alexametrics

PjBL Meningkatkan Keaktivan Siswa Materi Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

Oleh : Uswatun Khasanah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ILMU Pengetahuan Alam (IPA) selain sebagai produk, juga sebagai proses tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam hal ini diperlukan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Siswa harus dilibatkan secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Karena itu dibutuhkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan dan keaktifan siswa adalah metode pembelajaran berbasis proyek.

Materi Pewarisan Sifat pada makhluk hidup kelas IX kurikulum 13 mencakup tentang pewarisan sifat pada makhluk hidup dan kelainan sifat yang diturunkan. Dalam kenyataannya, materi tentang pola-pola pewarisan sifat cukup sulit untuk dipahami siswa karena proses yang terjadi cukup rumit dan perlu imajinasi tinggi untuk mengerti konsep-konsep di dalamnya.

Nilai yang diperoleh siswa setelah pembelajaran materi pewarisan sifat setelah dilakukan uji kompetensi kurang memuaskan. Oleh karena itu, pengalaman belajar harus disusun oleh guru dengan mengeksplorasi potensi siswa dalam memahami kelainan sifat yang diturunkan pada makhluk hidup dengan pemberian tugas proyek melacak sejarah kesehatan keluarga.

Baca juga:  Belajar Perkembangbiakan Vegetatif dengan Metode Demonstrasi

Pewarisan sifat adalah sifat-sifat yang dapat diturunkan keluarga kepada anggota keluarga lainnya, misalnya warna kulit, bentuk rambut, bentuk hidung, atau bahkan beberapa jenis penyakit tertentu yang tidak serta merta dimiliki oleh seseorang. Kegiatan proyek yang dilakukan dengan mengidentifikasi pewarisan sifat dari sejarah kesehatan keluarga siswa tentang penyakit apa saja yang pernah dialami dan penyakit mana yang dapat diturunkan oleh keluarga kepada anggota keluarga lainnya.

Seorang guru harus memiliki strategi yang tepat agar siswa lebih mudah memahami semua materi yang disampaikan guru. Terlebih kemudahan teknologi membuat siswa tidak mau berpikir kritis dan menyukai IPA sebagai sebuah proses. Hal itu sangat berdampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa terutama di SMPN 3 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Berkaca dari itu, guru harus mencari solusi agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Salah satunya dengan menggunakan model Project Base Learning (PjBL).

Baca juga:  Tetap Semangat Belajar Daring selama Pandemi di SD Pedesaan

Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks.

Langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran PJBL sebagai berikut, pertama, pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu penyakit apa yang pernah kamu alami dan apakah anggota keluargamu ada yang memiliki penyakit yang sama denganmu? Kedua, perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian, siswa akan merasa memiliki proyek tersebut. Ketiga, guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan proyek.

Keempat, guru bertanggung jawab memantau kegiatan siswa selama menyelesaikan proyek. Pemantauan dilakukan dengan cara memfasilitasi siswa pada setiap proses. Kelima, melakukan penilaian untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar kompetensi, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

Baca juga:  Pelaksanaan Pembelajaran Daring Seni Tari dalam Mapel Seni Budaya SMP

Keenam, pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini siswa diminta mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. Guru dan siswa mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran.

Metode proyek sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Metode ini membuat siswa lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. Juga mendorong kemampuan siswa untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. (nov1/ida)

Guru IPA SMPN 3 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya