alexametrics

Tanamkan Nilai Karakter dengan Pembelajaran Berbasis Discovery Learning

Catur Endang Widyawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses belajar mengajar dalam pembelajaran Bahasa Inggris gampang-gampang mudah. Sebab materi pembelajaran setingkat SMP tergolong materi susah. Karena penekanannya pada vocabulary dan sedikit menyinggung grammar.

Permasalahannya adalah bagaimana upaya guru agar materi yang diberikan dapat diterima dan mendapat respon positif dari peserta didik. Selain materi guru juga dituntut untuk menanamkan karakter pada peserta didik sebagai roh dalam pembelajaran kurikulum 2013.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menerapkan dengan memperhatikan psikologis peserta didik setiap kali pembelajaran. Sehingga mereka merasa enjoy, senang dalam menerima pembelajaran dengan baik.

Dibutuhkan suatu kreativitas dan inovasi serta menguasai metode pembelajaran. Sehingga pembelajaran tidak membosankan. Salah satu upaya yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah SMP Negeri 3 Moga Kabupaten Pemalang, khususnya pada pembelajaran kelas IX KD.3.1 yaitu Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyatakan harapan, doa dan ucapan selamat atas suatu kebahagiaan dan prestasi serta menanggapinya sesuai dengan konteks penggunaannya.

Baca juga:  Menggugah Antusiasme Siswa melalui Drama dalam Pembelajaran Teks Naratif

Menurut Koesoema (2010;3) karakter adalah gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari berbagai bentukan yang diterima dari lingkungan. Misalnya lingkungan keluarga saat kecil, bawaan dari lahir serta lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah dilakukan diantaranya melalui pembiasaan saat proses pembelajaran.

Jadi pendidikan karakter merupakan pendekatan langsung untuk pendidikan moral dengan memberi pelajaran kepada peserta didik tentang pengetahuan moral dasar untuk mencegah mereka melakukan perilaku tidak bermoral. Diantara karakter yang diajarkan diantaranya akhlak budi pekerti.

Sedangkan Discovery Learning menurut Richard dalam Roestiyah N.K ( 2012, hlm. 20 ) adalah suatu cara mengajar yang melibatkan peserta didik dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri agar peserta didik dapat belajar mandiri dengan cara menemukannya. Peserta didik dipandu guru untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya untuk dapat menemukan konsep sesuai dengan materi yang dibahas pada materi di KD 3.1.

Baca juga:  Narrative Text dengan Model PjBL Berorientasi Soft Skill

Dalam kegiatan menemukan konsep materi ini tanpa disadari akan terjadi sosialisasi antar teman untuk saling menghormati dan menghargai dalam berpendapat. Saling membantu dan mandiri.

Pembiasaan seperti inilah yang akan menumbuhkan karakter peserta didik. Sebagaimana yang diamanatkan dalam kurikulum 2013 yang dilakukan pada proses pembelajaran dan salah satunya pada proses pembelajaran bahasa inggris kelas IX khususnya materi pada KD 3.1.

Penanaman pembiasaan peserta bisa dilakukan dengan pembiasaan yang sudah diprogramkan sekolah. Selain itu dapat ditanamkan melalui proses pembelajaran. Sebagaimana yang dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Inggris tersebut diatas.
Tanpa di sadari guru sudah berupaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.

Pembiasaan pembelajaran khususnya pada pembelajaran bahasa Inggris sebagaimana yang penulis lakukan di SMP Negeri 3 Moga Kabupaten Pemalang. Secara humanis dan menyenangkan sehingga hasil akhir akan nampak nyata pendidikan yang berkarakter dan mampu mencetak generasi emas untuk bangsa-negara. (nov1/fth)

Baca juga:  Asyiknya Menulis Descriptive Text dengan Metode PWIM

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Moga Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya