alexametrics

Media Visual Tingkatkan Kemampuan Menulis Cerita Inspiratif

Oleh : Didik Kurniawan, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan menulis dapat menuangkan ide ke bentuk tulisan yang dapat dikaitkan dalam kehidupan. Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dalam tujuan, misalnya memberitahu, meyakinkan, atau menghibur. Menurut Tarigan (dalam Dalman, 2016: 4) menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menghasilkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut dan dapat memahami bahasa dan grafis itu.

Dalam keterampilan menulis dituntut menuangkan ide atau gagasan ke dalam kalimat selanjutnya dirangkai menjadi sebuah paragraf dan disusun menjadi sebuah teks. Pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi menyusun teks tanggapan kritis, siswa harus lebih banyak belajar mengungkapkan pendapatnya sendiri dengan cara banyak membaca buku, berdiskusi dengan teman, berpartisipasi aktif dalam setiap langkah pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Blado menggunakan media visual pada Kompetisi Dasar (KD) 4.2 Menyusun teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.

Baca juga:  Pengaruh Keteladanan Hidup Guru PAK terhadap Karakter Siswa

Menulis cerita inspiratif dapat mengingat peristiwa yang memberi motivasi, kepedulian, empati kepada pembacanya. Karena setiap orang pasti memiliki kisah atau kejadian yang berbeda, sehingga dapat menginspirasi banyak orang, dalam kegiatan pembelajaran banyak media yang dapat digunakan untuk memperlancar dan mempermudah siswa dalam menerima pembelajaran yang diberikan. Salah satunya dengan media berbasis visual.

MenurutArsyad (2014: 89) media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan.

Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Maka, penulis menggunakan media visual dengan tema “Berkarakter” yang digunakan siswa untuk mengingat kembali cerita, peristiwa, bahkan pengalaman yang pernah terjadi melalui media visual.

Baca juga:  Tingkatkan Kosa Kata Bahasa Inggris dengan Snakes and Ladders

Berupa gambar atau video yang dikirimkan melalui WhatsApp (WA). Kemudian menuangkan ide serta gagasannya ke dalam bentuk tulisan. Masalah yang dihadapi dalam awal pembelajaran adalah banyak siswa yang kurang termotivasi dalam menulis suatu karangan.

Pembelajaran menggunakan media visual dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: penulis menuliskan seluruh nama siswa kelas IX SMP Negeri 2 Blado untuk diambil sampelnya sebanyak 26 siswa, kemudian sampel yang terpilih dimasukan ke grup WA dan siswa diminta menulis cerita inspiratif berdasarkan media visual yang telah dikirimkan melalui grup WA dengan tema “Berkarakter”.

Penulis menggunakan media visual dengan tema “Berkarakter” yang digunakan siswa untuk mengingat kembali cerita, peristiwa. Bahkan pengalaman yang pernah terjadi melalui media visual berupa gambar atau video yang dikirimkan melalui WA. Kemudian siswa diminta menulis cerita inspiratif berdasarkan media visual yang telah dikirimkan melalui grup WA dengan tema “Bersyukur”.

Baca juga:  Senangnya Menganalisa Teks Advertisement dengan Model Examples Non Examples

Siswa mengumpulkan hasil teks cerita inspiratif melalui grup WA. Setelah data terkumpul, untuk mengetahui gambaran tersebut diambil langkah-langkah sebagai berikut: membaca cerita inspiratif yang telah dibuat siswa kelas IX SMP Negeri 2 Blado berdasarkan media visual dengan tema “Berkarakter” secara keseluruhan.

Memeriksa hasil menulis cerita inspiratif siswa yang meliputi komponen isi, kelengkapan struktur, penggunaan diksi, kalimat, serta ejaan. Memberikan skor pada aspek yang diperiksa sesuai dengan rubrik penilaian yang telah disiapkan.

Menyajikan data penilaian yang diperoleh siswa untuk setiap aspek penilaian yang diteliti. Menghitung nilai rata-rata (mean) kemampuan menulis cerita inspiratif berdasarkan media visual dengan tema “Bersyukur”.

Untuk mengetahui persentase kemampuan siswa dalam menulis cerita inspiratif, dapat digunakan rumus rata-rata (mean). Yakni mean (nilai rata-rata) = jumlah nilai secara keseluruhan dibagi jumlah siswa. (tt1/lis)

Guru SMP Negeri 2 Blado, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya