alexametrics

Paham Huruf Jawa dengan Bermain Kartu

Oleh: Triwati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BAHASA Jawa merupakan mata pelajaran muatan lokal Propinsi Jawa Tengah di sekolah dasar. Dalam kurikulum KTSP 2013 mata pelajaran ini diajarkan terpisah tidak terkait dengan mata pelajaran lain. Di kelas lima termuat materi menulis huruf jawa dengan kompetensi dasar membaca dan menulis kalimat berhuruf Jawa menggunakan pasangan.

Aksara jawa atau tulisan huruf Jawa merupakan materi yang dianggap sulit oleh siswa. Setiap kali pelajaran Bahasa Jawa sampai pada materi tulisan berhuruf Jawa, mereka malas, bahkan enggan untuk belajar menulis huruf Jawa. Alasannya bermacam-macam, ada yang tidak hafal, ada yang tidak dapat menerapkan tulisan Jawa ke dalam kalimat, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Guru sudah berusaha mengarahkan para siswa untuk menghafalkan huruf Jawa, lengkap dengan pasangan dan sandhangannya, tetapi masih juga hasil yang dicapai para siswa kurang memuaskan.

Dalam proses pembelajaran ini guru menggunakan metode diskusi, namun sepertinya belum berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Keberhasilan metode ini bergantung pada keaktifan anggota kelompok untuk mengupas materi yang ditugaskan guru. Namun ada beberapa siswa yang kurang bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran dengan metode ini.

Baca juga:  Belajar Membuat Produk Kreatif dengan Media Video Tutorial

Motivasi siswa dalam materi inipun rendah. Hal ini menyebabkan perolehan nilai ulangan harian pada siswa kelas lima SD Negeri Cluwuk Kecamatan Tulis Kabupaten Batang juga tidak memuaskan, karena belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal.

Dari beberapa hal di atas maka penulis melakukan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Perbaikan tersebut dengan cara memberikan strategi pembelajaran yang mengaktifkan siswa sekaligus meningkatkan minat belajar siswa. Strategi yang direncanakan penulis adalah pembelajaran dengan media kartu.

Dalam pembelajaran ini guru menyiapkan kartu berisi soal dan menyiapkan kartu jawaban, kemudian siswa mencari pasangan kartunya. Setiap siswa akan memegang sebuah kartu baik kartu yang berisi soal maupun kartu jawaban.

Jika kartu yang dipegangnya berisi kartu soal, maka siswa tersebut akan mencari kartu yang berisi jawaban yang dipegang temannya, dan sebaliknya jika siswa tersebut memegang kartu jawaban, dia akan mencari kartu soal yang dipegang temannya. Jadi otomatis para siswa akan bersosialisasi dengan teman satu kelasnya.

Baca juga:  Video Permudah Siswa Pahami Bersuci dari Hadas Kecil

Adapun langkah-langkah dalam menggunakan media kartu sebagai berikut. Pertama, guru menyiapkan kartu-kartu yang berisikan soal atau pertanyaan sekaligus kartu yang berisikan jawabannya. Kartu soal berupa kalimat dengan menggunakan huruf Latin dan kartu jawaban berisi kalimat menggunakan huruf Jawa.

Sebaiknya antara kartu soal dan kartu jawaban ditulis pada kertas yang berbeda warnanya. Kedua, setiap siswa mendapatkan sebuah kartu (soal atau jawaban). Ketiga, siswa yang sudah mendapatkan kartu memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang didapatkannya. Keempat, setiap siswa mencari pasangan kartu yang sekiranya cocok dengan kartu yang dimilikinya.

Kelima, jika siswa tidak dapat mencocokkan kartu yang tepat atau tidak menemukan kartu yang cocok sesuai batas waktu yang ditetapkan, maka siswa bersangkutan akan mendapatkan hukuman berdasarkan kesepakatan bersama. Keenam, setelah menyelesaikan satu babak, kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya. Ketujuh, guru bersama siswa membuat kesimpulan.

Baca juga:  Belajar Tematik Menyenangkan Menggunakan Game Edukasi

Kelebihan pembelajaran menggunakan media kartu adalah meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena peserta didik merasa bahwa proses pembelajaran seperti suasana bermain, meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, melatih keberanian peserta didik untuk tampil presentasi, dan melatih kedisiplinan peserta didik dalam menghargai waktu untuk belajar.

Dengan belajar huruf Jawa menggunakan media kartu ini melatih siswa lebih cermat memahami materi tulisan Jawa. Siswa lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Terbukti setelah pembelajaran menggunakan media kartu, hasil yang diperoleh siswa SD Negeri Cluwuk Kecamatan Tulis dalam materi menulis huruf Jawa sangat memuaskan. (ra2/zal)

Guru SDN Cluwuk, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya