alexametrics

Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Sarapan Pagi

Oleh : Eva Maria Anggraeni, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pepatah mengatakan mens sana in corpore sano yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Sehat menurut WHO (2015) adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Agar mendapatkan tubuh yang sehat diperlukan adanya pola hidup yang sehat.

Mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) memiliki peranan penting untuk mewujudkan peserta didik memiliki tubuh yang sehat. Pada materi PJOK kelas bawah peserta didik mendapatkan materi menjaga kesehatan tubuh meliputi olahraga yang teratur, makan makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup.

Sebelum pandemi Covid-19, pembelajaran PJOK dilakukan secara tatap muka. Penulis sering mendapati peserta didik yang sakit perut atau pusing dikarenakan tidak sarapan pagi pada saat jam pembelajaran berlangsung. Bahkan tidak jarang peserta didik yang tidak sarapan pagi sesampai di sekolah langsung membeli jajanan yang tidak sehat.

Baca juga:  Meningkatkan Imun Tubuh Siswa dengan Senam Irama

Alasan peserta didik tidak sarapan pagi karena orang tua yang sibuk bekerja harus berangkat lebih pagi atapun karena malas untuk makan pagi. Seringnya kejadian sakit pada saat jam pembelajaran berlangsung, maka penulis selalu mengingatkan bahkan mewajibkan peserta didik untuk selalu sarapan pagi terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah.

Penulis memberikan penjelasan tentang pentingya sarapan pagi sebelum beraktivitas. Penulis juga sering melibatkan orangtua peserta didik untuk lebih memperhatikan kebutuhan anaknya terutama menyiapkan hidangan dipagi hari untuk sarapan pagi.

Menu sarapan pagi sebaiknya mengandung karbohidrat (nasi, roti, kentang), protein (tahu, tempe, telur, daging), serat (bayam, kangkung,buncis) dan vitamin (jeruk, pisang, apel, pepaya) sehingga pemenuhan gizi dapat terpenuhi.

Baca juga:  Menjaga Kebugaran Siswa melalui Media Youtube

Pada masa pandemi covid-19 di SD Negeri 1 Babakan korwilcam Dindikbud Kalimanah pernah mengadakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Setiap malam penulis selalu mengingatkan melalui whatsapp grup kelas untuk sarapan pagi terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah serta selalu menjaga protokol kesehatan dengan disiplin.

Penulis mengajak kepada orangtua untuk dapat mempersiapkan sarapan untuk anak-anaknya sebelum berangkat ke sekolah. Dengan sarapan pagi penulis berharap agar peserta didik memiliki tenaga dan nutrisi yang penting dalam otaknya agar dapat menerima pelajaran dengan baik setelah sekian lama melakukan pembelajaran secara daring.

Dengan sarapan pagi secara rutin tubuh akan memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas dan tentunya akan menjadikan tubuh lebih sehat. Sehingga peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Sarapan pagi juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi para peserta didik yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, melindungi tubuh dari penyakit, meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik.

Baca juga:  Memotivasi Siswa Menyukai Olahraga dengan Permainan Tradisional

Hasil penelitian Ferawati (2016) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebisaan sarapan dengan konsentrasi belajar. R.E Kleinman (2013) berpendapat anak yang tidak sarapan pagi cenderung tidak dapat kosentrasi dalam belajar. Peserta didik yang memiliki tubuh yang sehat dan tingkat kosentrasi yang tinggi dapat menghasilkan prestasi belajar peserta didik yang meningkat.Seiring berjalannya waktu sarapan pagi dan istirahat yang cukup sudah menjadi rutinitas bagi peserta didik yang tidak bisa ditinggalkan. (pb1/ton)

Guru PJOK di SD N 1 Babakan Korwilcam Dindikbud Kalimanah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya