alexametrics

Mengatasi Kejenuhan Belajar dengan Pembelajaran Berbasis Picture and Picture

Septo Pujiantoro, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi, pemerintah sudah mulai memperbolehkan proses pembelajaran dengan menerapkan sistem Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau PTMT. Pembelajaran tatap muka terbatas ini adalah solusi alternatif yang ditempuh Kemenristek Dikbud dalam menanggapi aspirasi masyarakat dan orang tua peserta didik yang mengeluh terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kondisi seperti ini berlaku untuk semua mata pelajaran tak terkecuali mata pelajaran IPS. Mata pelajaran IPS adalah suatu mata pelajaran yang memuat konsep dan teori yang berhubungan dengan lingkungan sosial peserta didik dan gejala-gejala yang terjadi di lingkungan sekitar. Untuk dapat dipahami sebagai bekal peserta didik agar dapat beradaptasi dalam kehidupannya kelak.

Mata pelajaran IPS menggabungkan beberapa disiplin ilmu. Mulai ekonomi, geografi, sejarah, dan sosiologi. Dengan penggabungan berbagai disiplin ilmu, tentu menyebabkan peserta didik menjadi kesulitan dalam belajar. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab peserta didik menjadi malas belajar dan jenuh untuk mengikuti pembelajaran mata pelajaran IPS.

Baca juga:  Visualisasi Pembelajaran BTIK melalui Media Video

Proses pembelajaran IPS sebagaimana yang kami lakukan di SMPN 3 Moga juga dilakukan dengan kolaborasi antara PTMT dan untuk pemberian tugas melalui aplikasi lainnya. Ini merupakan suatu tantangan baru bagi kami pendidik mata pelajaran IPS untuk bisa menyajikan pembelajaran IPS yang bermakna dan menyenangkan. Meskipun pembelajaran IPS disajikan secara terbatas tetapi menarik perhatian dan tidak membosankan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut kami selaku guru IPS berupaya untuk mengemas pembelajaran IPS di masa PTMT dengan pembelajaran berbasis gambar atau picture and picture. Sebagaimana yang sudah penulis terapkan di SMPN 3 Moga Kabupaten Pemalang kelas IX pada KD. 3.2. Menganalisis Perubahan Kehidupan Sosial Budaya Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Arus Globalisasi Untuk Memperkokoh Kehidupan Kebangsaan.

Pembelajaran berbasis gambar atau picture and picture menurut Ibrahim adalah suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling asah, saling asih, dan saling asuh. Pembelajaran dengan berbasis picture and picture ini muncul dari konsep bahwa peserta didik akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan teman sebayanya.

Baca juga:  Dengan Media Diorama Menulis Teks Diskusi Jadi Berirama

Adapun langkah-langkah Pembelajaran berbasis picture and picture menurut Suprijono ( dalam Huda 2014 hlm.236 ) adalah (1) Guru menyiapkan dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai pada pembelajaran ini yaitu pada kelas IX khususnya pada KD. 3.2. Menganalisis Perubahan Kehidupan Sosial Budaya Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Arus Globalisasi Untuk Memperkokoh Kehidupan Kebangsaan. (2) Menyajikan materi pengantar dengan sebelumnya membagi kelompok, (3) Guru memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi yang dibahas. (4) Guru menunjuk dan memberi kesempatan peserta didik atau kelompok secara bergantian untuk memasang dan mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis.

(5) Guru memotivasi dengan menanyakan atau memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanyakan dasar pemikiran urutan gambar tersebut. (6) Dari urutan gambar yang sudah dipasang oleh salah satu kelompok guru mulai menanamkan konsep materi sesuai dengan KD yang dibahas. ( 7) Langkah terakhir peserta didik dengan dipandu guru mengkomunikasikan terhadap pekerjaan atau hasil diskusi kelompok. Disini akan terjadi interaksi timbal balik antara peserta didik dan guru sehingga proses pembelajaran akan berjalan secara aktif dan menyenangkan.

Baca juga:  Media Pias-Pias Kata Memudahkan Membaca Permulaan

Dengan menerapkan pembelajaran berbasis gambar atau picture and picture pembelajaran IPS yang awalnya membosankan menjadi hidup. Menyenangkan dan dengan keaktifan dari peserta didik proses pembelajaran akan lebih bermakna dan humanis. (nov1/fth)

Guru IPS SMPN 3 Moga, Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya