alexametrics

Belajar Permainan Olahraga Kasti dengan TGT

Oleh : Kasirin,S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK)termasuk pelajaran yang sangat diminati sebagian siswa. Sebab, selalu berkaitan dengan permainan, dan berkegiatan di luar kelas. Untuk itu, guru terus mencari cara agar semua siswa bersemangat dalam belajar, menyenangi pelajaran PJOK. Guru harus memiliki keterampilan dan kreativitas. Baik dalam memilih metode, model maupun media pembelajaran. Langkah ini agar siswa tidak bosan dan mudah materi yang disampaikan. Hal ini akan membawa pengaruh pada peningkatan hasil belajar.

Materi olahraga permainan bola kecil (kasti) adalah salah satu materi yang diujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Materi ini sebenarnya bukan materi yang sulit. Tapi kenyataannya banyak siswa di SD Negeri Srondol Wetan 06 yang kurang bersemangat dalam pembelajaran, bersikap masa bodoh, malas menghitung, dan banyak siswa yang tidak mencapai ketuntasan belajar.

Salah satu penyebabnya guru hanya menggunakan metode yang konvensional. Yaitu ceramah, pemberian tugas dan demonstrasi secara sederhana. Guru hanya menerangkan, menyampaikan materi cara bermain kasti. Tanpa menggunakan media pembelajaran sehingga membosankan dan tidak menyenangkan.

Baca juga:  Media Lagu untuk Memotivasi Siswa Belajar Bahasa Inggris

Melihat permasalahan tersebut, penulis memilih media pembelajaran permainan lempar tangkap dalam menyampaikan konsep materi kasti model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament ). Penulis memilih pembelajaran dengan permainan lempar tangkap, karena pada permainan ini merupakan bagian dari teknik dasar permainan kasti.

Permainan lempar tangkap cocok digunakan sebagai media untuk menanamkan konsep dasar permainan kasti. Sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, siswa lebih aktif dan bersemangat. Akhirnya pembelajaran menjadi berkesan dan akan selalu diingat siswa.

Model pembelajaran TGT digunakan karena merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Shoimin (2014:203) menyatakan TGT adalah model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan.

Model pembelajaran ini memotivasi siswa untuk membangun interaksi dengan teman dan guru. Permainan yang beraturan, menantang, dan menyenangkan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar sambil bermain. Sehingga siswa menikmati pembelajaran. Kelebihan dari model pembelajaran ini adalah adanya keterlibatan siswa yang tinggi, siswa bersemangat dalam belajar, melatih siswa mengungkapkan gagasannya, serta dapat menumbuhkan sikap kerjasama, toleransi, dan tanggung jawab.

Baca juga:  Meningkatkan Imun Tubuh Siswa dengan Senam Irama

Langkah-langkah dalam pembelajaran permainan kasti dengan media permainan lempar tangkap dan model pembelajaran TGT. 1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, membentuk kelompok terdiri dari 3 atau 4 siswa dan masing-masing kelompok siap dengan bola kastinya; 2) guru menyiapkan beberapa data, misal data nilai ulangan PJOK beberapa siswa; 3. Siswa diajak bermain lempar tangkap secara kelompok dengan peraturan yang disiapkan. 4) Masing-masing kelompok menyusun strategi untuk bermain dan menahan bola agar tidak mudah di raih lawan.

Ketika siswa melakukan permainan lempar tangkap bola guru sambil mengamati untuk membentuk kelompok yang baru. Yang akan dijadikan jadikan model pembelajaran TGT untuk pencapaian ketuntasan pembelajaran permainan kasti. Guru membuat kelompok baru berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan berdasarkan kemampuan awal dari permainan lempar tangkap yang telah mereka lakukan. Pertandingan dimulai dengan undian tim mana dulu yang akan bertanding. Tim yang menang diberikan kesempatan untuk bertanding terus sampai ada yang bisa mengalahkan.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Speaking melalui Metode Story Telling

Model pembelajaran TGT dengan media permainan lempar tangkap dalam penguasaan teknik dasar bermain kasti di kelas VI SD Negeri Srondol Wetan 06 ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar. Siswa lebih aktif , tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Selain itu terbentuk rasa kerja sama dan kekompakan dalam tim untuk bisa bermain untuk bisa mengalahkan lawan dengan baik.

Dari metode ini bisa menilai langsung sikap dan keterampilan siswa. Disaat pelaksanaan ulangan harian rata-rata nilai mengalami peningkatan. Tidak ada siswa yang tidak mencapai KKM yang ditentukan. Kesalahan penjelasan teknik dasar bermain kasti dalam mengerjakan soal ujian juga dapat diminimalisir. (nov1/fth)

Guru PJOK SD Negeri Srondol Wetan 06 Banyumanik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya