alexametrics

Mudahnya Mengatasi Mental Block Siswa melalui Mading Budaya

Oleh: Bambang Sapudjo, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu indikator pencapaiaan bagi siswa atau peserta didik ialah di lihat dari hasil belajarnya dan hasil akhir itu menjadi nilai akhir mereka dalam hal pemahamaan mata pelajaran yang di sampaikan saat kegiatan belajar mengajar di sampaikan.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa ada banyak, yang mana dari beberapa faktor-faktor itu akan mempengaruhi tinggi dan rendahnya hasil belajar setiap siswa. Sedangkan salah satu faktor penyebabnya adalah siswa yang mengalami permasalahan mental block pada siswa dan untuk memotivasi belajar siswa.

Salah satu indikator pencapaiaan bagi siswa atau peserta didik ialah di lihat dari hasil belajarnya dan hasil akhir itu menjadi nilai akhir mereka dalam hal pemahamaan mata pelajaran yang di sampaikan saat kegiatan belajar mengajar di sampaikan.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa ada banyak, yang mana dari beberapa faktor-faktor itu akan mempengaruhi tinggi dan rendahnya hasil belajar setiap siswa. Hal ini terjadi pada peserta didik kelas 4 SDN 03 Sengare mengalami mental block pada siswa. Menurut beberapa peneliti, mental block atau limiting belief adalah suatu keyakinan yang muncul secara sengaja atau tidak sengaja dan sudah terkonfirmasi menjadi suatu opini diri.

Baca juga:  Peranan Media Gambar dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran PPKn

Sedangkan mental block biasanya terjadi karena adanya belenggu yang terbentuk dalam diri kita mengenai hal kepercayaan dan nilai-nilai, maka jika opini atau mental block itu tidak di lepas secara total maka hasil belajar siswa akan terus terganggu dan bahkan memiliki kemungkinan semua itu akan menjadi emosi negatif yang berubah sebagai beban didalam sepanjang kehidupan.

Alat Peraga edukatif ini disebut “Mading Budaya” media ini digunakan untuk alat bantuan belajar yang ditujukan untuk siswa di ruang kelas IV. Tujuan dari APE ini adalah untuk memudahkan guru dalam menelusuri dan menjelaskan serta untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya yang berkaitan dengan materi adat budaya yang ada di Indonesia.

Baca juga:  Penerapan Model Pembelajaran Make a Match Membuat Belajar Siswa Menjadi Efektif

Keindahan alat peraga pendidikan ini memiliki tanggal lengkap dan dilengkapi dengan gambar dari pakaian adat dan terlihat bagus dan menarik dalam berbagai warna rumah di setiap negara bagian. Hal ini sangat berguna bagi siswa dalam proses pembelajaran, terutama bagi siswa tipe visual learner.

Sedangkan cara penerapannya yaitu pada awal pembelajaran guru terlebih dahulu menjelaskan tentang keanekaragaman budaya Indonesia. Secara garis besar termasuk jumlah provinsi yang ada di Indonesia. Kemudian guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok diberikan 3 data provinsi yang tersedia di Mading.

Selanjutnya setiap kelompok diberikan waktu untuk memahami dan berdiskusi data yang telah di dapat. Setelah waktu diskusi selesai, guru meminta setiap kelompok menunjuk satu perwakilan untuk maju kedepan presentasi.

Baca juga:  Tingkatkan Penguasaan Kemampuan Mendengarkan Bahasa Inggris Melalui Audio-Visual

Setelah presentasi selesai, guru akan memainkan permainan “menang pertama”. Dalam permainan ini guru bertanya secara lisan tentang data negara bagian yang ada di Mading, menjawab dengan cepat dan menerima poin untuk setiap kelompok. Di Grup, yang memiliki poin terbanyak menang.

Dengan cara ini, penilaian dapat diterapkan pada materi ini untuk menumbuhkan daya saing dan menjaga siswa agar tidak bosan dengan penelitian yang monoton. Perangkat pendidikan ini dirancang untuk memfasilitasi pekerjaan guru, meningkatkan kegembiraan membaca, memotivasi belajar, dan tentu saja memperluas pengetahuan dan meningkatkan hasil belajar siswa. (rn2/zal)

Guru SDN 03 Sengare, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya