alexametrics

Asyik Belajar TIK dengan Flipped Classroom

Oleh: NAELY USHWATY, S.Kom., M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi bakal mengambil kebijakan pembelajaran tatap muka Tahun pelajaran 2021/2022. Namun, data yang ada kasus Covid-19 tidak juga menunjukkan penurunan. Oleh karena itu, kebijakan PTM Terbatas menjadi pilihan pada jenjang SMP dan SMA. Sementara jenjang Sekolah Dasar baru sebatas simulasi.

Untuk mencegah berkerumun beberapa sekolah termasuk SMPN 2 Taman Kabupaten Pemalang membuat kebijakan siswa masuk sekolah dengan bergilir. Pembagian kelas yang dapat mengikuti PTM paling banyak adalah 50 persen. Misalnya dalam kelas siswanya ada 30, maka 15 siswa melakukan kegiatan tatap muka di kelas dan 15 siswa melaksanakan pembelajaran secara daring (BDR).

Masalah yang mungkin timbul, apa yang dikerjakan siswa yang di rumah saat sebagian temannya belajar secara tatap muka? Teknologi banyak menawarkan alternatif solusi untuk masalah tersebut. Salah satunya dengan pembelajaran model flipped classroom. Model ini termasuk blended learning. Yaitu pendekatan pembelajaran kombinasi antara PTM dan pembelajaran system daring.

Baca juga:  Meningkatkan Belajar Siswa Materi Berdirinya ASEAN dengan Bermain Peran

Secara bahasa flipped classroom berarti kelas yang dibalik. Artinya suatu model yang membalik kebiasaan dalam pembelajaran tradisional. Konsep flipped classroom yaitu aktivitas yang biasanya dikerjakan di rumah, sekarang dikerjakan di sekolah, dan aktivitas yang biasanya dikerjakan di sekolah, sekarang dikerjakan di rumah (Muthmainah, 2018).

Pola dasar kegiatan belajar flipped classroom terbagi menjadi dua bagian. Yaitu kegiatan belajar di rumah dan kegiatan belajar di kelas. Pola dasar tersebut dapat berkembang sesuai kebutuhan sekolah masing-masing. Ada yang mengembangkan menjadi tiga atau empat tahap.

Kegiatan pembelajaran model flipped classroom dilakukan dengan tiga langkah. Pertama, kegiatan di rumah sebelum masuk kelas. Guru perlu memberikan tugas apa yang harus dilakukan siswa di rumah. Tugas diberikan dalam bentuk sederhana. Sehingga mudah dilakukan siswa. Misalnya menonton tayangan video pembelajaran materi TIK pada kompetensi mengenal data.

Baca juga:  Belajar Teks Analytical Exposition dengan Metode Role Play

Tugas yang diberikan sebaiknya tidak terlalu banyak, misal hanya satu judul video saja dengan durasi kurang lebih 15 menit. Sebagai bukti telah melaksanakan tugas, siswa diminta untuk menulis rangkuman atau poin-poin penting dari materi yang telah dipelajarinya pada selembar kertas.

Kedua, kegiatan belajar di kelas. Banyak metode yang dapat dilakukan. Antara lain presentasi, diskusi kelompok, galeri, atau praktikum. Misal guru memilih diskusi kelompok, guru mempersilahkan siswa menceritakan tentang apa yang telah mereka pelajari di rumah secara bergantian.

Apabila siswa mengalami kesulitan, guru dapat membantu memberikan penjelasan. Dalam metode ini, siswa dipersilakan memasang display atau galeri hasil belajarnya di rumah.

Ketiga, kegiatan tindak lanjut. Pada tahap ini, guru dapat memberikan apresiasi, saran, motivasi, dan lain-lain. Kesempatan tatap muka dapat digunakan untuk memberikan tugas pada putaran flipped classroom selanjutnya.

Flipped classroom dapat berlangsung secara optimal jika: 1) lakukan analisis kurikulum. Identifikasi dan pilih topik atau materi pelajaran penting sesuai dengan kebijakan kurikulum masa pandemic, 2) mencari dan memilih media pembelajaran yang tersedia, 3) siapkan lembar tugas siswa yang relevan dengan topik dan media tersebut, 4) buatlah perencanaan atau jadwal pembelajaran untuk satu semester atau minimal satu bulan, 5) mintalah arahan atau persetujuan kepala sekolah untuk rencana penerapan pembelajaran dengan model flipped classroom. Libatkan juga orang tua murid dalam perencanaan tersebut, 6) sepakati jadwal dengan murid, sekaligus jelaskan cara pelaksanaan pembelajaran, 7) optimalkan pendekatan pembelajaran aktif dengan memanfaatkan TIK yang dimiliki siswa, 8) gunakan kesempatan tatap muka untuk kegiatan pembelajaran dengan kompetensi tinggi (HOT) sedangkan LOT dapat dilakukan di rumah sesuai jadwal.

Baca juga:  PTM Terbatas Menjadi Efektif dengan Flipped Classroom

Semoga tulisan sederhana ini bisa membantu guru mengatasi kendala dalam melaksanakan PTM terbatas di masa pandemi. (nov1/fth)

Guru TIK SMPN 2 Taman Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya