alexametrics

Matematika Rekreasi sebagai Pembelajaran yang Menyenangkan

Oleh: Dewi Handayani, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal tahun 2020 menimbulkan dampak pada beberapa sektor yang ada. Salah satu sektor yang terkena dampak akibat adanya pandemi Covid-19 adalah sektor pendidikan. Termasuk di sekolah penulis, SD Negeri 02 Bojongnangka, Pemalang.

Kondisi pendidikan utamanya pada tingkat sekolah dasar sangat terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Selama pandemi Covid-19 kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah dan terlaksana secara daring (online), terdapat sistem mengambil tugas dan menyerahkan tugas. Sistem pembelajaran yang dilakukan dari rumah secara daring (online) menimbulkan dampak positif dan negatif bagi orang tua dan siswa (anaknya). Tidak dapat memantau saat pembelajaran daring dan kurang memahami materi menjadi salah satu kesulitan yang dirasakan oleh para orang tua. Hal tersebut mengakibatkan penurunan capaian belajar dari setiap siswa, dan beresiko kehilangan pembelajaran (learning loss).

Baca juga:  Literasi Digital, Mengikis Budaya Malu Bertanya di Kelas

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diberikan beberapa inovasi pembelajaran Matematika asik selama pandemi Covid-19 melalui Matematika Rekreasi. Metode Matematika Rekreasi yang telah diedukasikan kepada sasaran adalah games Matematika dan sulap Matematika. Metode tersebut dapat digunakan untuk penyampaian materi oleh sasaran kepada siswa agar bisa memahami materi Matematika yang disampaikan tanpa tekanan karena cara penyampaiannya yang menyenangkan. Berdasarkan hasil survey dengan sasaran, kebanyakan siswa kebingungan dan belum bisa menyelesaikan perkalian di atas 4. Metode pertama adalah games Matematika dengan teknik garis dan jarimatika. Metode ke dua yang diedukasikan yaitu sulap Matematika dengan teknik menghafal cepat perkalian.

Teknik garis adalah suatu teknik perkalian dengan menggambar garis sesuai dengan urutan penulisan angka dan menghitung perpotongan antar garisnya. Sedangkan jarimatika adalah metode perkalian menggunakan jari tangan. Sebelumnya, sasaran tidak mengetahui ke dua metode yang diberikan. Setelah melakukan pengedukasian dan sasaran memahami serta menerapkan kedua teknik tersebut, siswa dapat memahami materi, antusias, dan bersemangat ketika diajarkan kedua metode tersebut. Siswa yang awalnya merasa kebingungan dan kesulitan menghitung perkalian, berubah menjadi antusias dan meminta untuk diberikan soal perkalian secara bergantian.

Baca juga:  Pembelajaran Matematika SD Kelas V di Masa Pandemi Covid-19

Metode sulap Matematika (Math magic) adalah suatu pendekatan dan cara pandang baru terhadap matematika, terutama dalam cara menyampaikan materi. Materi disampaikan dengan cara yang gembira, dan memperhatikan aspek-aspek psikologis. Metode ini mengutamakan kebenaran, logika, dan kecepatan. Salah satu tekniknya yaitu menghafal cepat perkalian, dengan menemukan kunci hafalan.

Anggapan umum bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sukar dan menjemukan harus secara sistematis dihilangkan dengan jalan meramu pembelajaran matematika dengan strategi yang variatif, di antaranya ditunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat dilangsungkan di luar kelas (outdoor mathematics) atau dapat berupa teka‐teki maupun permainan sehingga kita dapat berekreasi dengan matematika. Sehingga tujuan pembelajaranpun dapat tercapai.(pr2/zal)

Baca juga:  Permainan Sederhana Membuat Pelajaran IPS Menjadi Berbeda

Guru SD Negeri 02 Bojongnangka, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya