alexametrics

Menggugah Semangat Pembelajaran dengan Matematika Aplikatif

Titin Isniyati, S.Pd, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Jika guru hanya menyampaikan sebatas yang ia ketahui kepada peserta didik, maka tujuan pembelajaran yang sejati tidak dicapai. Istilah sederhana, tujuan pembelajaran terancam gagal. Jika ilmu pengetahuan yang diperoleh peserta didik hanya sebatas apa yang dibagikan pendidiknya saja.

Pernyataan yang menarik dan menarik pertanyaan lanjutan untuk dijadikan antitesis. Bagaimana seorang pendidik bisa memberikan ilmu yang ia tidak memiliki? Bagaimana proses transfer knowledge dapat terjadi guru tidak memiliki keilmuan?

Merespon pertanyaan seperti, jawaban ideal dikembalikan kepada tujuan pembelajaran. Jika pendidik mampu memaknai tujuan pembelajaran secara utuh sebagai sebuah proses menggugah rasa ingin tahu peserta didik, maka arahnya akan lebih mudah untuk dimengerti. Mekanismenya, pendidik tidak hanya fokus pada apa yang mereka miliki. Namun pendidik dengan karakteristik pemahaman yang lebih komprehensif dalam memaknai tujuan pembelajaran, akan lebih berfokus pada; Apa yang bisa mereka lakukan untuk menggugah rasa ingin tahu peserta akan ilmu pengetahuan.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Bertanya-Menjawab dengan Metode Team Quis

Ketika peserta didik tergugah, mereka bakal memenuhi kepala mereka dengan berbagai pertanyaan. Yang memandu menuju wawasan dan pengetahuan. Rasa dahaga akan membimbing siapa saja yang memilikinya untuk mencapai pemahaman lebih baik. Pemahaman yang lebih kompleks, lebih solid dan lebih komprehensif, secara naluriah akan membimbing peserta didik pada kemajuan berpikir yang lebih modern dan future oriented.

Konsep pemikiran yang mendasari pendidik untuk mengarahkan pikiran dan ide. Untuk menemukan metode yang paling efektif untuk menggugah rasa ingin tahu. Mata pelajaran matematika membutuhkan inspirasi yang berkobar supaya menyenangkan. Pada kondisi tertentu, membutuhkan energi dan bahan bakar yang kuat.

Upaya ini menemukan titik temunya di SMP Negeri 2 Jambu, Kabupaten Semarang. Ketika pendidik mencoba beberapa proses pembelajaran dengan metode matematika aplikatif. Metode ini tidak hanya menunjukkan untuk apa ilmu matematika dalam kehidupan sosial sehari-hari. Namun memberi semacam percikan imajinasi kepada peserta didik.

Baca juga:  Cara Seru Belajar Menulis Anekdot dengan Instagram

Secara filosofis, menerapkan matematika aplikatif yang up to date dan bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari mampu memberikan deskripsi yang lebih koheren pada peserta didik. Mereka tidak sebatas memahami rumus hitungan. Tapi orientasi pemikiran mereka dibawa pada poin yang lebih. Dengan menguasai suatu rumus hitungan dan semacamnya. Mereka akan mampu mencapai tujuan yang lebih jauh lagi.

Matematika dengan pembelajaran aplikatif tidak hanya menjadi dayung dimana sampan bisa dikayuh. Ketika peserta didik mulai terbiasa dengan kemegahan arsitektur sebagai bentuk aplikatif dari ilmu bangun ruang, navigasi dan penerbangan sebagai bentuk aplikatif dari ilmu koordinat, atau transaksi bisnis sebagai bentuk aplikatif dari aritmatika. Maka mereka mulai memandang ilmu matematika dengan cara yang lebih menarik.

Matematika tidak lagi hanya dipandang sebagai sebuah ilmu njelimet dan melelahkan. Tapi satu persepsi, bentuk aplikatif sederhana dari disiplin ilmu ini telah membuka mata dan imajinasi peserta didik untuk melihat kegunaan sebenarnya dari mata pelajaran tersebut.

Baca juga:  Membaca Teks Recount Dengan Memotret Cerita Bergambar

Dalam proses pemotongan kayu untuk kepentingan industri plywood, matematika diaplikasikan dalam banyak hal. Mengenai panjang, jumlah, dan sudut yang direlevansikan dengan orientasi hasil akhir. Menariknya contoh pembelajaran matematika aplikatif yang terakhir, peserta didik di SMP Negeri 2 Jambu, Kabupaten Semarang, dapat menyaksikan secara langsung karena proses produksinya yang tidak jauh dari sekolah.

Menggunakan metode aplikatif sederhana hanya salah satu upaya kecil untuk menggugah rasa ingin tahu peserta didik. Pendidik tentu masih dapat berimprovisasi untuk menemukan metode yang lebih efektif. Dengan berbagai upaya mudah-mudahan tujuan pembelajaran sebagai orientasi besar pendidikan, dapat lebih mudah dicapai. (rs2/fth)

Guru SMP Negeri 2 Jambu Kab. Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya