alexametrics

Ubah Image Negatif Guru BK melalui Personal Branding

Oleh : Wildan Ifazaturrisqi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar kata “guru BK”? Beberapa dari kita mungkin masih menganggap guru BK seperti polisi sekolah, sebagian lagi langsung terbayang sosok yang menyeramkan, suka ngatur kedisiplinan siswa dan image negatif lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa image negatif guru BK masih terus melekat sampai sekarang, seolah menjadi warisan dari generasi ke generasi.

Adanya image negatif tersebut disebabkan beberapa faktor di antaranya banyaknya guru BK yang bukan berlatar belakang keilmuan bimbingan dan konseling sehingga tidak memahami peran dan fungsi bimbingan dan konseling di sekolah. Kemudian guru BK dibebani tugas-tugas lain seperti menyelesaikan pelanggaran kedisiplinan dan tata tertib yang pada akhirnya juga berdampak pada kurang disukainya guru BK di sekolah.

Di SMAN 1 Wiradesa, image negatif sudah tidak lagi melekat pada guru BK. Semua berkat upaya dari guru BK yang selalu mengenalkan dan mengedukasi siswa bahwa guru BK di SMAN 1 Wiradesa tidak seperti yang mereka bayangkan. Salah satu cara yang kita lakukan untuk melawan stigma negatif yang berkembang adalah melalui personal branding.

Baca juga:  Quizizz sebagai Alternatif PJJ Matematika

Perdana (2016) mengatakan, “Personal branding merupakan suatu proses seseorang untuk membentuk dan menciptakan dirinya (pribadinya), yang pada akhirnya dapat meningkatkan citra dirinya dengan keunggulan (nilai/value) dan keistimewaan/keunikan/perbedaan yang tidak dimiliki kebanyakan orang serta membuat orang lain mau menghargai dirinya.”

Personal branding bagi seorang guru BK dimaknai sebagai sesuatu yang dibangun oleh seorang guru BK untuk menciptakan brand atau image yang baik. Citra atau image yang dibangun tentu berguna untuk menciptakan kekhasan terkait kompetensi yang dimiliki.

Upaya Guru BK SMAN 1 Wiradesa dalam membangun personal branding dilakukan dengan cara menaikkan mutu pelayanan BK di sekolah, menampilkan kepribadian yang positif, serta berusaha untuk selalu up grade wawasan keilmuan dalam bidang bimbingan dan konseling.

Baca juga:  Dengan Bimbingan Konseling, Peserta Didik Mampu Atasi Masalah

Secara sederhana guru BK dapat ‘memasarkan diri’ melalui kecakapannya.
Selain itu, untuk menciptakan kekhasan pelayanan BK di SMAN 1 Wiradesa. Guru BK menciptakan kalimat-kalimat khusus (tagline) agar kesan positif lebih mudah ‘sampai’ ke hati siswa.

Tagline “BK Spatra: Peduli, Empati, Sahabat Berbagi” dipilih sebagai branding BK SMAN 1 Wiradesa. Tujuannya agar siswa lebih dekat, dan tidak lagi menganggap guru BK sebagai sosok yang menyeramkan. Melalui tagline tersebut, kita ingin membuat siswa merasa aman dan nyaman dengan guru BK-nya.

Pada awalnya siswa penasaran dan ingin tahu apa makna dari tagline tersebut. Kemudian saking seringnya kita gunakan kalimat tersebut, lama-lama melekat di hati siswa dan menjadi karakter yang melekat pula pada sosok guru BK mereka.

Upaya membangun personal branding juga kita lakukan melalui sosial media. Di antaranya melalui Instagram, Facebook, maupun WhatsApp. Dalam sehari minimal kita membuat satu konten tentang BK dan layanan-layanannya, konten berupa kalimat motivasi, konten psikologi, ataupun konten informasi karir untuk siswa.

Baca juga:  Literasi Game Bagi Siswa melalui Bimbingan Lintas Kelas

Melalui sosial media kita tidak hanya mengedukasi siswa, namun rekan guru dan masyarakat pengguna sosial media lainnya. Cara ini cukup efektif untuk memberikan insight kepada siswa dan khalayak umum tentang bimbingan dan konseling di sekolah.

Melalui personal branding, kesan positif terhadap guru BK mulai tercipta. Siswa memahami peran, fungsi, dan tugas guru BK di sekolah. Bahwa guru BK sejatinya adalah seorang helper yang bertugas membantu siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapinya dan mempunyai peranan dalam memfasilitasi perkembangan serta potensi yang mereka miliki. Jauh dari kesan yang mereka bayangkan selama ini. Melalui personal branding, guru BK juga ikut termotivasi untuk senantiasa menampilkan diri mereka sesuai citra yang mereka bangun. (bk2/lis)

Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Wiradesa, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya