alexametrics

Hybrid Learning, Solusi Atasi Learning Loss dalam Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh: Imam Toifur, S.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda dunia. Salah satu yang terkena dampak adalah dunia pendidikan. Semua sekolah di Indonesia terpaksa ditutup untuk menghindari penyebaran virus korona. Dunia pendidikan memasuki era baru dalam pembelajaran.

Saat ini, sekolah sebagai penyelenggara pendidikan menerapkan beberapa implementasi pembelajaran seperti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring, pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), dan gabungan keduanya yang disebut hybrid learning. Tujuan penerapan hybrid learning untuk menghindari terjadinya learning loss.

Learning loss adalah sebuah istilah yang mengacu pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena suatu kondisi tertentu (https://www.antaranews.com/berita/2372646/penyebab-learning-loss-dan-kiat-menyiasatinya).

Bulan Maret 2021, pemerintah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Mendagri, Menkes, dan Menag tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Dengan terbitnya SKB 4 Menteri tersebut, sekolah bersiap menerapkan PTMT maupun hybrid learning. Acuan lain pelaksanaan PTMT adalah level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mulai diterapkan Januari 2021. Demikian juga SMA Negeri 1 Salaman mulai berbenah untuk penerapan PTMT.

Baca juga:  Learning Loss, Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengatasinya

Agustus 2021, sekolah diminta menyiapkan PTMT dengan metode hybrid learning. Diawali pendataan peserta dengan cara mengisi formulir pendataan secara daring yang berisi nama, nama orang tua, no HP, persetujuan orang tua/wali, riwayat kesehatan, riwayat vaksin, kesediaan untuk divaksin, serta moda transportasi.

Sekolah juga menyiapkan sarana prasarana penunjangnya. Pertama, ruang kelas beserta perabotnya. Sekolah menyiapkan 10 ruang kelas dengan pengaturan setiap kelas maksimal 18 peserta didik dan jarak antarkursi 1 meter. Di setiap ruang kelas juga disediakan hand sanitizer dan tisu. Sedangkan di depan kelas disediakan wastafel dan sabun.

Kedua, perangkat keras berupa proyektor, komputer all in one, webcam portable, dan tripod. Perangkat ini digunakan saat pembelajaran berlangsung. Ketiga, alat pengukur suhu yang disediakan di pintu gerbang sekolah dan ruang kelas. Keempat, ruang isolasi untuk menampung sementara jika ada warga sekolah dengan gejala Covid-19.

Baca juga:  Penerapan Model Kooperatif NHT pada Materi Fungsi Kuadrat

Selain itu, disiapkan sarana nonfisik berupa jadwal pelajaran, piket satgas Covid-19 dan virtual meeting. Untuk jadwal pelajaran diatur agar yang bisa mengajar PTMT hanya guru yang sudah vaksin, sehat, dan tidak sedang hamil.

Jam pembelajaran berlangsung dari pukul 07.30 sampai dengan 09.30. Peserta didik yang masuk diatur secara bergiliran untuk kelas X, XI, dan XII. Tim Satgas Covid-19, bertugas untuk pengaturan kedatangan dan kepulangan peserta didik, pengaturan parkir sepeda motor, pengecekan suhu tubuh serta layanan ruang isolasi.

Sarana lain adalah perangkat lunak berupa virtual meeting. Dalam hal ini sekolah menggunakan Google Meet (biasa disingkat Meet). Meet dipilih karena kemudahan dalam pengoperasian dan setiap warga sekolah punya akun pembelajaran (belajar.id) yang didapatkan dari Kemdikbudristek. Dengan akun belajar, ketika ada peserta didik yang akan bergabung dalam Meet akan otomatis terhubung sehingga guru tidak terganggu dengan notifikasi/pemberitahuan. Selain itu, Meet juga bisa diakses menggunakan kuota belajar dari pemerintah.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Berbicara melalui Study Banding Literasi

Setelah semua sarana prasarana lengkap, PTMT dengan hybrid learning siap diberlakukan. Tahap pertama dimulai 1 September 2021 untuk peserta didik kelas X dan XI, dan mulai tahap ketiga 4 Oktober 2021 melibatkan peserta didik kelas X, XI, dan XII dengan jadwal khusus.

Saat pembelajaran, 18 peserta berada di kelas, sisanya mengikuti pembelajaran dengan Meet dari rumah dengan jadwal yang sudah diatur sebelumnya. Jadi saat mengajar guru tidak perlu membuat jadwal Meet baru. Dengan webcam portable guru bisa mengarahkan bagian mana yang akan ditampilkan di layar Meet.

Seluruh proses pembelajaran dapat direkam, sehingga jika ada peserta yang tidak bisa mengikuti pembelajaran bisa melihat lagi dokumen pembelajarannya. Harapannya dengan PTMT metode hybrid learning, kekhawatiran learning loss bisa teratasi. (nov2/lis)

Guru Matematika SMAN 1 Salaman, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya