alexametrics

Metode Blended Learning Menjadi Solusi Pembelajaran yang Menarik

Oleh: Suharyani, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan era revolusi industri 4.0 adalah fenomena yang merespons kebutuhan revolusi industri dengan penyesuaian kurikulum baru sesuai situasi saat ini.

Kurikulum tersebut mampu membuka jendela dunia melalui genggaman. Revolusi industri 4.0 diharapkan mampu mewujudkan pendidikan cerdas melalui peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perluasan akses dan relevansi dalam mewujudkan kelas dunia.

Untuk mewujudkan hal tersebut interaksi pembelajaran dilakukan melalui blended learning (melalui kolaborasi), project based-learning (melalui publikasi), flipped classroom (melalui interaksi publik dan interaksi digital).

Indonesia tengah menghadapi hari-hari melawan Covid-19, bahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB) telah mengeluarkan surat edaran baru yang pada intinya menyatakan perpanjangan masa bekerja dari rumah (work frome home) dan penyesuaian sistem kerja.

Dengan menurunnya kasus Covid-19, pemerintah sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) dengan prosedur yang ketat yakni 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Baca juga:  Quiz Team Meningkatkan Semangat Belajar IPS

Hal tersebut membuat gembira sebagai pengobat rindu bertemu anak-anak walaupun masih 50 persen.

Selama pembelajaran jarak jauh ini siswa di SDN Menayu 1, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang mengalami penurunan hasil belajar dan semangatnya. Untuk itu guru perlu berinovasi untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih menarik. Salah satunya adalah dengan metode blended learning.

Menurut Francine S.Glazer, “Blended learning adalah proses pembelajaran campuran tatap muka dengan online, sehingga menjadi pengalaman belajar yang unik (2012:1). Sedangkan menurut Catlin R.Tucker, “Blended learning merupakan satu kesatuan yang kohesif (berpadu/melekat), maksudnya adalah memadukan atau menggabungkan pembelajaran tradisional tatap muka dengan komponen online (2012:11).

Adapun karakteristik dari model pembelajaran blended learning adalah sebagai berikut : pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam. Sebagai sebuah kombinasi pendidikan langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri via online.

Baca juga:  Belajar Efektif di Masa Pandemi dengan Luring Method

Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran. Pendidik dan orangtua peserta didik memiliki peran yang sama penting, pendidik sebagai fasilitator, dan orangtua sebagai pendukung.

Kelebihan model pembelajaran blended learning, antara lain : pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi. Pembelajaran lebih efektif dan efisien, meningkatkan aksesbiltas. Dengan adanya blended learning maka peserta belajar semakin mudah dalam mengakses materi pembelajaran. Proses belajar mengajar tidak hanya tatap muka, namun menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dunia maya. Mempermudah dan mempercepat proses komunikasi nonstop antara pengajar dan siswa.

Kekurangan model pembelajaran blended learning, adalah media yang dibutuhkan sangat beragam, sehingga sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung.

Baca juga:  Menulis Teks Berita dengan Metode Brainwriting

Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi, blended learning masih sulit digunakan dalam mata pelajaran eksakta. Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet.

Pada akhirnya, di tengah merebaknya wabah Covid-19, pendidikan era revolusi industri 4.0 dapat diterapkan dengan penyesuaian tertentu tanpa mennyampingkan hal-hal yang perlu diperhatikan lebih teknis. Misalnya dampak dan kelemahannya.

Di sisi lain tuntutan peran peserta didik diharapkan mampu membawa perubahan positif di tengah situasi melalui pemahaman yang diberikan oleh pengajar. Sudah saatnya kita berkolaborasi dalam mewujudkan “kesempatan” mengabdi di tengah adanya pandemi ini. (ms2/lis)

Guru SDN Menayu1, Muntilan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya