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Video akan merekam semua kegiatan yang berkaitan dengan mendemonstrasikan karakter lakon dalam sebuh naskah drama. Sedangkan monolog/swacakap berarti berbicara sendiri (KBBI). Maka, dapat disimpulkan projek individu penyusunan video monolog adalah tugas kompleks terencana dengan satu tema melalui proses untuk menghasilkan sebuah produk dalam bentuk video percakapan sendiri.

Tahapan tugas projek penyusunan video monolog antara lain : merencanakan kegiatan menyusun video monolog, memilih penggalan dialog dengan tema tertentu. Kemudian menyiapkan media HP atau handycam, menyiapkan ilustrasi/musik dan properti drama. Merekam pendemonstrasian karakter tokoh sesuai isi dan kebahasaan yang tepat (vokal, keras lembutnya suara, tekanan dan intonasi) disertai irama musi, serta seting tempat sesuai dengan suasana dalam cerita.

Baca juga:  Dengan Moodle Motivasi Belajar Siswa Meningkat

Lakukan akting berulang-ulang sampai ekspresi dan bahasa sesuai isi. Mengedit akting monolog sampai menjadi video monolog lebih baik. Mengirim video monolog ke Bot Daring Smanla. Setelah itu guru menilai produk video kreatif yang disusun oleh siswa. Guru mengoreksi dan menilai video monolog siswa dengan kriteria dan skor penilaian yang jelas.

Dari uraian di atas jelaslah bahwa tugas projek video monolog sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran daring terutama pada KD 4.19 Mendemonstrasikan naskah drama sesuai isi dan kebahasaan. Video monolog merupakan sarana siswa memahami karakter pelaku cerita drama. Di sisi lain, guru akan lebih mudah menilai ekpresi dan kebahasaan siswa dalam melakonkan naskah drama. Tugas projek video monolog mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap karakter lakon drama yang dimainkan. (lm1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya