alexametrics

Meningkatkan Pemahaman Konsep Pemuaian Zat dengan Media Barang Bekas Lingkungan Sekitar

Oleh : Eko Yulianto, S. Pd. Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IPA sebagai salah satu mata pelajaran di SMP selalu berkaitan dengan alam sekitar. Hal ini membuat mata pelajaran IPA harus dikemas menarik dalam penyampaian materinya. Salah satu caranya dengan menggunakan alat bantu atau media pembelajaran.

Media pembelajaran adalah alat bantu atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, yang bertujuan menyampaikan informasi pembelajaran dari guru kepada siswa. Media pembelajaran berperan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Saiffudin (2014:129) menjelaskan media adalah wahana penyalur informasi belajar atau penyampai pesan. Media sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri.

Kita sadar sebagai pendidik bahwa tanpa bantuan media, materi pelajaran akan sulit dipahami oleh peserta didik, terutama materi rumit dan kompleks. Penggunaan bahan ajar yang ada di laboratorium sangatlah membantu kita sebagai pendidik untuk menyampaikan materi.

Namun berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru IPA di SMPN 1 Mungkid, ada beberapa materi pelajaran IPA seperti pemuaian zat yang bahan ajarnya tidak ada di laboratorium. Sehingga pendidik harus lebih kreatif dalam membuat media dari bahan ajar yang dapat meningkatkan penguasan konsep pemuaian zat. Media dari bahan ajar yang tidak ada di laboratorium tersebut dapat dibuat dari bahan barang bekas di sekitar kita.

Baca juga:  Pembelajaran Kemagnetan IPA Asyik Selama Pandemi dengan Video Tik Tok

Membuat media dari barang bekas untuk membantu meningkatkan pemahaman konsep dirasa sangat perlu. Agustina (2018:78) mengatakan kegiatan pembelajaran dengan pemanfaatan barang bekas dapat meningkatkan kreativitas siswa secara motorik dan kognitif. Sehingga siswa mampu mengembangkan sebuah hasil karya menurut pemikiran dan imajinasi mereka sendiri.

Siswa yang menikmati dalam menciptakan produk yang unik tumbuh sebagai individu dengan harga diri tinggi. Berpikir secara mandiri, datang dengan solusi berbeda untuk masalah dan sadar apa yang dapat mereka lakukan di masa depan serta lebih kreatif. Uswatun (2018:11) menguatkan bahwa pembuatan bahan ajar yang menarik adalah salah satu faktor yang menunjang keberhasilan pembelajaran. Salah satunya dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar kita.

Baca juga:  Dengan Pendekatan Kontrastif Pembelajaran Pronunciation Lebih Efektif

Dengan menggunakan barang bekas kita dapat mengurangi permasalahan lingkungan di sekitar, terutama SMPN 1 Mungkid sebagai salah satu sekolah Adiwiyata di Kabupaten Magelang. Selain itu penggunaan bahan ajar yang menarik dapat memunculkan kreativitas anak sehingga pemanfaatan bahan ajar dari barang bekas ini dinilai cukup efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran apapun sesuai kompetensinya, tidak hanya pembelajaran IPA.

Penulis menggunakan berbagai barang bekas sebagai media dalam berpraktikum di laboratorium untuk penguasaan konsep pemuaian zat. Untuk pemuaian zat padat, menggunakan berbagai logam sisa pembangunan di lingkungan rumah. Untuk pemuaian zat cair dan gas menggunakan botol minuman bekas serta cairan minyak goreng dan oli serta balon bekas yang sudah terpakai.

Penggunaan media barang bekas saat pembelajaran IPA materi pemuaian zat ini memberikan beberapa manfaat. Pertama, siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, ditunjukkan dengan antusias siswa dalam merangkai media dari barang bekas yang dipandu melalui LKPD.

Baca juga:  Pembelajaran Berbasis Praktikum dalam PJJ

Antusias ini membuat siswa menjadi kreatif dan berpikir kritis dalam menjawab beberapa pertanyaan di LKPD sehingga proses pembelajaran menjadi interaktif, tidak berpusat pada guru.

Sesuai filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa proses pembelajaran harus berpusat pada anak. Dengan proses pembelajaran interaktif, sikap positif siswa seperti berani beragumentasi dan berpendapat muncul dalam pembelajaran menggunakan media dari barang bekas ini. Kedua, siswa termotivasi untuk belajar lebih baik dan terampil dengan ide-ide kreatifnya.

Hal ini sejalan dengan Suryandari (2014:4) yang menyatakan penggunaan media dapat mendorong siswa belajar dengan baik dan mengasah keterampilan mereka dengan menyalurkan ide kreatif serta berinovasi menciptakan benda kerajinan yang baru.

Hal tersebut dikarenakan siswa melaksanakan dan terlibat langsung dalam praktik kerja di laboratorium. Dalam penggunaan media dari barang bekas ini guru harus mampu membuat situasi belajar siswa kondusif, mengatur waktu dengan baik dan bijaksana memahami kemampuan setiap siswa yang berbeda-beda. (mk1/lis)

Guru IPA SMPN 1 Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya