alexametrics

Membangkitkan Semangat Belajar dengan Kajian Sejarah Lokal

Oleh : Hadi Siswanto, S.S., M.Hum.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran peserta didik di tingkat SMA masih perlu bimbingan intensif dari guru. Guru terus memberikan motivasi agar anak bisa bertanggungjawab, disiplin, jujur dan tercakup dalam karakter baik. Pengaruh besar akan lebih optimal jika pembelajaran dilakukan langsung. Di mana antara guru dengan peserta bertemu langsung di ruang kelas.

Tetapi karena pandemi, sistem pembelajaran menjadi daring. Dimana pembelajaran menggunakan platform WhatsApp, Google Form, Google Meet, Zoom, Telegram atau lainnya. Perubahan tersebut ternyata memunculkan sejumlah kendala dalam proses pembelajaran. Banyak peserta didik yang mengeluhkan pembelajaran daring. Mulai dari permasalahan HP, sinyal, kuota dan lain sebagainya.

Permasalahan setiap peserta didik memang berbeda. Tetapi dari semua itu kemalasan menjadi hal utama yang dialami peserta didik dalam pembelajaran sistem daring.
Menurut Djamarah (2011:235) kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secara wajar. Disebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan dalam belajar”. Kesulitan belajar tersebut dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kesehatan, intelegensi, minat serta kesiapan. Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Baca juga:  Movie Maker Membuat Materi Kerja Sama Ekonomi Internasional lebih Asyik

Ada beberapa permasalahan dalam pembelajaran sistem daring. 1). kurangnya disiplin waktu mengikuti pembelajaran; 2). kurangnya tanggung jawab dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas pembelajaran; 3). kurangnya minat interaktif dalam proses pembelajaran.

Untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut harus ada solusi untuk membangkitkan semangat belajar peserta didik saat pandemi. Sehingga bisa menambah wawasan pengetahuan peserta didik.

Pelajaran sejarah menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam pembelajaran sistem daring. Mata pelajaran sejarah harus mampu menginspirasi peserta didik untuk mencintai tanah air. Salah satu cara untuk menanamkan nasionalisme dengan menyampaikan materi sejarah lokal. Melalui materi ini peserta didik diharapkan lebih memahami dan mengerti arti penting nasionalisme. Sebab peserta didik bisa melihat secara nyata bukti sejarah lokal di daerahnya.

Baca juga:  Semangat Belajar dengan Metode TJL Melalui Google Meet

Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan di atas dengan melakukan pembelajaran di luar ruangan. Peserta didik melakukan pembelajaran sendiri dengan cara mencari fakta sejarah di sekeliling tempat tinggalnya. Pembelajaran bisa dilakukan setiap peserta didik atau rombongan kelas dengan tujuan mengunjungi sasaran pembelajaran. Pembelajaran ini sasarannya sumber sejarah mentifact atau juga artefak. Pembelajaran lingkungan ini memberikan hubungan zaman terjadinya peristiwa sejarah dengan fakta peninggalan yang sekarang masih ada. Sehingga bisa membantu memberikan imagination bagi siswa.

Dalam hal ini setidaknya model pembelajaran materi sejarah lokal yang dikembangkan adalah dengan model inkuiri. Model inkuiri peserta didik diberi kesempatan untuk mempelajari lebih mendalam lingkungan tempat tinggalnya. Melalui kajian dokumen, dan wawancara. Sehingga memperoleh pemahaman lebih baik tentang sejarah lokal, geografi dan kehidupan berwarganegara. Penggunaan model inkuiri lebih efektif jika diarahkan dengan sajian permasalahan atau investigasi terhadap sumber belajar dari lingkungan peserta didik sesuai masalah sosial yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari (Supriatna,2007:159).

Baca juga:  Media Layanan Informasi Meningkatkan Minat Studi Lanjut Lulusan SMA

Model pembelajaran lain menggunakan proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) di sekolah adalah living history. Dengan model ini diharapkan siswa dapat melakukan penelusuran peristiwa sejarah yang terdapat di lingkungan sekitarnya (Darmawan, 2007:244). Model pembelajaran ini peserta didik akan terdorong untuk lebih peka terhadap lingkungan dan mengembangkan keterampilan proses yang bersifat discovery atau inquiry. Seperti mengobservasi, melakukan wawancara, menyeleksi sumber, mengklasifikasi, menemukan sesuatu, bahkan menggeneralisasi.

Pembelajaran sejarah lokal dengan mengenal sumber sejarah di lingkungan memberi manfaat bagi peserta didik lebih mendalam, mengerti dan memahami peran serta daerahnya dalam perjalanan sejarah nasional. Sementara bagi guru, memberikan kepercayaan pada peserta didik untuk mencari sumber pembelajaran sejarah yang tidak hanya terbatas dari guru. Tetapi bisa diperoleh sendiri dari peserta didik. (bk2/fth)

Guru SMA N 1 Kajen, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya