alexametrics

Covid-19 Membantu Siswa Memahami Kegunaan dan Bahaya Senyawa Alkanol

Oleh : Turah Rakhmawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Seseorang dapat tertular Covid-19 melalui berbagai cara. Yaitu tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita Covid-19 batuk atau bersin. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita Covid-19, dan kontak jarak dekat dengan penderita.

Sampai saat ini sudah ada 9 macam vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah mengantongi izin dari BPOM untuk menangani pandemi Covid-19 demi mencapai herd immunity di Indonesia sangat besar. Selain itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan terinfeksi virus ini. Yaitu terapkan physical distancing, gunakan masker, rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60 persen, tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.

Jangan menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum mencuci tangan, hindari kontak dengan penderita Covid -19, dan tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk dan bersin.
Di antara pencegahan untuk menghindari terinfeksi virus korona di atas salah satunya berkaitan dengan materi kimia kelas XII semester dua yaitu senyawa alkanol (alkohol). Definisi alkohol menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kimia zat cair yang tidak berwarna, mudah menguap adan terbakar, dipakai dalam bidang industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yang memabukkan, minuman keras, dan senyawa karbon, C2H5OH.

Baca juga:  Belajar Permainan Bola Kecil melalui Kasboi

Alkohol inilah yang dipakai dalam pembuatan hand sanitizer untuk mencuci tangan. Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol (C2H5OH). Alkohol memiliki rumus umum CnH2n+1OH. Mengapa alkohol dipakai dalam pembuatan hand sanitizer. Alkohol adalah cairan tidak berwarna (bening) yang banyak kegunaannya. Antara lain digunakan dalam industri minuman beralkohol, mempertahankan wangi parfum di dalam botol, sebagai campuran agar pakaian yang diberi parfum tidak meninggalkan bekas noda, bahan baku pembuat pewarna makanan, sebagai antiseptik (membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme), membersihkan luka dan alat – alat medis dan di dalam obat – obatan.

Sedangkan dampak negatif alkohol menurut P2PTM bagi kesehatan antara lain menyebabkan kerusakan syaraf, gangguan jantung, kenaikan berat badan, ketidaknyamanan dalam tubuh, tekanan darah tinggi.

Baca juga:  Peningkatan Hasil Belajar Kimia dengan Metode Inquiry Based Learning

Kegunaan alkohol yang berkaitan dengan Covid-19 adalah penggunaan alkohol dalam pembuatan hand sanitizer. Hand Sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri (Retnosari dan Isdiartuti, 2006).

Menurut Diana (2012) terdapat dua hand sanitizer yaitu hand sanitizer gel dan hand sanitizer spray. Hand sanitizer adalah cairan pembersih tangan tanpa dibilas. Jadi, penggunaan hand sanitizer cukup dioleskan ke telapak dan punggung tangan, lalu dibiarkan mengering. Pembuatan hand sanitizer, bahan – bahannya antara lain : 833 ml etanol 96%, 14,5 ml gliserol 98%, 41,7 ml hidrogen peroksida 3% dan 1000 ml air steril atau aquadest. Kegunaan hand sanitizer membersihkan tangan dari debu dan kuman, dengan sensasi lembut di tangan, lebih maksimal membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit jika digunakan setelah mencuci tangan dengan air dan sabun.

Baca juga:  WA Absensi Memotivasi Siswa Hadir dalam Pembelajaran Kimia

Adapun efek samping (bahayanya) hand sanitizer adalah sebagai berikut : iritasi dan alergi kulit, menggunakan hand sanitizer selain tidak menggantikan cuci tangan juga membuat kulit iritasi, perih jika terkena kulit kering dan luka, hand sanitizer sangat tidak disarankan untuk digunakan saat tangan sedang terluka karena bisa menyebabkan reaksi alergi di kulit, membuat tangan rentan terinfeksi, kulit mudah terbakar sinar matahari, dan memicu reaksi hormon.

Jadi kesimpulannya meskipun hand sanitizer dapat membunuh kuman dan bakteri termasuk virus akan tetapi sangat tidak dianjurkan untuk penggunaan yang sesering mungkin. Namun demikian Covid-19 bisa menjadikan siswa berpengalaman langsung dalam pembuatan hand sanitizer dan mengetahui banyak tentang penggunaan dan bahayanya alkohol bagi kehidupan manusia. (bk1/lis)

Guru Kimia SMAN 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya